Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 46


__ADS_3

Bisa Anna rasakan harum aroma tubuh khas yang masih sama seperti dulu dari tubuh laki-laki yang saat ini tengah merengkuh tubuhnya! Sungguh wangi tubuh Bright sangat melemahkan Anna, hingga Anna hanya terdiam terpaku memandang lekat wajah tampan Bright dari jarak sedekat ini.


Bright menatap Anna namun tatapannya bukan lagi seperti dulu! Tatapan yang diyakini oleh Anna ini adalah tatapan kekecewaan, entah apa lagi yang membuat laki-laki dihadapannya ini kembali merasakan kecewa terhadap dirinya.


Deru nafas keduanya saling menyatu, bibir Bright memang agak tebal dan berwarna merah muda karena Bright bukan laki-laki perokok! Pandangan Anna terus mengarah pada bibir yang sudah lama dia rindukan, tapi alam sadarnya membuat Anna segera memalingkan pandangannya itu sebelum Bright menyadarinya.


"Kenapa kau membuang muka?" dengan suara berat.


"Aku tidak mengerti kesalahan apa lagi yang aku perbuat padamu Bright, aku minta maaf!"


"Maaf?" Bright menyelipkan senyum sinis dari bibirnya.


Perlahan tapi pasti satu tangan Bright mulai membelai mesra rambut Anna, dan bodohnya Anna menerima perlakuan itu juga tidak berminat untuk menepis tangan yang mulai turun menyusuri tulang pipinya lalu menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk.


Bibir lembab Anna yang dulu dirasakan oleh Bright seperti buah anggur merah yang matang di pohonnya, membuat tatapan Bright dari kebencian kini berubah dengan tatapan seseorang yang tengah berpacu dengan gairahnya sendiri.


Bright membalikkan keadaan mendorong tubuh Anna yang jadi menempel dengan tembok dengan satu tangan yang masih setia melingkar ditubuh gadis cantik itu.


Jari telunjuk Bright memainkan bibir lembab Anna, seperti sebuah kapas yang halus dan lembut bibir ranum itu diusap-usapnya menggunakan jari telunjuk lalu menggunakan jempol tangan Bright dengan kedua pasang mata yang masih saling berpandangan hingga menarik satu garis lurus.


"Emt,"


Jantung Anna memompa lebih cepat membuat jantungnya berdebar-debar dengan deru nafas yang mulai saling memburu saat jari-jari Bright turun menyusuri dagu ke leher jenjang nan mulus itu.


Anna menikmati setiap sentuhan tangan yang dilakukan oleh Bright, betapa sangat merindukan sentuhan-sentuhan ini dari laki-laki dihadapannya, Anna berpikir tidak akan dapat merasakan sentuhan seperti ini lagi dari Bright tapi takdir berkata lain hari ini dengan sadar Bright menyentuhnya.


"Sssth,"


Tidak ada niat dari Anna atau Bright untuk mengakhiri hal yang sedang keduanya nikmati, yang ada diri masing-masing semakin hanyut kedalam hasrat yang ternyata semakin dalam dan sangat dalam hingga keduanya memutuskan untuk tenggelam kedalam hasrat secara bersamaan.

__ADS_1


Kini sentuhan tangan itu terus turun menyusuri belahan dada yang terlihat sedang berdebar-debar, Bright memberikan sentuhan halus sehalus kain sutra ditengah-tengah kedua labu import yang sepertinya sudah mulai menegang dan terlihat lebih membusung kedepan.


Anna masih menatap lekat wajah tampan Bright yang sudah mulai terpenjara oleh hasrat yang dia buat sendiri, kini justru hasrat itu tidak dapat dia kendalikan dan semakin memaksa dirinya untuk melakukan apa yang diperintahkan alam bawah sadarnya itu.


Bright semakin mendekatkan wajahnya hingga bibirnya akhirnya menyentuh bibir Anna walaupun baru sebatas sentuhan kedua bibir karena hanya menempel saja. Sentuhan yang sama-sama mereka inginkan, sentuhan yang membuat keduanya bernostalgia akan rasa yang sama dulu keduanya rasakan.


