Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 12


__ADS_3

Jantung Anna seperti dipompa berhadapan dengan Bright sedekat ini, dan kenapa bisa Bright memandanginya dengan tatapan lain, biasanya Bright akan menatapnya dengan tatapan menjijikkan atau tatapan penuh kebencian.


"Bright aku mau ke kamar!" Anna masih dengan memalingkan wajahnya.


"Kalau begitu aku akan antar!" Bright menggandeng tangan Anna naik ke lantai atas namun Anna malah berhenti melangkah.


"Aku ingin sendiri!"


"Aku tak izinkan kau sendiri!" Bright kemudian menggendong tubuh Anna secara tiba-tiba membuat Anna bingung dan tidak mengerti kenapa perlakuan Bright bisa baik padanya seperti saat ini.


Anna terus menatap wajah Bright yang menatap lurus ke depan, Bright menggendong tubuh Anna menaiki anak tangga satu persatu! Hingga tiba di dalam kamar Anna, kamar yang sejak pertama kali menjadikan Anna seorang istri Bright tidak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di dalam kamar ini.


Tubuh Anna bersandar di headboard ranjang lalu Bright duduk dibibir ranjangnya, dipegangnya dahi Anna oleh Bright.


"Aku ambilkan kompres dan obat demam dulu! Kau sudah makan?"


"Belum,"


"Kalau begitu biar sekalian aku bawakan makanan ke kamar mu," Bright hendak pergi namun Anna menahan tangannya, membuat Bright pun duduk kembali dibibir ranjang.


Anna tetap menggenggam tangan Bright dengan kedua tangannya, sementara Bright semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Wajah keduanya semakin berdekatan, hingga akhirnya Bright menempelkan bibirnya perlahan dibibir Anna, membuat Anna memejamkan kedua matanya untuk merasakan sentuhan bibir mereka.


Bright semakin menekan hingga ciuman itu berlanjut dan saling balas membalas. Tanpa Bright sadari bibir yang sedang dia nikmati adalah bibir wanita yang dia benci, tapi justru saat ini Bright sangat menikmatinya. Cukup lama keduanya terus berpagutan satu sama lain dan bertukar saliva. Bright melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Anna, sementara kedua tangan Anna kini sudah melingkar sempurna di leher Bright.


Setelah hampir sepuluh menit keduanya berciuman, Bright semakin merasakan adik juniornya dibawah sana mulai gelisah gundah merana, hingga terasa sesak di celana yang ia kenakan karena ukuran adik kecilnya berbeda dengan ukuran saat Bright belum mencium bibir Anna. Tak ingin sampai kebablasan, Bright pun melepaskan ciumannya.


Anna dan Bright sama-sama gelagapan setelah melepaskan ciuman itu! Keduanya tak berani saling menatap dan Bright pun segera menjauh dari Anna.


"Maaf tidak sengaja!" Bright menggaruk-garuk kepalanya padahal tidak ada yang gatal.


Sementara Anna masih memegangi bibirnya tak percaya dengan barusan yang Bright lakukan, bahkan Bright melakukannya saat ini dengan keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol atau lain sebagainya! Anna bingung kenapa bisa Bright menciumnya tapi juga senang sekali akhirnya Bright menciumnya dalam keadaan sadar.


"Anna, aku akan ambil obat dan makanan dulu!" Bright buru-buru keluar dari kamar Anna.

__ADS_1


Rasanya baru saja Bright bicara, sekarang Bright sudah ngacir jauh menggunakan langkah kaki seribu agar cepat terhindar dari Anna. Di dapur Bright menggerutu sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Sial!! Sial!! Bodoh kau Bright, kenapa kau malah mencium bibir wanita itu, ini tidak benar Bright, ingat secepatnya kau menceraikannya segera."


Bright kembali dengan membawakan makan malam lengkap dengan obat dan handuk kecil untuk mengompres Anna agar demamnya cepat turun.


"Ini kau makan sendiri lalu kompres dahi mu sendiri, karena aku tidak mungkin melakukannya!"


"Kenapa kau seperti seekor landak cepat sekali berubahnya!" ketus Anna.


