
Tuan Lan, Larisha dan Anna tiba di rumah sakit, disana Bright bersama dengan pengasuh Darrel menunggu didekat pintu masuk karena khawatir dengan keadaan Larisha dan Anna.
Mereka pun turun dari mobil, Bright langsung menghampiri Anna dan memeluknya.
"Anna maafkan aku, lagi-lagi aku tidak bisa melindungi mu dan membiarkan mu dalam bahaya terus!"
"Aduh Bright nanti saja peluknya!"
"Anna kau terluka, kita obati sekarang!" Bright meraih tangan Anna dan melihat Larisha baik-baik saja, Bright pun memberikan pelukan suku kepada ibunya.
"Mom aku lega kau tidak apa-apa,"
"Semua berkat istrimu Bright, dia sangat berani menyelamatkan momy sendirian,"
"Kalau begitu terimalah Anna mom, jadikan dia keluarga group Limson seutuhnya, jangan kau lihat masa lalu istriku,"
"Tentu!"
"Dad aku minta maaf juga padamu, karena aku tidak seperti Nick yang ahli dalam bertarung aku bahkan tidak pandai dalam bisnis,"
"Kau tidak memakai rok saja kami sudah lega Bright,"
"Dad come on aku tidak seloyo itu!"
"Terima kenyataan bahwa memang Anna lah yang perkasa sedangkan kau lemah lembut, jadi untuk cucu opa tersayang Darrel kalau sudah besar belajar bela diri dengan momy mu ya nak, jangan dengan Dady mu bahaya!"
Hahahaha...
Tuan Lan sangat girang meledek Bright dan mengatainya laki-laki lemah lembut.
Bright dan Anna pun hanya geleng-geleng saja dengan selera humor Tuan Lan, anak sendiri terus dibuat bercandaan.
Sementara di sebuah rumah mewah dengan fasilitas super lengkap Leya baru saja turun dari lantai atas rumahnya, dilihatnya Jay tengah melamun di meja makan, Leya paham betul apa yang membuat Jay sampai melamun dan tidak nafsu makan belakangan ini.
Yang Leya tau, kini wanita yang dicinta oleh Jay hadir kembali dalam hidupnya dan bekerja di rumah sakit yang baru dibeli olehnya.
"Makanan itu untuk dimakan bukan untuk diliatin terus!"
Suara Leya membuat Jay tersadar dari lamunannya.
"Sejak kapan kau disitu?"
__ADS_1
"Sejak kau melamun,"
"Mau sarapan bersama?" tanya Jay.
"Boleh, sebelumnya aku ingin bicara penting denganmu Jay!"
"Bicara penting tentang apa?"
"Katlyn, wanita yang kau cintai dan kau campakkan,"
"Aku tidak ingin membahasnya,"
"Jay sudah cukup kita menyiksa diri kita masing-masing seperti ini!"
Jay pun menoleh kearah Leya namun masih belum mengerti arti dari ucapannya itu.
"Maksudmu?"
"Aku dulu sangat membenci mu, aku juga terlalu banyak memperlakukan mu dengan sangat buruk, tapi kau dengan sabarnya tetap mendampingiku! Aku berterimakasih untuk itu, tapi Jay pernikahan bukan hanya pribadi yang tinggal berdua dalam satu atap tapi juga butuh cinta didalamnya dan kita tidak punya itu,"
"Aku sudah berjanji pada mendiang kedua orangtuamu untuk menjagamu Leya, aku juga sudah berusaha melupakan Katlyn dan berusaha mencintaimu,"
"Leya, jangan bicara sembarangan seperti itu,"
"Jay kejarlah cintamu, kau tidak akan bisa mencintai ku Jay begitu juga denganku karena aku masih berharap orang yang membuatku hamil bahkan melahirkan bayi secantik Sabi kembali datang padaku!"
"Leya aku, aku sungguh minta maaf tapi kau benar sekeras apapun aku berusaha mencintaimu aku tidak mampu Leya! Aku mencintai Katlyn maafkan aku Leya, aku benar-benar suami brengsekk," Jay mengusap kasar wajahnya.
"Belum terlambat, kita urus bersama-sama perceraian kita! Kau setuju?"
