
"Aku tunggu diluar" Bright langsung menunggu diluar kamar setelah berhasil membuat Domanick dan wanita itu gelagapan tanpa sebuah penyelesaian.
Dengan cepat, Domanick memakai kembali pakaiannya, begitu juga dengan wanita bayarannya yang juga buru-buru memakai kembali pakaiannya.
"Kau pulang lah dulu! Nanti aku transfer sisa pembayarannya!"
"Tapi Nick, kita kan belum sama-sama menggapai puncak nirwana aku masih ingin Nick!"
"Halah kau tidak lihat itu taring saudaraku sudah keluar, dia sedang marah besar padaku! Pergi sana!"
Wanita itu pun harus menelan kekecewaan karena masih menginginkan Domanick, suatu kehormatan bisa menjadi pemuas seorang Domanick, tapi malangnya malah ada gangguan secara tiba-tiba. Domanick keluar dari dalam kamarnya sambil terlihat membetulkan pakaian dan celananya yang masih sedikit berantakan ditubuhnya.
"Bright, kau brengsek sekali! Kau tidak tau harga wanita tadi itu berapa hah? Bahkan aku baru beberapa kali hentakan, kau sudah mengacau!"
"Nick, aku tidak peduli dengan kenikmatan mu yang terganggu itu! Sekarang katakan kepadaku, kenapa Anna bisa ada di rumah momy dan Dady saat itu?"
"Sudahlah, memangnya itu masih penting toh kau juga sudah menikahinya!"
Bright kemudian mencekal leher Domanick dengan sikut tangannya lalu mendorong Domanick ke tembok.
"Bright, Bright, lepas Bright! Kau bisa membunuhku!"
"Iya aku ingin sekali membunuh mu!"
"Bright, bagaimana nasib wanita-wanita cantik diseluruh dunia kalau aku mati? Mereka tidak akan rela, laki-laki setampan aku mati!"
"Kalau begitu cepat katakan Nick, aku tidak sedang bercanda kali ini!"
Bright kemudian melepaskan sikutnya dari leher Domanick.
Uhuk..
Uhuk..
"Ah sial, brengsekk sekali kau Bright! Baik aku akan bicara!" sambil mengelus-elus lehernya yang tadi disikut oleh Bright.
"Cepat!"
"Saat aku tau kau sudah meniduri Anna, lalu melamar Jennie. Aku pergi ke hotel Ifolia hendak berkencan dengan wanitaku yang entah siapa wanitanya aku sudah lupa! Tapi kau tau Bright apa yang aku temui saat tiba di loby hotel?"
__ADS_1
"Apa?"
"Jennie bro, kau tau dia sedang bersama siaap?"
"Jennie? Untuk apa dia di hotel? Teruskan Nick!"
"Jennie menggandeng laki-laki tua dengan mesra, aku membuntuti mereka sampai masuk ke kamar hotel yang sudah mereka pesan! Setelah aku selidiki, Jennie itu wanita yang menjajakan tubuhnya demi mendapatkan job sebagai model maupun pemain film!"
"Tidak Nick, kau bercanda! Tidak mungkin Jennie seperti itu!"
"Hei Bright, kau cinta si boleh tapi pakai otak kau yang jenius itu, jangan mau terlibat dengan gadis binall seperti Jennie,"
Bright sangat kesal setelah mengetahui wanita yang selama ini dia sukai ternyata wanita gampangan dan murahan, dia merasa selama ini sudah sia-sia menyukai Jennie.
"Lalu setelah itu apa yang kau lakukan sampai Anna ada di rumah ku?"
"Tentu saja aku ceritakan pada momy, dan momy marah besar kau memper kosa Anna tapi kau malah melamar wanita murahan seperti Jennie!"
"Itu sebabnya momy dan Dady tidak setuju, dan bersikap cuek saat aku membawa Jennie!"
"Bright hati orangtua mana yang mau dan membiarkan anak kesayangannya akan menikahi gadis seperti Jennie, bisa-bisa kau akan diselingkuhi hingga tua olehnya!"
Perkataan Domanick memang tepat, tapi tetap saja Anna bukan pilihan yang dia mau.
"Tapi kenapa Bright? Kulihat Anna cantik, dia kalem dan cocok denganmu!"
"Pokoknya aku sangat membenci Anna!"
Bright pergi meninggalkan kediaman Domanick setelah mendapatkan penjelasan yang cukup dari Domanick, namun Domanick masih merasa aneh kenapa Bright begitu membenci Anna? Memangnya kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh Anna sampai Bright tidak mau membuka hatinya untuk Anna?
