Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 63


__ADS_3

Hahahaha...


Bright tertawa karena memang memuji lewat sang anak adalah langkah jitu membuat Anna agar selalu mengingat pesona ketampanannya. Bright menidurkan Darrel di kamar pribadinya sendiri, setelah itu Bright segera menuju kamar ya untuk menemui Anna.


"Bright, kita bicarakan tentang momy dan Dady Lan dulu!"


"Sayang, aku mandi dulu ya ini sudah lengket sekali tubuhku!" Bright sebenarnya malas untuk membahas kembali tentang orangtuanya yang ternyata berada di Jerman saat ini, Bright tau tujuan Anna membicarakan ini pasti meminta untuk mengunjungi orangtuanya.


"Mau kemana? Duduk Bright!" Anna menarik kemeja yang dikenakan oleh Bright.


"Astaga Anna!"


Bright pun pasrah saat Anna menarik pakaiannya hingga menuntunnya untuk duduk dibibir ranjang.


"Weekend ini kita harus menemui momy Larisha dan Dady Lan aku tidak mau tau Bright, kita harus kerja keras untuk memperbaiki hubungan ini titik!"


Hah..


"Anna apa kau yakin? Kau siap bila nantinya orangtuaku mengatakan hal yang mungkin saja akan menyakiti hatimu?"


"Aku selalu siap Bright, asal aku diterima sebagai menantu mereka sebagai Anna istrimu bukan Anna anak dari musuh bebuyutan mereka,"


"Oke weekend ini!"


"Nah gitu dong, kan makin ganteng suamiku ini,"


"Gombalin aku tumben?"


"Aku beli perhiasan lagi soalnya tadi di mall,"


"Tuh kan pantesan, ngomong-ngomong suster Katlyn jadi kan pindah ke rumah sakit tempat kita sekarang?"


"Iya jadi kok, tadi pagi sudah kasih kabar kalau dia baru saja beli apartemen disekitar rumah sakit, terniat banget kan?"


"Iya, tapi baguslah daripada dia 3 tahun ini murung terus di desa, mending menyusul kita dan kerja bareng kita lagi,"


"Iya Bright, kasihan Katlyn dia benar-benar trauma dengan laki-laki! Kau belum mendengar kabar dari Jay hingga sekarang?"


"Belum, bahkan di rumah sakit milik orangtuanya Leya pun dia tidak ada! Jay dan Leya entah kemana,"


Keesokan harinya seperti biasa Bright dan Anna akan pergi bekerja di rumah sakit Weissense keduanya sudah sejak pindah ke kota bekerja di rumah sakit ini, sementara Darrel akan tinggal di rumah bersama dengan pengasuhnya yang bernama Ellina.


Pagi ini rumah sakit terluas kedua di kota ini sangat ramai dan sangat sibuk! Anna dan Bright berpisah dilantai utama rumah sakit besar itu, namun saat Anna tiba di ruangannya seorang suster berkata bahwa rumah sakit ini akan kedatangan pimpinan baru karena saham rumah sakit ini sebesar 53% nya sudah dibeli oleh orang ini.


Bagi Anna tidak masalah sama sekali, toh mau siapapun pimpinan rumah sakit ini yang terpenting rumah sakit ini semakin baik kedepannya.


"Surprise!!" Katlyn masuk kedalam ruangan Anna.

__ADS_1


"Suster Katlyn! Kau mulai bekerja hari ini?"


"Tentu saja, lihat seragam ini aku langsung diminta bekerja mulai hari ini Dok,"


"Baguslah, itu berarti nanti malam aku dan Bright akan mengadakan perayaan untuk menyambutmu dan biayanya kau yang tanggung,"


"Ish Dokter Anna sejak kapan kau jadi tidak berperasaan seperti ini? Kau tau kan seluruh tabunganku sudah ludes untuk membeli apartemen yang harganya bikin lambungku berkedut?"


Hahahaha...


"Kalau begitu kit rayakan di apartemen mu saja dengan membeli banyak cemilan dan minuman,"


"Setuju! Dan pacarku jangan lupa diajak, si bayi tampan!"


"Tentu saja, aku yakin Darrel juga senang sekarang kau disini bersama kami,"


Setelah berbincang sebentar sebelum Anna ada jadwal pasien, Katlyn keluar dari ruangan Anna dan bersiap memulai pekerjaannya di rumah sakit Weissense yang tentunya bukan hal mudah harus memulai beradaptasi kembali dari nol di rumah sakit sebesar ini.