Anna berharap Bright akan menekan bibirnya untuk menyatu dengan bibirnya semakin dalam, gadis itu tidak lagi berpikir bahwa yang saat ini menguasai tubuhnya bukan lagi suaminya, dusta besar jika Anna berkata dia tidak menginginkan Bright saat ini.


Tak butuh waktu lama, harapan itu nyata terlaksana saat kedua pasang mata itu masih bertemu bibir itu semakin menyatu, Anna merasakan Bright semakin menekan bibirnya bersatu dengan bibirnya.


Rasanya sungguh manis, lembut, halus saat perlahan Bright mencium bibirnya melu mat bibir bawah oleh bibirnya membuat Anna meremat kaos dari laki-laki yang tengah berciuman dengannya.


Ciuman yang selalu Anna nantikan setahun terakhir ini, dan kini kembali Anna rasakan bukan sekedar ciuman saja namun Bright mengeluarkan lidah untuk membantunya menikmati bibir ranum Anna.


Anna belum membalas karena takut, entah apa yang dia takutkan karena Bright terus memasuki raganya yang lemah. Kedua tangan Bright mulai menaikkan kaos yang dikenakan oleh Anna, hingga terpaksa membuatnya menghentikan ciuman dibibir Anna untuk mengeluarkan kaos itu.


"Bright, kau?"


Bright kembali mencium bibir Anna lalu kedua pasang kaki itu melangkah menuju kamar, langkah kaki mereka seakan dipercepat karena hasrat kadung memuncaki pikiran keduanya.


Dengan kasar Bright melemparkan tubuh Anna diatas ranjang, melucuti seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya dan juga ditubuh Anna, kedua tubuh itu kembali menyatu dalam satu kesatuan terkurung dalam hasrat yang bertujuan sama meriah sebuah kenikmatan yang luar biasa.


"Ah,,"


Timun import itu berhasil memasuki donat, sejenak Anna menatap wajah Bright yang terlihat sangat menikmati tubuhnya! Bright mendesahh, mengerangg, dan terus bergerak diatas tubuh Anna.


Kedua mata Bright setengah terpejam saat timun miliknya keluar masuk dari donat milik Anna, membuat Anna akhirnya gelisah dan meloloskan suara-suara surgawi dari bibirnya.


"Bright," Anna terus meneriakkan nama Bright karena laki-laki itulah yang saat ini sedang menguasainya.

__ADS_1


Desahhan Anna nyaring terdengar dikedua telinga Bright, dia tau wanita itu benar-benar menikmati perbuatannya! Bright tersenyum sinis ditengah-tengah genjatan yang dia lakukan, apalagi saat mengingat Anna dipeluk oleh James.


Tubuh Anna masih sama seperti dulu saat Bright memilikinya, menjepit dan sangat sempit.


Hingga puncak kenikmatan itu berhasil diraihnya dengan erangann panjang yang mewakili sebuah kepuasan yang baru saja dia ledakan.


Bright duduk dibibir ranjang, sementara Anna masih terlentang diatas ranjang.


"Jangan salah paham Anna, yang baru saja aku lakukan itu sekedar menikmati tubuhmu bukan karena aku masih mencintaimu!"


Deg..


Hancur hati Anna saat Bright mengatakan hal yang sangat menyakitkan, kenapa Bright tega berkata demikian??


"Jadi aku hanya sekedar kau nikmati bukan dicintai?"


"Cinta?"


Heuh..


"Mimpi mu terlalu tinggi Anna, siapa yang mau mencintai wanita murahan seperti mu!"


Bright bangkit lalu memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai, perlahan pundak laki-laki itu menghilang dari pandangan Anna yang masih shock mendengar kata-kata hinaan yang terus terlontar dari mulut laki-laki yang baru saja menikmati tubuhnya.


♥️♥️♥️


Bright bener-bener entar othor selepet ye, udah dikasih donat omonganya masih aja tajem. Sabar An, nanti kita bales ya An biar itu orang nyesel nantinya othor bersamamu An.


__ADS_1


__ADS_2