
Sore harinya Anna dan Bright menjemput Darrel dari rumah Larisha dan Tuan Lan, keduanya masuk kedalam rumah dan langsung disambut oleh suara teriakan kegirangan Darrel saat melihat kedua orangtuanya pulang bekerja.
"Omy, Dy," (Momy, Dady).
"Sayang udahan ya maen sama Omanya, kita pulang ke rumah yuk nak!"
"Lebih baik Darrel tinggal disini, momy jadi ada temannya lagipula kalian juga kan sibuk kerja!"
"Loh mom, kan kita sore juga udah ada di rumah! Lagian kita udah bayar pengasuh,"
"Ya sudah kalau begitu, Anna ingat apa yang aku katakan kemarin!"
"Iya mom, aku akan selalu mengingat pesan darimu,"
"Pesan apa?"
"Hanya mengingatkan aku untuk selalu jujur dan padamu Bright,"
Anna dan Bright pun pergi meninggalkan kediaman Larisha. Setelah keduanya pergi dari rumah Larisha, buru-buru Larisha menelpon anak buah Tuan Lan yang selama ini terus mengikuti kemana pun Bright pergi, bahkan anak buah Tuan Lan lah yang memberitahukan Larisha dan Tuan Lan bahwa Anna kerap diintai untuk kembali bergabung dengan group brotherhood.
"Hallo,"
"Hallo Nyonya,"
"Kau masih disekitar rumah anakku?"
"Iya masih Nyonya sesuai dengan perintah darimu!"
"Apa orang yang mengincar Anna masih terus mengintai rumah mereka?"
"Masih Nyonya, mereka masih mengawasi rumah Tuan Bright dan sesekali menelpon seperti sedang merencanakan sesuatu!"
"Kurang ajar! Apa si sebenarnya yang mereka mau, selama Bright tidak lepas dari Anna pasti anak dan cucuku akan ikut kena getahnya." geram Larisha.
"Bagaimana Nyonya, apa kita perlu bergerak sekarang?"
"Jangan, tunggu perintah dari suamiku nanti! Kau jangan sampai lengah,"
"Baik Nyonya!"
Larisha menutup teleponnya, dan hatinya masih tidak bisa menerima sepenuhnya Anna di keluarga Limson, Larisha mengkhawatirkan keselamatan cucu dan anaknya jika terus harus terlibat dengan Anna maka mereka tidak pernah akan aman.
Keesokan harinya!
Anna dan Bright seperti biasa akan pergi bekerja pagi-pagu sekali, sementara Darrel akan tinggal di rumah bersama dengan Ellina pengasuhnya.
"Kiss bye sama momy dan Dady dulu Rell!" kata suster Ellina.
"Emuah, babay," Darrel melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Dah sayang!" Anna dan Bright pergi bekerja tanpa tau musuhnya sedang mengincar anak semata wayang mereka.
"Darrel mau jalan-jalan sama suster?"
"Mau, atu mau aen ola cus," (Mau, aku mau maen bola sus).
"Ya udah kita ke halaman depan rumah yuk! Sebentar suster ambil bolanya dulu ya!"
Suster Ellina pun mengambil bola terlebih dahulu, setelah itu dituntunnya Darrel untuk bermain di halaman depan rumah. Melihat Darrel hanya tinggal berdua dengan pengasuhnya, orang dari group brotherhood pun mulai menelpon untuk melancarkan aksinya.
Tak ingin kalah cepat anak buah Tuan Lan pun segera menghubungi Larisha.
"Hallo,"
"Iya hallo, ada apa lagi?"
"Nyonya sepertinya mereka mengincar Tuan muda Darrel, aku sudah meminta bantuan pada ketua untuk mengirimkan bantuan kesini!"
"Berani-beraninya mereka mengincar cucuku! Aku akan menghubungi suamiku, dan kau jangan sampai mereka lolos!"
"Baik Nyonya!"
Larisha akhirnya menghubungi Tuan Lan dan mengatakan bahwa group brotherhood mengincar Darrel, Tuan Lan sangat marah dan langsung meninggalkan perusahaannya untuk ikut menghabisi group brotherhood yang sudah berani mengincar cucunya.
Terlihat banyak sekali anggota group brotherhood yang berdatangan disekitaran tempat tinggal Bright, dan anak buah Tuan Lan masih belum bisa bergerak sendirian dia lebih memilih menunggu bantuan dari ketua, lagipula anehnya para anggota group brotherhood itu justru belum melakukan pergerakan apapun.
