
Sementara itu di Jerman!
Kediaman cukup mewah rumah milik Ibunya Anna, dengan dikelilingi dinding tembok berwarna putih dan halaman yang sangat luas, dijaga ketat oleh beberapa orang anggota group brotherhood.
Anna disekap layaknya seorang tahanan didalam jeruji besi ruang bawah tanah rumah itu! Setelah menjalani perawatan akibat luka tembak, Ibunya Anna mengurung Anna diruang bawah tanah, sehingga Anna tidak bisa bertemu dengan Bright.
"Sampai kapan mom? Sampai kapan kegilaanmu ini?"
"Sampai aku bisa mengambil alih group Limson, dan membunuh seluruh keluarga Alan Limson!"
"Lupakan semua dendam mu yang tak berujung ini mom, Bright adalah suamiku kau harus terima itu!"
"Heh anak bodoh! Aku menyuruhmu mendekati laki-laki itu, bukan untuk mencintainya tapi untuk memudahkan mu membunuh seluruh keluarga Alan Limson!"
"Aku mencintai Bright, dan aku akan melindunginya sampai kapanpun!"
Hahahaha...
Ibunya Anna tertawa renyah mendengar Anna akan melindungi Bright.
"Bisa apa kau Anna, kau akan dikurung didalam sel ini sampai aku menghabisi seluruh keluarga Alan Limson, dengan begitu Ayahmu dapat tersenyum lega di surga sana!"
"Aku mohon mom, lepaskan aku! Aku ingin bertemu Bright, sudahi semuanya!" Anna menangis tersedu-sedu.
"Sudahi kau bilang? Anna, kakak mu tewas oleh group Limson dan kau bilang sudahi?"
"Itu semua salahmu mom, kakak tewas karena keegoisan mu, karena dijadikan boneka olehmu untuk membalas dendam sialan itu,"
Namun Ibunya Anna memang berhati keras sekeras batu! Dihatinya hanya ada dendam dan haus akan kekuasaan, tanpa peduli perasaan anaknya.
"Awasi anak itu, jangan pernah biarkan dia keluar dari sel ini!"
"Baik Nyonya?"
Ibunya Anna pergi entah kemana, karena dia tak lagi berdiam diri di rumah yang cukup mewah untuk ditinggali.
Anna berpikir keras agar dirinya bisa segera bebas dari sel sialan ini, sementara didepan sel dua orang anggota brotherhood masih betah berjaga.
Sedangkan Domanick yang memiliki titisan mafia dan memiliki otak cerdik asal diimingi oleh harta atau wanita pasti dia akan bergerak sat set sat set untuk menjalankan perintah orangtuanya, tidak butuh lama baginya untuk mendapatkan informasi keberadaan Anna atau lebih tepatnya kediaman Ibunya Anna, saat ini bahkan mobilnya sudah terparkir disekitaran rumah Ibunya Anna.
Domanick melihat didepan gerbang banyak anggota group brotherhood yang sedang berjaga, dan itu berarti Domanick harus sangat hati-hati untuk bisa masuk kedalam sana. Domanick berusaha mencari jalan lain, setidaknya dia jangan sampai melewati gerbang utama karena disana dijaga oleh beberapa orang, Domanick harus mencari jalan lain.
Didalam sel, Anna mulai melancarkan idenya agar bisa keluar dari sel ini.
"Hei kalian, aku ingin buang air cepat buka selnya!"
__ADS_1
Kedua penjaga itu saling melirik, karena perintah ibunya Anna jelas melarang mereka membuka pintu sel.
"Maaf tidak bisa nona!"
"Lalu apa aku harus buang air disini?"
Salah seorang penjaga mencari sesuatu, penjaga itu pun mengambil piring yang terbuat dari seng agar Anna bisa buang air dipiring seng tersebut. Anna merasa kebebasannya semakin dekat, penjaga yang memiliki pistol dan kunci sel dipinggangnya itu kemudian memasukkan tangannya yang memegangi piring seng kedalam sela-sela sel dan saat itulah Anna menarik kencang tangannya hingga wajah dan tubuh si penjaga itupun menempel dengan sel, Anna langsung menekuk tulang tangan penjaga itu hingga patah.
Aaaaaa....
