
Bright menatap wajah cantik Anna, dilihatnya leher jenjang Anna yang sangat menggoda serta bibir Anna yang lembab berwarna merah muda dan sedikit basah.
"Bright kau minta maaf untuk apa?"
Namun Bright tetap terdiam menatap Ann dengan wajah sendu.
"Kau mau tidur di sofa atau diranjang bersamaku Bright? Yasudah, mungkin kau malas jawab dan seperti biasanya akan tidur disofa!" Anna beranjak untuk naik keatas ranjang namun sesuatu terasa mencengkram tangannya.
Ditariknya lengan Anna hingga tubuh Anna terpelanting kembali kebelakang dan berlabuh didada bidang Bright yang saat inu berhasil memeluknya dari belakang.
"Bright, kau kenapa?" Lirih Anna.
Bright pun memutar tubuh Anna, keduanya kini saling berhadapan dengan jarak hanya beberapa inci saja.
"Anna aku minta maaf karena setelah semua yang aku lakukan padamu, aku menyakitimu, aku meragukan pernikahan kita dan aku dengan bodohnya justru menginginkanmu Anna!"
"Bright maksudmu menginginkan aku," belum selesai Anna bicara namun Bright sudah melahap bibirnya penuh gai r ah.
Bright menempatkan kedua tangannya dikedua bongkahan bokong Anna yang sintal, dirabanya belahan dari bongkahan itu hingga tubuh Anna menggeliat merasakan laki-laki yang dia cintai tengah melakukan sesuatu pada tubuhnya.
Anna tidak tau tujuan Bright memainkan belahan bongkahan tubuh bagian bawahnya itu untuk apa tapi, yang jelas itu berhasil membuat Anna men de sah sehingga membuka mulutnya.
"Ah,"
Bright memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Anna, lidah yang saat ini sudah bergerak memutar-mutar dan menikmati setiap inci rongga mulut Anna, seperti balerina yang tengah menari dengan luwes, lidah Bright pun seperti itu.
Anna sama sekali tidak menyangka Bright bisa seperti ini, dia sangat liar dan justru terlihat sangat tampan saat sedang dikuasai oleh hawa naf su seperti sekarang ini, Bright membawa Anna kedalam permainannya yang membuat kedua tangan Anna mencengkram kuat dada bidangnya saat ini.
Dilum a tnya kembali bibir Anna dan diji latnya bibir Anna oleh lidah Bright, seakan tak ingin sedetikpun Bright melewatkan kenikmatan bibir gadis cantik yang saat ini sudah berhasil ia bawa dalam lembah bira hi yang sangat dalam.
__ADS_1
Anna bahkan tidak sekalipun mendapat giliran untuk membalas permainan Bright atau untuk sekedar membalas melu m at bibir Bright saja, Anna tidak bisa karena semua permainan terus dimainkan oleh Bright.
Kedua tangan Bright terus memainkan kedua bongkahan bagian bawah tubuh Anna, mer e masnya lalu sentuhan-sentuhan itu perlahan naik keatas punggung Anna diusap-usapnya dengan lemah lembut punggung belakang Anna yang masih tertutupi lingerie tembus pandang itu.
Lingerie tembus pandang yang Anna pakai membuatnya merasakan sentuhan tangan Bright sangat terasa dipunggungnya! Bright melepaskan perlahan ciumannya lalu bibirnya menyusuri leher Anna untuk kemudian berlanjut pada daun telinga Anna.
Dikeluarkannya lidah Bright yang saat ini sudah menikmati daun telinga sebelah kiri Anna, lidah itu berdansa memutar-mutar daun telinga Anna hingga daun telinga Anna terdapat banyak saliva-saliva peninggalan Bright.
"Akhhh Brightz ssstttthhhh," Anna dibuatnya mabuk kenikmatan hingga tak terasa kedua kakinya kini sudah membuka lebar berharap Bright segera melakukan tugasnya saat ini.