Sore harinya, Bright yang baru saja selesai memberikan penanganan awal pasien penderita jantung di ruangan IGD, pasien tersebut terpaksa harus bertahan di IGD karena Dokter spesialis jantung belum datang memberikan penanganan.


Tiba-tiba sebuah tepukan dipundak mengagetkan Bright.


"Dokter Bright,"


Seketika Bright menengok kearah si penepuk dan terperangah tidak percaya mendapati siapa yang berada dihadapannya sekarang.


"Hus! Kau baru saja mengatai seorang pimpinan rumah sakit dengan kata gila! Kau rindu padaku Dokter Bright?" goda Jay.


"Jay kau, ikut aku!" Bright menarik Jay ke tempat yang agak sepi.


"Bright santai!"


"Santai-santai, kau gila Jay? Darimana saja kau menghilang 3 tahun ini?"


"Aku berada di Milan Bright, Leya ingin melahirkan dan tinggal di Milan waktu itu,"


"Bukankah kau bilang akan menceraikan Leya dan melamar Katlyn? Kau meninggalkan Katlyn di acara pertunangan kalian Jay, dasar gila!"


"Bright aku tidak memiliki pilihan, orangtuanya Leya meminta aku menuruti apapun keinginan Leya, dan sebelum kedua orangtuanya Leya kecelakaan rupanya mereka sudah membuat surat wasiat sejak lama,"


"Orang tua angkatmu meninggal Jay? Pemilik rumah sakit Berlinn clark?"


"Iya Bright, kecelakaan dan mereka mewariskan rumah sakit Berlinn clark padaku bukan pada Leya anak kandung mereka sendiri!"


"Apa? Kau sekarang kaya Jay?"


"Iya Bright, jadi aku tidak butuh lagi kartu kredit mu!"

__ADS_1


"Tetap saja kau brengsekk Jay,"


"Aku tau Bright, tapi kau sendiri jika dalam posisi ku bagaimana? Kau diwarisi rumah sakit terbesar di kota ini, bahkan aku membeli saham 53% rumah sakit ini Bright,"


"Tunggu, kau membeli saham rumah sakit Weissense ini? Jadi kau?"


"Iya aku pimpinan baru di rumah sakit Weissense yang artinya aku atasan mu sekarang,"


"Cih, kau sudah sukses sekarang Jay,"


"Hei tetap saja sekaya apapun aku, tidak akan ada apa-apanya dengan kekayaan group Limson,"


Lama berbincang-bincang dengan Jay sekaligus melepas rindu antara kedua sahabat yang sempat terpisah itu, Bright baru menyadari bahwa Katlyn sudah pindah dari Desa dan bekerja di rumah sakit ini.


"Jay, kau sudah melupakan Katlyn?"


"Leya sudah bersikap baik padaku, aku sudah berusaha menerima Leya sebagai istriku dan anak itu anak yang dilahirkan oleh Leya bernama Sabia Michelle, dia berumur 3 tahun walaupun bukan aku ayah biologisnya tapi aku sudah menyayanginya,"


"Jadi kau dan Leya akan tetap bersama?"


"Iya Bright, Leya aku percayakan menjadi pimpinan di rumah sakit Berlinn clark sementara aku di Weissense! Aku rasa Leya lebih berhak atas rumah sakit peninggalan ayahnya,"


"Kau yakin Leya sudah berubah?"


"Ya aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan coretan takdir ku Bright, aku tidak memiliki takdir bersama dengan Katlyn,"


Bright pun memutuskan untuk tidak memberitahu Jay bahwa sebenarnya Katlyn berada di rumah sakit ini dan juga bekerja di sift 1 seminggu kedepan.


Sore harinya Anna dan Bright pulang ke kediaman mereka, dan Anna langsung menggendong Darrel yang sejak pagi tadi diasuh oleh Ellina.


"Terimakasih ya sus, Ellina, kau boleh pulang sekarang!"


"Baik Nyonya, dah Darrel!"


"Dah! Dah!" Darrel antusias melambaikan tangannya pada Ellina.


"Aduh aduh anak momy sudah mandi, sudah ganteng momy kangen sekali,"


"Dady juga dong, kangen juga sini nak gendong sama Dady!"


"Dy, Dy!" (Dady! Dady!)


"Apa si manggil-manggil,"


"Bright aku ambilkan minum dulu ya,"


"Iya sayang!"

__ADS_1


"Sebentar lagi mau bertemu Oma dan opa ya anak Dady, kau suka Rell?"


__ADS_2