"Andai kau tau Nick, kenapa aku sangat membenci Anna! Jika kau tau alasan ku, kau pasti akan membenci Anna juga, bahkan momy dan Dady pun pasti tidak akan menerimanya! Gumam Bright.
Bright kembali ke rumahnya! Saat tiba di halaman rumah, terlihat Anna sedang mondar mandir di teras rumah sambil mengusap-usap kedua lengannya sendiri, mungkin karena udara malam diluar rumah sangat dingin. Anna memang menunggu Bright sejak tadi, karena Anna khawatir Bright tidak pulang atau menemui Jennie.
Bright turun dari mobil! Lalu berjalan begitu saja tanpa menyapa Anna sama sekali, saat hendak membuka pintu rumah.
"Bright, aku menunggumu sejak tadi! Tubuhku kedinginan, kau datang tanpa menoleh sedikitpun kepadaku!"
"Itu salahmu sendiri! Dan aku tidak peduli!"
__ADS_1
Bright melangkah masuk ke dalam kamar, bahkan menutup pintu rumah dengan kencang, membuat Anna sangat sedih. Anna pun masuk ke dalam rumah, untuk menyusul Bright namun dari jarak kejauhan.
"Anna tolong, menjauh dariku!"
"Bright kau tidak bisa terus menerus bersikap seperti ini padaku! Suka tidak suka aku adalah istrimu sekarang, kenapa Bright kenapa kau tidak mau membuka sedikit saja hatimu untukku?"
"Tanyakan itu pada dirimu sendiri Anna, apa kau yakin kau memang tidak tau alasanku tidak bisa mencintaimu?"
Deg..
Anna berhenti berbicara saat Bright mengatakan untuk menanyakan pada diri sendiri. Bright segera pergi meninggalkan Anna masuk kedalam kamarnya.
"A-apa Bright sudah mengetahui kalau aku, aku ini,,? Tidak, tidak mungkin Bright mengetahuinya!" Anna bertanya-tanya kenyataan yang selama ini berusaha dia sembunyikan dari semua orang.
Anna segera mendekati pintu kamar Bright, lalu menyandarkan kepalanya pada pintu.
"Bright, aku tau kau mendengarkan aku bicara! Tapi sampai kapan kita seperti ini Bright? Jawab aku!"
"Sampai aku yakin untuk menceraikan mu!"
Bright tak lagi bersuara setelah mengatakan akan menceraikan Anna. Anna akhirnya kembali ke dalam kamarnya, di dalam kamarnya Anna membuka jendela kamarnya lalu menatap langit-langit.
"Jika aku boleh memilih, aku juga tidak mau berada di posisiku seperti ini Bright, tapi aku terus berusaha untuk menebus semuanya, walaupun ini bukan kesalahan ku!"
Anna tertidur lelap setelah kepalanya sakit, sementara Bright masih belum bisa memejamkan kedua matanya!
"Maaf Anna, tapi setiap kali aku melihat wajahmu aku pasti teringat kembali masa-masa itu! Kau memang gadis yang sangat cantik, baik dan sederhana aku seperti pria naif yang bodoh menolak gadis seperti mu! Tapi Anna, aku membenci mu Anna, aku benci kenapa kau harus..!"
Bright berusaha menepis ingatannya akan hal yang tak ingin dia ingat!
Keesokan harinya!
Anna seperti biasanya sudah menyiapkan sarapan untuk Bright walaupun dia tau, Bright tidak mungkin akan memakannya! Saat Anna hendak masuk ke dalam kamar Bright, Anna tidak bisa masuk hari ini! Sepertinya Bright mengunci pintu kamarnya hingga pagi.
"Suamiku sayang, kau sudah bangun belum! Ayo bangun sayang buka pintunya!" Anna berteriak.
Sementara Bright yang baru saja terbangun akibat teriakan Anna, menutupi kedua kupingnya dengan bantal karena tak ingin diganggu.
"Dokter, pasien-pasien sudah antri tuh! Dokter Bright, jadikan aku pasien pertama hari ini ya, aku sakit nih lemah, letih lesu, kukira efek vaksin, ternyata efek mencintaimu!"
__ADS_1
♥️♥️♥️
Kasihan Bright nanti kurus nikah sama Anna pagi-pagi bukannya dikasih sarapan roti gandum atau buah kek, ini malah dikasih gombalan😂