
Pada saat jam istirahat setelah makan siang, Anna memilih untuk menemui Bright didalam ruangannya.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk!"
Klek..
Dibukanya ruangan praktek Bright, dan Bright melihat sosok yang datang adalah Anna.
"Ada apa?"
"Sore ini aku izin pulang telat karena semua orang akan menjenguk Dokter James tidak enak jika aku tidak datang!"
"Baiklah, ikutlah denganku nanti!"
"Ti-tidak usah Bright!"
"Lalu kau akan mengayuh sepeda sampai di rumah Dokter James begitu?"
"Tidak begitu juga, aku bisa ikut dengan yang lain,"
"Kenapa begitu? Kau merasa tidak nyaman pergi denganku? Apa kau belum bisa melupakan ku? Kasihan sekali masih terjebak dikenangan masa lalu, tidak seperti ku yang cepat sekali untuk melupakan wanita seperti mu!"
Deg.
Lagi-lagi perkataan Bright selalu saja berhasil membuat hati Anna merasakan seperti dicambuk seribu kali.
"Aku akan ikut denganmu!" perkataan singkat Anna untuk menuntaskan semua pembicaraan ini agar hatinya tak lagi mendapatkan rasa sakit akibat lontaran kata-kata yang keluar dari mulut mantan suaminya itu.
Anna keluar dari dalam ruangan Bright lalu mengatur nafasnya agar bisa lebih bersabar menghadapi Bright. Sore harinya semua suster sift pagi dan Dokter-dokter bersama-sama pergi menuju kediaman Dokter James yang sudah beberapa hari ini tidak pergi bekerja.
Anna pun ikut dan dia pergi bersama dengan Bright. Didalam mobil, Bright sama sekali tidak mengajak Anna bicara begitu pun dengan Anna rasanya tidak mau lagi Anna mendengar Bright bicara karena setiap kata-katanya pasti akan melukai hatinya.
Setibanya di kediaman yang lumayan mewah milik Dokter James. Ibu dari Dokter James menyambut hangat kedatangan rekan-rekan kerja Dokter James.
"Selamat datang, silahkan duduk! Duduk semuanya!"
"Halo apa kabar Ibu?" sapa Dokter Jay.
"Kabar baik, yang tidak baik hanya James saja! Terimakasih ya kalian sudah datang menjenguk,"
__ADS_1
"Iya sama-sama, kami khawatir dengan kesehatan Dokter James soalnya Dokter James baru kali ini tidak masuk kerja sampai berhari-hari!" ujar suster Katlyn.
"Iya keadaannya memang mengkhawatirkan,"
Semuanya duduk di sofa ruang tamu, kemudian setelah berbincang-bincang dengan Ibunya Dokter James, mereka meminta untuk bertemu dan melihat Dokter James didalam kamarnya.
Ibunya Dokter James pun mengizinkan mereka untuk bertemu dan melihat kondisi Dokter James, namun tidak dengan Anna karena tiba-tiba Ibunya Dokter James menahan lengan Anna, sontak saja Anna tidak ikut masuk kedalam kamar Dokter James.
"Iya Bu, ada apa?"
"Dokter Vale, bisa kita bicara berdua?"
"Bisa Bu,"
Ibunya Dokter James membawa Anna ke sebuah ruangan tertutup. Di sana tangis Ibunya Dokter James pecah dihadapan Anna, membuat Anna tidak mengerti dengan keadaan ini.
"Bu, kenapa kau menangis? Ada apa?" Anna mencoba menenangkan ibunya James.
"Dokter Vale, Dokter kan tau anak ku sangat mencintai mu, sudah ratusan kali aku menjodohkan James dengan wanita lain tapi dia tetap menolak, sampai akhirnya,"
"Sampai akhirnya apa Bu?"
"Penyakit mentalnya kambuh Dok, James dulu pernah depresi saat Ayahnya ketahuan selingkuh dan pergi meninggalkan kami, dan sekarang saat ibu memaksanya untuk menikah dengan wanita lain dia kembali depresi! Tolong ibu Dokter Vale,"
"James sangat mencintai mu Dok, tolong berpura-pura lah menerima cintanya sampai dia bisa sembuh, karena mulai besok James akan mulai rutin mengunjungi psikiater,"
"Tapi maaf sekali aku tidak mencintai Dokter James Bu,"
"Iya aku tau Dok, semua orang juga tau anakku hanya cinta bertepuk sebelah tangan terhadap mu! Tapi Dok, dia sedang depresi dan terus menolak obat yang diresepkan, kalau Dokter Vale berpura-pura menerima ungkapan cintanya anakku mungkin akan cepat sembuh!"