"Tapi jika dewasa nanti Sabi belum juga menemukan ayah kandungnya, katakan saja akulah ayah kandungnya karena aku sudah menganggap Sabi adalah anak kandung ku sendiri, kapanpun kalian membutuhkan aku, aku pasti akan datang,"
Leya pun menganggukkan kepalanya, rasanya lega sekali mengakhiri sebuah pernikahan dengan damai demi kebaikan bersama.
Dari hari ke hari Larisha dan Anna semakin kompak membesarkan Darrel bersama-sama, bahkan Larisha sampai rela menetap di Jerman agar bisa selalu bersama-sama dengan Anna dan Darrel, Tuan Lan masih sibuk dengan bisnis-bisnisnya sementara Bright betah dan nyaman diposisinya sebagai Dokter umum.
Di rumah sakit!
Anna dan Katlyn sedang berjalan beriringan setelah makan siang diluar, sambil bercerita hal-hal lucu atau sekedar bercerita drama yang sudah mereka tonton, dihadapan mereka Jay berdiri namun belum berani menyapa.
Seperti biasanya Katlyn hanya akan membungkukkan kepalanya lalu setelahnya langsung memalingkan wajahnya, sekedar menghormati Jay sebagai pimpinan rumah sakit disini.
__ADS_1
"Kat, sudah cukup lama loh Jay bercerai dengan Leya demi dirimu apa tidak ada kesempatan lagi untuk Jay?"
"Tidak An, rasanya terlalu sakit ditinggalkan dihari pertunangan kita sendiri!"
"Iya itu si terserah padamu Kat, tapi jika hatimu sudah tidak sanggup menahan perasaan yang aku yakin perasaan itu masih untuk Jay, bicaralah dengannya!"
"Tidak An, aku tidak mau bicara padanya!"
Anna adalah sahabat dekat Katlyn jadi dia tau bahwa didalam hati Katlyn masih tersimpan satu nama yaitu Jay, hanya saja rasa kesal atas kejadian itu membuat Katlyn enggan mengakui perasaannya.
2 bulan kemudian!
Katlyn berjalan sendirian, lalu mendapati segerombolan orang dengan memakai kaos berwarna putih dilantai satu rumah sakit salah seorangnya bahkan menghampiri Katlyn dan memintanya untuk merekam aksi mereka, Katlyn pun mau melakukannya diraih ya handphone itu dan mulai merekam segerombolan itu.
Orang-orang dengan kaos putih itu kompak menghadap kebelakang dan dari masing-masing kaos yang mereka pakai, memiliki satu huruf yang bila disambungkan menjadi ( Will you marry me suster Katlyn ).
Sontak saja Katlyn tercengang dan melihat sekelilingnya tengah tersenyum pada Katlyn, tak lama kemudian Jay muncul dari arah belakang dengan membawa kotak berisi cincin berlian, dihadapan semua orang Jay berlutut dihadapan Katlyn dan menyatakan perasaannya.
"Astaga Dokter Jay, apa yang sedang kau lakukan! Bangun! Aduh aku malu, ya ampun!" Katlyn menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku tidak akan bangun sebelum kau menerima lamaran ku, I love you suster Katlyn!" teriak Jay.
"Iya iya bangun dulu, astaga aku benar-benar malu!"
"Iya kau menerima ku?" tanya Jay.
"Iya, yasudah cepat bangun!"
Jay pun langsung berdiri sambil tersenyum lalu memakaikan cincin berlian itu dijari manis Katlyn.
"Jay, aku takut kau akan meninggalkan aku la,"
Belum selesai Katlyn bicara, Jay sudah menyambar bibir Katlyn menye sapnya dengan lembut dihadapan semua orang. Termasuk Anna dan Bright yang juga sudah tau rencana Jay akan melamar Katlyn dihadapan semua orang, mereka yang melihat memberikan tepuk tangan untuk Katlyn dan juga Jay.
♥️♥️♥️
Wah akhirnya bisa menyelesaikan novel ini meskipun temponya terburu-buru tapi setidaknya novel ini maak selsaikan tanpa menggantung kek jemuran,
Terimakasih banyak untuk yang berkenan mengikuti novel ini sampai sekarang benar-benar Tamat.
Sampai bertemu di lain waktu lagi ya sayang-sayangku 🙏🙏
__ADS_1