Namun keinginan Anna sepertinya harus dikubur dalam-dalam karena Bright belum menginginkan bagian bawah tubuhnya, Bright masih menikmati lekuk tubuh Anna, puas dengan daun telinga sebelah kiri Anna kini bibir Bright menyusuri daun telinga Anna disebelah kanan, dijulurkannya lidah Bright untuk kembali memutar-mutar diarea daun telinga Anna yang membuat Anna semakin melayang-layang diudara.
"Bright, ah cukup! Lakukan sekarang Bright ahhh,"
Hanya des ahan yang keluar dari bibir Anna, wajah istrinya itu sekarang sudah diselimuti oleh has rat yang membara. Daun telinga Anna kini dipenuhi oleh sisa-sisa saliva Bright lalu Bright pun berbisik ditelinga Anna.
"Aku sangat naf su dengan tubuhmu Anna," lirih Bright.
Bright membuka kaos berwarna hitam yang sejak tadi masih ia kenakan! Lalu membuka celananya hingga kebagian terakhir yang menutupi timun import miliknya, meskipun ini bukan kali pertama Bright terlihat polos seperti ini dihadapan Anna.
Tapi kondisinya saat ini sangat berbeda dengan kondisi dimalam itu, karena Bright melakukannya dengan penuh kesadaran, dan Anna pun sangat menikmati dengan seksama tubuh Bright yang terlihat polos dihadapannya, berbeda dengan saat kejadian Anna dinodai oleh Bright yang dalam kondisi tidak sadar.
Anna sama sekali belum sempat menikmati bentuk dari timun import milik Bright seperti saat ini Anna bisa menikmatinya dengan seksama, bentuknya yang panjang meskipun tidak terlalu besar sekali tapi itu benar-benar sangat panjang.
Timun import itu sudah sangat siap untuk menembus donat yang masih tertutupi oleh lingerie berwarna merah. Bright melepaskan lingerie itu dengan lemah lembut, hingga kebagian akhir penutup labu import dan donat milik Anna.
Nafas Anna tak beraturan saat ini dirinya benar-benar polos dan itu semua ulah laki-laki yang sangat dia cintai.
"Bright, apa kau sedang dalam pengaruh obat saat ini?" dengan suara serak Anna memberanikan diri untuk bertanya, karena ragu Bright melakukan ini padanya dengan keadaan sadar.
__ADS_1
Bright pun segera menindih tubuh Anna, lalu berbisik ditelinga Anna.
"Aku tidak dalam pengaruh apapun! Aku sadar dan aku inginkan dirimu hanya menjadi milikku Anna,"
"Bright, lakukanlah aku menginginkan ini," lirih Anna.
Bright mencium leher Anna, lalu kembali berbisik ditelinga Anna.
"Layani aku An, puaskan aku malam ini!" lirih Bright.
Bright dan Anna sudah sama-sama diujung jurang has rat yang siap bersama-sama untuk terjatuh kedalam jurang kenikmatan. Bright sesaat menikmati tubuh Anna, lalu kembali melu m at bibir Anna, kali ini Bright membiarkan Anna untuk membalasnya.
Bright tersenyum saat Anna menjulurkan lidahnya lalu mencoba menerobos masuk kedalam rongga mulutnya, dengan suka rela Bright memberikan akses yang diinginkan oleh Anna.
Sambil menikmati lidah Anna yang meliuk-liuk didalam rongga mulutnya, kedua tangan Bright mer e mas labu import milik Anna yang sejak tadi hanya dia nikmati dan belum sempat dia sentuh.
Anna merasa seperti tersengat aliran listrik saat Bright mer e mas kedua labu import miliknya, hingga Anna pun menggit bibir bagian bawah Bright membuat Bright akhirnya meringis.
"Emth, ah, Anna,"
Bright terus me r emasnya, hingga timun import itu sudah tidak mau lagi memberikan waktu untuk Bright bermain-main lagi dengan tubuh istrinya itu.
"Anna, aku tidak tahan!"
Bright memposisikan timun import miliknya, dan dibantu oleh satu tangannya untuk mengarahkan kedalam lubang donat milik Anna.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Halah Timun Import gak kuat godaan juga ternyata 🤣🤣🤣