
Rumah Anna dekat dengan danau, dikelilingi beberapa peternakan, ada sungai, ada banyak pepohonan. Saat musim dingin tiba, hamparan salju putih sangat menyejukkan mata.
Ibunya Anna kesulitan untuk bicara meskipun masih bisa dengan jelas dimengerti oleh Anna, namun bicaranya tidak sejelas orang normal.
Pagi ini sebelum pergi ke rumah sakit, Anna akan menyiapkan menyuapi ibunya sarapan dan menyiapkan segelas susuu putih kesukaannya.
"An-na, cepatlah menikah dan lupakan anak dari pembunuh ayahmu!"
"Mom, susah payah aku berjuang melupakannya dan kau terus menerus mengingatkan aku padanya! Tolong berhenti membicarakan pernikahan ataupun dia!"
"Anna, kalau aku mati kau akan ada yang menemani!"
"Sudahlah mom! Diminum dulu susunya!" Anna membantu ibunya meminum segelas susuu itu.
Setelah beres menyuapi ibunya, Anna pergi ke kamarnya untuk mengambil tas dan bersiap mengayuh sepeda menuju rumah sakit yang jaraknya cukup lumayan dari tempat tinggal Anna jika berjalan kaki tapi jika memakai sepeda paling hanya lima belas menit saja.
Hamparan perkebunan tersebar disepanjang jalan menuju rumah sakit, rumah-rumah disini juga cukup banyak tapi tidak terlalu ramai seperti di kota tapi juga tidak sepi seperti desa terpencil. Anna bersemangat mengayuh sepeda miliknya hingga rambut panjangnya tertiup angin sepanjang perjalanan.
Kring.
Kring.
Bunyi sepeda Anna saat sudah memasuki pasar di desa itu banyak orang yang mengenal Anna sebagai dokter cantik namun baik soalnya.
"Pagi Dokter!"
"Pagi!" Anna selalu ramah dengan mereka yang menyapanya.
Hingga tibalah Anna disebuah rumah sakit yang sudah setahun ini memperkerjakannya sebagai Dokter anak disini.
"Dokter Vale, ini jadwal pasien hari ini full Dok sampai sore!" ujar salah suster Keitlyn.
"Haduh, sepertinya aku mulai terkenal di desa ini!"
"Sedang musim dingin Dok, jadi akan banyak pasien anak-anak!"
"Oke semangat bekerja!"
Tak lama pimpinan rumah sakit yaitu Dokter James datang untuk memberikan pengumuman kepada para Dokter dan suster yang jumlahnya tidak terlalu banyak itu.
"Perhatian semuanya!"
__ADS_1
Anna dan yang lainya pun berkumpul seraya mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh pimpinan rumah sakit itu.
"Hari ini kita akan kedatangan Dokter baru di rumah sakit ini, berhubung rumah sakit ini semakin ramai oleh pasien dan semakin bagus fasilitasnya jadi pusat mengirimkan dua orang Dokter tambahan untuk membantu kita disini!"
"Syukurlah engga kerja rodi lagi, tapi kok cuma dua!" ujar salah seorang Dokter.
Ekhem..
"Memang mau mu berapa? Dua puluh Dokter, mau siapa yang gaji?"
"Dari kota ya Dok?"
"Iya dua-duanya Dokter dari kota bahkan satu laginya dari negara lain tapi sudah terbukti kualitasnya! Nanti kalian ramah-ramahlah pada dua Dokter baru itu!"
Setelah pengumuman itu semua Dokter dan suster kembali ke ruangannya masing-masing. Rumah sakit di desa ini memang tidak terlalu besar, sehingga baik suster maupun Dokter disini saling mengenal dan akrab satu sama lainnya.
Bunyi klakson mobil terdengar, mobil berwarna hitam itu menurunkan dua orang Dokter laki-laki yang masing-masing masih muda. Dialah Dokter Bright dan Dokter Jay, Dokter Jay merupakan Dokter spesialis bedah sementara Dokter Bright seperti yang kita tau merupakan Dokter umum, mereka berdua berteman baik dan ditugaskan di rumah sakit desa ini untuk membantu para Dokter yang memang kekurangan tenaga Dokter.
Tap.
Tap.
Tap.
Kedua suster yang berada ditempat administrasi bahkan sampai dibuat menganga dengan ketampanan Bright dan Jay yang melangkah dengan tubuh yang tegap dan wajah yang penuh kharisma.
"Siang, dimana ruangan Dokter James?" tanya Dokter Jay.
"Hah anu, Dokter Jay? Ada perlu apa?" tanya suster Keitlyn.
