
Jay pun sampai geleng-geleng kepala, mendengar cerita hidup Anna bisa tragis seperti itu dan Bright selama ini membencinya tanpa tau apa yang dilewati oleh Anna itu sangat berat.
"Kasihan sekali Anna, aku mau telepon Bright dan mengatakan semuanya!" Jay merogoh kantong hendak mengambil ponsel.
"Jay, nanti saja beritahu secara langsung mana enak si ngobrol ditelepon, lagian kan kita lagi disini sama Anna kalau dia dengar aku yang dia hajar karena sudah bocor,"
"Iya juga si!"
"Ngomong-ngomong kata suster Merry tadi pagi ada wanita hamil tua yang mencari mu Jay, itu siapa?"
"Hah? Wanita hamil tua ya," Jay menggaruk-garuk hidungnya padahal tidak ada yang gatal.
"Iya siapa Jay, kau mengenalnya?" Katlyn penasaran.
"Oh itu, namanya Leya dia sepupu ku lagi liburan sama suaminya di Desa ini,"
"Oh sepupu, kenalkan dong Jay sama aku katanya kau mau serius denganku, masa aku tidak dikenalkan dengan sepupu mu!"
"Iya nanti ya sayang, kita ke sana lagi yu ga enak udah kelamaan kita ngobrol berdua!"
Malam harinya ke empat orang di cafe itu baru pulang ke rumah masing-masing, Jay mengantar Katlyn pulang dan James mengantar Anna pulang, setibanya didepan wohnung terlihat mobil Bright berada didepan gerbang.
"An, itu kayanya mobil Dokter Bright dia mau nagih hutangnya padamu apa An?"
"Iya sepertinya, karena aku masih ada sisa hutang sedikit lagi dan bayarnya cicil dengan yang cash,"
"Ya sudah aku ikut turun ya buat menawarkan aku yang akan lunasi hutang mu!"
"Tidak usah, ini biar jadi urusan ku kau pulang saja James,"
"Oh yasudah deh, salam untuk Dokter Bright!"
"Iya," Anna pun turun dari mobil James.
__ADS_1
Bright yang sejak tadi sore menunggu Anna, langsung menghampirinya begitu melihat Anna turun dari mobil.
"Giman kau senang pergi dengan James?"
"Ada apa lagi? Hutangku sudah lunas kan?"
"Besok kencan yuk sampai malam?"
"Hah?"
"Aku juga mau kencan denganmu, kangen An," Bright menatap wajah Anna dengan tatapan sendu.
"Besok aku akan pergi dengan James lagi, jadi tidak bisa Bright!"
"Kalau begitu aku akan tetap menunggu, aku akan lihat kau lebih memilih pergi dengan James atau pergi menemuiku!"
"Silahkan saja terserah dengan apa yang mau kau lakukan,"
"Ya sudah aku pulang ya An, tadi sejak sore aku menunggumu disini badanku sudah lengket belum mandi,"
Bright kembali kehadapan Anna, sementara Anna menatapnya diam pikirnya kenapa Bright balik lagi?
Cup..
Sebuah ciuman mendarat dibibir Anna hingga beberapa saat Bright menempelkan bibirnya dengan bibir Anna, dia nikmati untuk beberapa saat rasa yang tercipta dari ciuman itu, hingga setelahnya dilepaskannya bibir Anna! Bright membersihkan sisa-sisa saliva dibibir Anna oleh jarinya.
"Ini hanya milikku ya An, jangan ada orang lain yang menyentuhnya! Aku pulang, kau istirahat ya Anna,"
Bright pergi setelah mencium bibir Anna, sementara Anna masih terdiam membisu hingga mobil itu menghilang dari pandangannya.
"Astaga Anna, kenapa si engga bisa gitu menghindar? Kenapa selalu saja ketika Bright menyentuh ku, tubuh ini malah menerimanya." Anna merutuki dirinya sendiri.
Keesokan harinya Bright tiba di rumah sakit, hari ini banyak pasien yang mengantri hingga Bright sangat sibuk dan tidak bisa ditemui, begitu juga dengan Jay padahal Jay ingin mengatakan hal penting itu pada Bright.
__ADS_1
Jam makan siang pun Jay dan Bright tidak makan bersamaan jadi keduanya tidak bertemu! Hingga sore harinya, Jay tidak mendapati mobil Bright di rumah sakit ini, Jay pun merogoh handphone disaku jasnya.
"Hallo Bright, kau dimana?"
"Aku sedang diperjalanan mau ke cafe kencan dengan Anna,"
"Aku ingin mengatakan sesuatu Bright,"
"Yasudah katakan saja!"
"Kau di cafe apa biar aku menyusul?"
"Oke cafe tempat kemarin kalian double date,"
"Tunggu, aku kesitu sekarang!" Jay pun segera masuk ke mobilnya untuk menyusul Bright.
Bright sudah tiba di cafe tempat kemarin Anna kencan dengan James, entahlah Anna akan datang atau tidak tapi Bright memutuskan untuk menunggunya. Tidak lama kemudian, Jay datang dan mencari tempat duduk Bright, sampai akhirnya Bright melambaikan tangan pada Jay.
"Nah itu dia!" Jay segera menghampiri Bright.
"Ada si bro?"
Jay duduk kemudian langsung ke inti pembicaraan.
"Gini Bright, kemarin si Katlyn keceplosan bicara kalau Anna sempat hamil anak kalian usia kandungannya udah masuk 8 Minggu!"
"Ga mungkin Jay, Anna engga bilang apapun padaku!" Bright sangat terkejut.
"Iya memang Anna belum mau bicara padamu Bright, tapi ini semua ulah Ibunya mendiang ibunya sayko Bright!"
"Ceritakan semua yang kau tau Jay!"
Jay menceritakan semuanya pada Bright, membuat wajah Bright terus berkeringat dingin mendengarkan separah itu penderitaan Anna dan dia hadapi itu sendirian, Bright sangat membenci dirinya sendiri saat tau kalau dia hampir mempunyai anak , Bright merasa sangat tidak berguna sebagai seorang suami maupun sebagai seorang ayah karena tidak bisa menjaga anak dan istrinya disaat Anna membutuhkannya.
__ADS_1
"Cu-cukuo Jay, aku tidak sanggup lagi mendengarnya!" Bright memegangi dadanya, kedua matanya sudah memerah mendengar semua penderitaan Anna sampai kehilangan bayi mereka.
"Asli Bright, kau harus membahagiakan Anna sampai aku sendiri merinding mendengar Katlyn menceritakan itu, Ibunya benar-benar engga punya hati nurani demi tidak lahirnya keturunan group Limson anaknya dibuat keguguran dan Anna merangkak sendirian untuk menyelamatkan bayi kalian, Ibunya malah terus berusaha memijat-mijat perut Anna agar Anna benar-benar keguguran, kan sayko itu namanya!" Jay jadi ikut emosi sejak kemarin.