Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 30


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, kedua mata Bright mulai terbuka, selama tiga hari ini Bright memanglah tidak sadarkan diri akibat luka tembak yang dia derita.


"Anna!"


Bright meneriakkan satu kata ketika dia tersadar dari tidur panjangnya! Larisha yang berada disofa ruang perawatan sambil tertidur langsung mengerjapkan kedua matanya mendengar suara Bright.


"Bright kau sudah sadar!"


"Mom, mana Anna?" Larisha memeluk putranya itu agar Bright bisa lebih tenang.


Tak berselang lama, Tuan Lan dan Domanick datang membawakan makanan untuk Larisha.


Tuan Lan dan Domanick yang membuka pintu dan melihat Bright sudah sadar bahkan duduk dan dipeluk oleh Larisha, segera menghampiri keduanya.


"Bright kau sudah sadar! Bagiamana apa masih sakit?"


"Dad, aku harus mencari Anna,"


"Cukup Bright, lupakan wanita yang memiliki darah group brotherhood itu dan jalani hidupmu yang baru tanpa wanita itu!"


"Tidak dad, aku akan mencari Anna! Dia istriku, dan kalian semua harus menerimanya,"


"Apa kau tidak lihat wajah ibumu itu Bright, lihat wajah ibumu betapa dia trauma ketika menyangkut tentang group brotherhood! Kau tidak kasihan pada momy?"


"Dad, tapi Anna sudah menyelamatkan kita dad! Dia tidak jahat, percaya padaku! Kalau kau tidak percaya, kau bisa bertanya pada ketua, dia tau Anna bukan wanita jahat!"


Tuan Lan pun menghela nafas mendengar Bright terus menerus menyebutkan nama Anna.


"Aku akan kembali ke Jerman, aku yakin Anna ada di rumahku!" Bright melepaskan infusan ditangannya, lalu mengganti pakaiannya dengan kaos biasa.


"Bright, momy mohon lupakan Anna nak, dia berbahaya!"


"Momy tidak berhak mengatakan itu, momy sama sekali tidak mengenal Anna mom!"


"Heh kutu buku! Kau lihat momy menangis seperti itu, kau tega?" Domanick mencecar Bright.


Bright pun menatap kearah Larisha, dilihatnya wajah Larisha yang sudah dibanjiri oleh air mata.


"Bright jangan sampai aku menghajar mu!" Domanick menegaskan kembali.


Bright pun serba salah, melihat Larisha berurai air mata karenanya, membuat Bright terpaksa menunda kepulangannya ke Jerman..


Hari itu Bright sudah diperbolehkan pulang ke rumah, mereka membawa Bright ke rumah dan Tuan Lan akan segera mengurus perpindahan Bright ke negara ini.


Hari ke hari Bright hanya terus murung, padahal beberapa rumah sakit sudah meminta Bright bergabung sebagai Dokter di rumah sakit mereka, namun Bright masih betah berdiam diri didalam kamarnya.


Bright sangat jarang berbicara, dia hanya melamun dan sesekali menangis membuat Tuan Lan dan Larisha akhirnya menyerah juga. Tuan Lan dan Larisha menemui Domanick yang sedang berkemas hendak kembali ke Jerman.


"Nick, Dady punya tugas untukmu!"

__ADS_1


"Berapa?"


"Berapa apanya?"


"Berapa upah yang kau tawarkan untuk tugas yang akan kau Bebani terhadapku dad?"


Bughtt..


Satu tendangan mendarat di bokong Domanick oleh kaki Tuan Lan.


"Kau ini matre sekali jadi laki-laki!"


"Aku bukan matre dad, tapi realistis!"


"Nick, momy dan Dady serius loh ini,"


"Iya apa momy ku tersayang? Momy mau minta tolong apa?" Domanick memeluk Larisha.


"Momy minta kau cari tau dimana Anna berada, bawalah dia kemari!"


"Hah? Ini gila mom, aku saja tidak tahu apakah gadis itu masih hidup atau sudah mati akibat tembakan itu!"


"Nick, momy minta tolong! Kau tidak lihat keadaan saudaramu yang terus melamun, dan hanya diam didalam kamarnya!"


Domanick melirik kearah Tuan Lan.


"Saham perusahaan ya, tambahin lah dad ini tugas berat loh," Domanick bernegosiasi.