"Kami Dokter baru dari kota yang ditugaskan disini!"
Keitlyn dan satu temannya lagi saling melirik dan tak lama kemudian mengukir senyum dibibirnya sambil berkata dalam hati, saatnya jurus pepet memepet dilaksanakan.
"Mari saya antar!" Keitlyn menggibaskan rambutnya.
Membuat Jay dan Bright menghembuskan nafas secara bersamaan.
"Nah disini ruangannya Dok, oh ya perkenalkan nama sa," belum selesai Keitlyn bicara Jay dan Bright sudah nyelonong masuk kedalam ruangan Dokter James.
Keitlyn pun kesal hingga mengerucutkan bibirnya, disaat yang sama Anna lewat dan melihat Keitlyn sedang cemberut begitu.
"Ya ampun itu bibir kenapa?"
__ADS_1
"Dok, apa Dokter dari kota itu sonbong-sombong ya Dok?"
"Kenapa kok nanya begitu?"
"Itu loh Dok, tadi dua Dokter baru dari kota itu barusan datang! Mereka tampan, gagah dan euhh pokoknya kalau dijadikan bahan untuk nanti malam bikin cepet deh!"
"Hus,, ngeres mulu!"
Hehehe..
"Emang setampan itu si Dok, tapi sombongnya minta ampun! Pokoknya kalau Dokter Vale ketemu sama mereka gak usah nyapa apalagi memperkenalkan diri, engga akan direspon Dok sumpah deh!"
"Oke, aku akan ingat pesan kamu! Sekarang suster Keitlyn yang cantik dan imut, kembali kerja nanti ada pasien yang engga kedata lagi seperti kemarin aku cubit loh lambungnya!"
"Yey Dokter Vale suka banget si inget-inget kesalahan aku!"
Anna pun tertawa ringan, dan pergi meninggalkan ruangan Dokter James, padahal tadinya Anna hendak menghadap untuk minta cuti satu hari, tapi karena kedatangan Dokter baru Anna pun mengurungkan niatnya.
Siang itu Anna dan beberapa Dokter serta suster seperti biasanya akan makan di kantin yang ada didalam rumah sakit, mereka antri untuk mengambil makanan, giliran Anna yang sudah mengambil makanan dinampan stainless tersebut.
Anna hendak berjalan menuju tempat yang kosong, namun sekilas Anna melihat sosok yang sepertinya dia kenal! Anna kembali melirik pada sosok yang sudah berhasil mencuri perhatiannya!
Prang.
Nampan stainless yang berisi makanan itu jatuh dari kedua tangan Anna, saat Anna melihat siapa sosok yang saat ini berada tepat didepan kedua matanya! Sosok yang membuatnya harus bersusah payah melewati satu tahun tersulit dalam hidupnya, sosok yang sangat ingin dia lupakan dan sosok yang sangat ia rindukan sebenarnya.
Bibir Anna tidak dapat berkata-kata, bahkan untuk sekedar menyebutkan namanya saja Anna tidak bisa. Dadaanya kembali terasa sesak melihat sosok dihadapannya!
"Dokter Vale, ya ampun Dok kau tidak apa-apa kan?" suster Keitlyn merapihkan makanan Anna yang berceceran dilantai.
Anna masih terdiam, Anna melihat sekelilingnya dan semua mata tengah memandang kearahnya. Segera Anna turut merapihkan makanan yang berserakan dilantai, sebelum akhirnya petugas kantin meminta Anna untuk duduk saja biar dia yang bereskan.
"Dok, aku ambilkan air ya?"
Anna pun menganggukkan kepalanya, sementara Bright dan Jay tetap berbaris untuk mengambil makanan di kantin seperti yang lainnya, tidak ada reaksi kaget ataupun reaksi apapun yang ditunjukkan oleh Bright.
"Ini Dok, minum dulu! Ini pasti karena akhir-akhir ini Dokter lembur terus ya Dok, besok Dokter minta cuti saja untuk istirahat!" Keitlyn memberikan segelas air putih pada Anna.
Anna pun meneguk segelas air putih yang diberikan oleh Keitlyn, barulah Anna bisa bernafas lega namu tidak berani kembali melirik kearah Bright berada.
♥️♥️♥️
Cuma Valerie doang yang ketemu cowok seganteng Bright tapi romannya kek ngeliat penagih utang, ketakutan begitu 😃 Mulai sekarang Anna akan othor panggil sesuai nama aslinya yaitu Valerie ya.
__ADS_1
Pokoknya ikutin terus ceritanya ya, jangan lupa untuk Like, votenya tebar kembang juga boleh banget.