"Kau saja yang baper, sudah ku bilang tadi itu ketidaksengajaan yang kedepannya tidak akan pernah aku ulangi!" Bright menaruh nampan diatas meja samping ranjang.


"Yasudah sana lagipula aku tidak usah makan atau minum obat! Bukankah kau senang jika aku sakit kemudian mati sekalipun kau tidak akan merasa kehilangan kan?" Anna mulai sewot.


"Kalau begitu lakukan sesukamu, terserah kau mau makan dan minum obatnya atau tidak! Aku tidak peduli!" Bright keluar dari kamar Anna.


"Cih, dia beneran meninggalkan kamar ini! Dia mau aku mati beneran apa? Benar-benar suami tidak berperasaan!" Anna mengutuk Bright lalu menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut agar bisa segera tidur saja.


Tap.


Tap.


"Sini cepat aku siapin!" ketus Bright.


Anna pun tak menyangka suaminya itu akan kembali lagi bahkan mau menyuapinya walaupun dengan wajah jutek dan enggan menatapnya.


"Biar ku tebak, aku ini pasien spesial kan buat mu Dokter? Kau seperti Dokter cinta yang mau menyuapi pasien spesialnya!" Anna malah cengengesan dihadapan Bright.


"Kau jangan terlalu percaya diri Anna, bahkan di rumah sakit aku sering menyuapi pasien nenek-nenek, jadi ku anggap kau seperti nenek-nenek makanya aku suapi!" Bright mulai menyendok makanan dipiring untuk Anna.


"Oh gitu, berarti kau barusan mencium nenek-nenek dong Dok? Gimana rasanya bibir nenek-nenek enak Dokter Bright? Lembut? Yumi? Pasti ketagihan ya?" goda Anna sambil memakan makanan yang disuapi oleh Bright.


"Kau ini mesum sekali si Anna! Sudah kunyah makanan mu yang benar!"

__ADS_1


Anna sudah bisa tersenyum dan mau makan dari suapan Bright, membuat Bright akhirnya lega istrinya ini tak lagi murung seperti tadi. Setelah selesai menyuapi Anna, Bright memberikan obat penurun demam untuk Anna, lalu mulai memerass handuk kecil untuk mengompres dahi Anna.


"Dok, aku engga dikasih suntikan nih?"


"Anna, kau hanya demam dan tidak perlu di suntik!"


"Tapi pengen di suntik Dok!"


"Astaga bawel sekali si Anna kau seperti burung di pagi hari berkicau terus!" Bright berdiri dari ranjang.


"Eh mau kemana Bright?"


"Tentu saja mau ambilkan vitamin, katanya tadi mau disuntik, biar aku berikan suntik vitamin saja!"


"Maunya pake suntikan itu tuh!" Anna menunjuk kearah celana Bright yang terlihat menonjol.


Bright pun mengikuti maksud jari telunjuk Anna, dan ternyata memang celana tidur yang dikenakan oleh Bright itu berbahan tipis sehingga dapat terlihat jelas jendolan mirip tikus yang berada diarea bawah.


"Anna!!!! Kau benar-benar wanita mesum!" Bright segera menutupi area bawahnya yang memang sejak ciuman tadi sudah ada dan tidak mau tenang kembali, Bright lantas keluar dari kamar Anna dengan wajah memerah.


Melihat Bright kabur dari dalam kamarnya dengan area bawah yang masih penasaran, Anna tertawa lepas! Rasanya semua kesedihan yang sejak tadi di rumah sakit mengikat pikiran dan jiwanya hilang saat sedang bersama dengan Bright.


"Bright, aku berharap suatu saat nanti kau bisa memanggilku dengan nama ku yang asli! Valeria Leciaga, aku berjanji tidak akan membiarkan Ibu dan kakakku menyentuhmu Bright! Tapi dengan keluarga mu yang lain, aku tidak tau apa aku bisa melindungi mereka juga." Anna benar-benar merasa tertekan bila mengingat Ibu dan kakaknya sejahat apa.


♥️♥️♥️


Dok suntik aja Dok kan kebetulan tuh suntikkannya udah pro banget siap buat di josss kan😅



Si iseng nih maak😁


__ADS_1


__ADS_2