"Kau ini anak kintir memang!" hendak menjitak kepala Domanick.


"Anakmu dad, aku ini anakmu bukan anak kintir! Jadi bagaimana kau setuju dad?"


"Yasudah dad, turuti saja pemeras ini!"


"Mom, kau kejam sekali mengatakan aku seorang pemeras,"


"Baiklah Dady akan memberikan mu saham perusahaan tambahan, tapi ingat kau harus berhasil mengetahui keberadaan Anna, dan kau harus mencari tahu apa benar Anna adalah gadis yang baik dan tidak pernah terlibat dalam rencana brotherhood!"


"Coba dad kau bayangkan, berapa banyak wanita yang aku lewatkan demi menyelidiki si anak group brotherhood itu?"


"Nick!" Tuan Lan sudah sangat gemas ingin menjitak kepalanya.


Domanick selesai mengemas seluruh pakaiannya kedalam koper.


"Lagipula aku heran dengan Dokter kutu buku itu, kenapa dia selalu saja berhubungan dengan wanita trouble maker, dulu Jennie sekarang Anna! Dia Dokter tapi bodoh memilih pendamping!"


"Kau tidak berhak mengatakan itu, kau saja tidak becus mendapatkan pendamping hidup hingga saat ini!" sindir Larisha.


Hahaha..

__ADS_1


"Benar itu mom, ngakunya paling tampan paling mempesona tapi belum laku juga!"


"Wow dad, kau tidak tau saja jika aku mau! Aku bisa menikahi sepuluh wanita sekaligus dalam satu hari!"


"Sudah sana berangkat, jangan bicara aneh-aneh terus!" Larisha menggiring Domanick keluar kamar.


Domanick akhirnya berpamitan untuk kembali ke Jerman, dan diingatnya pesan Tuan Lan dan Larisha untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Anna.


Larisha akhirnya memberanikan diri untuk berbicara dengan Bright didalam kamarnya!


"Bright!"


Namun Bright enggan menoleh, dia terus menatap kearah luar dari jendela kamarnya! Larisha pun memeluk tubuh putranya itu.


"Kau tau kan, kasih sayang seorang ibu itu sepanjang masa!"


Kedua mata Bright berbinar-binar mendengarkan kalimat yang keluar dari bibir Larisha.


"Seorang ibu tidak akan mau melihat anaknya bersedih apalagi terluka! Kau harus tau Bright, apapun akan momy lakukan untuk kebahagiaan mu dan juga kebahagiaan Britney dan Domanick, kalian lah hidup momy!"


"Mom!" Bright segera memeluk Larisha sambil terisak tangis dipundak ibunya itu, pemandangan haru yang membuat Tuan Lan yang sedang memperhatikan obrolan keduanya dari ujung pintu kamar, ikut menitihkan air mata.


"Maafkan Bright mom, Bright egois Bright tidak melihat betapa momy menderita karena masalah yang Bright bawa! Jangan menangis lagi mom, sudah cukup aku membuat mu menangis!" Bright memeluk erat Larisha.


"Momy sudah meminta tolong pada Nick, untuk membawa Anna kembali ke sisimu!"


"Mom maafkan aku!"


Hiks...


Hiks..


"Satu pesan momy, bersabarlah menghadapi ujian dihidup mu Bright, bangkit lagi Dokter Bright yang momy kenal! Kau harus tetap melanjutkan perjalanan hidupmu!"


Larisha meyakinkan putranya itu agar kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai seorang Dokter.


"Iya mom, Bright janji Bright akan semangat lagi!"


"Momy janji akan temukan Anna untukmu! Momy yakin, Nick akan bisa membawa Anna kembali kesini, jadi jangan lagi melamun dan meratapi kejadian yang sudah berlalu, momy tidak sanggup melihat mu seperti itu nak!"


Bright pun mencoba lebih tegar lagi demi Larisha, Ibu yang selalu ada untuknya yang sejak kecil selalu memanjakannya, Bright tidak mau Larisha terus menangis gara-gara keegoisannya selama ini.



Hayo Dok semangat lagi, Anna pasti bisa ditemukan.


♥️♥️♥️


Beneran kalau punya anak kaya Nick 3 aja, bisa-bisa Tuan Lan bangkrut 😂matre banget doi.

__ADS_1


__ADS_2