Kring..
Kring..
Bright yang sedang mengemudikan mobil belum jauh dari kediamannya segera mengangkat telepon dari Larisha.
"Hallo mom, ada apa?"
"Bright kau dimana?"
"Di jalan mom, mau berangkat ke rumah sakit,"
"Bright, cepat putar balik ke rumah mu Darrel dalam bahaya, group brotherhood itu dibentuk kembali dan mereka mengintai rumah mu!"
"Apa? Tapi dari mana momy tau itu?"
"Jika kau tidak percaya tanyakan itu pada istri mu dia tau kalau group brotherhood itu dibentuk kembali, dan anak buah Dady yang momy perintahkan berjaga setiap hari di rumah mu mengabarkan jika mereka mengincar Darrel,"
Bright langsung mengerem mobilnya lalu melirik Anna menuntut penjelasan.
"Bright kenapa? Ada apa Bright?"
"Kita kembali ke rumah! Anna bisa-bisanya kau tidak berterus terang padaku kalau group brotherhood itu kembali dibentuk,"
__ADS_1
"Apa momy mengatakan itu padamu?"
"Ya, dan bukan hanya itu saja momy bilang Darrel diincar oleh mereka,"
"Apa Darrel, bagaimana ini Bright? Aku tidak menyangka mereka akan terus melakukan hal ini, aku sudah berusaha menghindar dari mereka Bright,"
"Seharusnya kau katakan apapun itu padaku Anna!" Bright mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke rumahnya.
Tuan Lan dan bantuan anggota group Limson pun mulai berdatangan, namun ada yang aneh satu persatu personil group brotherhood itu pergi meninggalkan area itu.
Hingga yang tersisa hanya dua orang saja, itupun mereka hanya mengawasi dari jauh.
"Mana mereka?" tanya Tuan Lan.
"Tadi banyak sekali anggota group brotherhood disini Tuan, tapi mereka pergi satu persatu meninggalkan daerah ini!"
"Mungkinkah mereka mengetahui bahwa group Limson berjaga disini?" Tuan Lan merasa bingung.
Bahkan Darrel dan susternya terlihat ceria bermain di halaman rumah tanpa gangguan apapun dari group brotherhood, tak berselang lama Anna dan Bright tiba di dekat kediamannya dan melihat banyak anggota group Limson serta Tuan Lan tengah berkumpul.
Bright dan Anna pun turun dari mobil, mereka juga melihat Darrel dan susternya dari kejauhan sedang asik bermain tanpa ada gangguan sama sekali.
"Dad kau disini?"
"Iya Dady mendapatkan kabar dari anak buah Dady yang berjaga di sekitar sini kalau Darrel diincar,"
"Benar kok Tuan, bahkan tadi banyak sekali anggota group brotherhood yang tiba disekitar sini,"
"Lalu kemana mereka? Dan apa mereka ada yang mendekati rumahku?"
"Tidak ada Tuan, mereka hanya diam dan kemudian pergi hanya tinggal dua orang yang mengawasi dari dalam mobil itu!" anak buah Lan menunjuk mobil berwarna hitam.
Namun mobil itu pun pergi meninggalkan lokasi kediaman Bright.
"Apa ada yang punya motor?" tanya Anna pada anggota group Limson.
Kebetulan satu orang membawa motor gede berwarna hitam. Anna meminta kunci motor itu lalu segera memakai helmnya.
"Anna kau mau kemana?"
"Kau bawa Darrel ke tempat aman Bright, dan yang lain menyusul lah dengan mobil!"
"Ada apa Anna?" tanya Tuan Lan semakin bingung.
"Ini jebakan Dad, target mereka bukan Darrel! Mereka sengaja membuat kita sibuk disini hingga kita lupa bahwa momy Larisha sendirian tanpa pengawalan siapapun, aku tidak punya waktu lagi!"
Anna langsung melesat mengendarai sepeda motor gede itu.
Tuan Lan pun baru tersadar dan buru-buru naik kedalam mobil begitu juga dengan anggota group Limson lainnnya, sementara Bright membawa Darrel dan pengasuhnya ke rumah sakit saat ini rumah sakit adalah tempat yang cukup aman untuk Darrel.
__ADS_1