Anna sangat kesal berada dalam situasi ini, berulang kali dia menolak tetap saja Ibunya James memaksanya berpura-pura menerima ungkapan cinta dari anaknya.
"Dokter Vale tau kan, kalau rumah sakit tempat mu bekerja adalah milik ku?"
Deg.
Lagi-lagi Ibunya James menyinggung masalah rumah sakit itu miliknya.
"Dengan sangat menyesal aku bisa saja memecat mu dari rumah sakit! Padahal permintaan ku mudah, kau hanya perlu berpura-pura menerima ungkapan cinta anakku untuk sementara waktu agar pengobatannya berhasil!"
Anna berpikir keras, dia tidak mungkin mau dipecat dari pekerjaannya sekarang hanya di rumah sakit ini Anna bisa mendapatkan gaji dan bisa mencicil hutangnya pada Bright sebelum rumah miliknya berhasil terjual.
"Baiklah Bu, aku akan berpura-pura untuk itu!"
"Terimakasih Dok, terimakasih banyak aku percaya kenapa anakku sangat mencintai mu ternyata kau memang wanita berhati malaikat, terimakasih Dokter cantik!"
__ADS_1
Anna kembali menarik nafas panjangnya! Bersama dengan ibunya James, Anna masuk kedalam kamar milik James menyusul rekan-rekannya yang sudah berada didalam kamar James.
James yang melihat kedatangan Anna langsung tersenyum wajahnya yang sejak tadi ditekuk langsung sumringah saat melihat kedatangan Anna.
"Dokter Vale, kau datang? Ku pikir kau tidak peduli padaku!"
Bright dan Jay yang melihat kedua mata keranjang James langsung mual mendengar laki-laki itu memuja Anna dihadapan mereka.
"Iya Dok, bagaimana keadaan mu?"
Anna duduk dibibir ranjang bersama dengan ibunya James. Secara tiba-tiba James memeluk Anna dihadapan semua orang. Membuat Bright memalingkan wajahnya menyaksikan Anna dipeluk oleh James.
"Dokter Vale, aku sudah menolak perjodohan itu karena aku hanya mencintai mu Dok kau tau kan?"
"I-ya aku tau, tapi tolong lepaskan dulu Dok!" Anna melepaskan pelukan James.
"Maaf-maaf Dokter Vale, aku sudah lancang memeluk mu! Sekarang kau mau kan sedikit saja untuk membuka hatimu untukku? Berikan aku kesempatan untuk membuktikan tulusnya cintaku padamu!"
Semua orang di ruangan itu sampai tidak percaya James segila ini sampai mengungkapkan perasaannya dihadapan semua rekan-rekan kerjanya. Anna pun kembali teringat dengan ancaman pemecatan itu.
"I-iya Dok, aku memberimu kesempatan itu!"
Semua rekan-rekan kerja memberikan ekspresi bahagia saat Anna akhirnya mau membuka hati untuk James karena yang mereka tau Anna sudah ratusan kali menolak ungkapan cinta James.
Bright yang mendengar Anna memberikan peluang pada James untuk mendekatinya, langsung meninggalkan kamar itu, Jay pun segera menyusul Bright.
Tangan Bright mengepal, kedua matanya memerah hatinya berderu kencang menahan amarah yang tertahan didalamnya.
"Wei Wei Bright tunggu dulu!"
"Kau marah pada Anna?"
"Untuk apa aku marah pada wanita murahan itu!"
"Wow Bright hati-hati dengan ucapan mu bukankah itu terlalu kejam untuk Anna,"
"Sudahlah jangan pernah membela wanita itu lagi dihadapan ku!"
"Kau kesal Bright? Kau cemburu? Sadarlah kawan, kau benar-benar masih mencintainya!"
"Diam kau Jay! Kau pikir aku peduli mau dia berkencan dengan laki-laki lain atau menikah dengan laki-laki lain, aku tidak peduli Jay aku hanya muak melihat wajah so sucinya!"
♥️♥️♥️
Jangan ngambek pokoknya kalau othor jarang nyapa, yang penting up banyak terus ye kan😁😁😁
__ADS_1