Tangan Anna langsung merogoh pistol si penjaga, dan menembakkan pistol itu pada penjaga yang satunya lagi yang hendak menolong penjaga yang masih dipelintir tangannya oleh Anna.
Dor..
Aaaaa..
Satu penjaga itu pun terkapar dilantai, Anna yang masih menahan tangan penjaga satunya, segera menodongkan pistol pada penjaga itu!
"Cepat buka kuncinya atau kedua tanganmu aku patahkan!"
"Ba-baik nona," penjaga itu menggunakan satu tangannya untuk membuka kunci sel tersebut.
Anna akhirnya berhasil keluar dari sel, diikatnya kedua penjaga itu untuk menggantikan Anna menjadi penghuni didalam sel!
Tugas Anna belum usai sampai disitu karena anggota group brotherhood banyak berkeliaran disekitar rumah milik ibunya. Anna berjalan perlahan dan melumpuhkan satu persatu anak buah ibunya, tanpa mengundang perhatian anggota group brotherhood yang masih belum menyadari adanya kekacauan.
Anna lanjut berjalan menuju depan rumah namun meskipun sudah lewat samping rumah tetap saja banyak anggota brotherhood yang berjaga.
"Nona Anna, anda tidak boleh melarikan diri!" salah seorang anak buah brotherhood memergoki Anna.
Hiya...
Anna bertarung dengan anak buah ibunya, namun hal itu berhasil memancing anggota brotherhood yang lain, sehingga mau tidak mau Anna harus segera berlari untuk menjauh, pada saat Anna berlari menuju belakang rumahnya, seseorang menarik tangannya dan masuk dibelakang tembok sambil mendekap mulut Anna.
"Husss!"
"Kau?"
"Lewat samping kiri, karena disamping kiri aku sudah membantai anak buah ibumu!"
"Untuk apa mempercayai orang yang sudah menembakku, Nick!"
"Halah itu kesalahan kecil!"
"Kecil? Kau tau berapa banyak jahitan yang harus aku rasakan?"
__ADS_1
"Aduh Anna bisa tidak ngomelnya nanti saja, aku lebih pusing mendengar ocehan wanita daripada pusing menghadapi para cecunguk itu!
Dor.
Dor.
Domanick menembak satu persatu anak buah brotherhood yang tadi mengikuti Anna, sisanya Anna dan Domanick bekerjasama menghajar mereka. Setelah itu keduanya berlari lewat samping rumah mewah itu hingga sampailah mereka di tembok tinggi samping kiri kediaman mewah Anna.
"Cepat naik ke bahuku!" Domanick menundukkan tubuhnya.
"Bagaimana jika kau mengintip ku?"
"Astaga Anna, aku tidak naf su padamu!"
"Awas kau ya, pejamkan matamu!"
"Dasar wanita bawel sekali, yasudah aku pejamkan mataku!"
Anna pun segera menaiki bahu Domanick, untuk memanjat tembok tinggi rumahnya itu, sementara Domanick harus menahan berat badan Anna karena Anna memanjat lewat bahu Domanick tentunya dengan memejamkan kedua matanya.
"Kau berat sekali Anna, seharusnya Bright tidak perlu membeli kasur lagi!"
"Nick kau bodyshaming namanya!"
"Makanya cepat!"
Anna pun berhasil memanjat lalu membantu Domanick dengan cara menarik tangan Domanick hingga Domanick pun berhasil memanjat, keduanya loncat bersamaan lalu segera berdiri tertatih-tatih menuju mobil Domanick yang sejak tadi terparkir disana.
"Ah sit, kakiku sakit sekali!"
"Cepat jalan Nick!"
"Iya bawel!"
Domanick segera melajukan mobilnya sementara group brotherhood berusaha mengejar keluar rumah namun mobil Nick sudah terlanjur melaju jauh.
"Kalau bukan demi harta yang dijanjikan Dady, aku tidak mau masuk ke kandang macan itu!"
"Ya aku si maklum, buaya takut sama macan,"
"Heh Anna, kau harusnya berterimakasih pada iparmu ini bukan malah mengataiku buaya,"
"Lebih tepatnya ipar yang menembakku! Kau hampir membunuhku Nick,"
"Ah sudahlah, wanita memang tidak mau disalahkan!"
__ADS_1