Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 65


__ADS_3

"Maaf dad, aku akan tetap mengabdikan diriku sebagai tenaga medis karena inilah yang aku sukai!"


"Ya, Dady tau Bright kau adalah anak keras kepala, apa yang kau sukai pasti itu akan kau pilih!"


"Menginap lah hari ini disini Bright, lagipula momy masih ingin bermain dengan Darrel,"


"Tidak mom, kami pulang saja nanti kapan-kapan kami kesini lagi,"


"Kenapa Bright apa Anna melarang mu?"


"Tidak mom, jangan salah paham!"


"Ya sudah Bright kita menginap saja malam ini!" Anna mengambil keputusan karena sudah tidak ingin lagi dituduh macam-macam oleh Larisha.


"Anna!"


"Sudahlah Bright, ikuti saja permintaan orangtuamu, kita menginap disini!"


Larisha menatap kearah Anna yang terlihat seperti sedikit kesal.


"Tidak usah jika kau merasa terpaksa Anna!"


"Aku tidak terpaksa, lagipula aku tidak mau momy tuduh macam-macam lagi! Aku tidak pernah sekalipun melarang Bright untuk menemui kalian atau sekedar menginap di rumah kalian aku tidak pernah melarang itu!"


Larisha berdiri dan menunjuk kewajah Anna.


"Kau sudah membuat pilihan sejak saat itu Anna, kau memutuskan untuk pergi dari hidup anakku! Kami bersusah payah membuat Bright kembali semangat menjalani hidup saat kau meninggalkannya, tapi sekarang apa kau seenaknya menguasai anak kami! Tidakkah kau berpikir bagaimana sakit hatinya kami Anna?"


"Beribu-ribu kali aku sudah minta maaf, dan sekarang kami bahkan sudah memiliki seorang putra jadi tolong mom terima aku, terima hubungan kami!" kata Anna.


"Sudah cukup! Momy kau duduk!" perintah Tuan Lan.


"Tapi dad,"


"Duduk aku bilang!"


"Aku sudah mengambil keputusan Bright, mom dan kau harus menerima keputusan ini!"


"Keputusan apa?" tanya Larisha.


"Kita lupakan masalah yang sudah-sudah kasihan Darrel, keributan hanya akan membuat mentalnya terganggu! Dady tidak mau cucu Dady mendengar adanya perdebatan lagi diantara kita, dan untuk mu Anna jangan pernah lagi terlibat dan jangan ada lagi kebohongan pada kami ataupun suamimu!"

__ADS_1


"Dad, Anna sudah tidak terlibat dalam dunia mafia lagi, Anna hanyalah seorang Dokter biasa, dan aku senang jika Dady memutuskan untuk menerima hubungan kami!"


"Apa ada yang keberatan dengan keputusan ku?" tanya Tuan Lan.


"Baiklah, kalau itu sudah keputusan Dady momy terima ini semua demi Darrel,"


"Dan Anna kami sudah memaafkan mu, jadi tolong jaga kepercayaan dari kami!"


"Baik Dad, terimakasih banyak telah menerima Anna dan Darrel,"


Malam itu Anna, Darrel dan Bright menginap di rumah Larisha dan Tuan Lan sehingga di kediaman Bright rumah itu kosong. Seseorang laki-laki berbadan tegap tengah mondar-mandir disekitaran kediaman Bright, kemudian menelepon seseorang untuk memberitahukan keadaan rumah Bright yang kosong.


"Halo Bos, kediaman Valerie kosong dan anaknya yang biasanya di rumah dengan pengasuhnya juga tidak ada!"


"Kemana mereka? Kau cari tau, dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menculik anak Valerie!"


"Kita tidak boleh gegabah Bos, disini banyak sekali cctv-nya!"


"Ya jangan diculik pas di rumah bodoh, cari waktu yang tepat!"


"Iya baik Bos,"


"Hanya dengan menculik anaknya, Valerie pasti mau bergabung kembali dengan kita!"


Larisha memang sangat menyayangi Darrel apalagi Darrel berbeda dengan cucunya yang lain yang sejak lahir bisa ia temui, sedangkan Darrel saat dia lahir Larisha dan Tuan Lan bahkan tidak mengetahuinya baru ketika usianya sudah menginjak 2 tahun lebih Larisha bisa bertemu dengan keturunan group Limson itu.


Kerinduan itu membuat Larisha tidak ingin lepas dari Darrel.


Di rumah sakit Katlyn yang hari ini sengaja datang lebih untuk berkeliling rumah sakit agar cepat hapal dengan semua ruangannya, berjalan santai sambil memakan permen lollipop.


Dari arah depan Jay yang juga sedang berjalan menuju ruangan kerjanya melihat sosok yang 3 tahun lalu dia tinggalkan begitu saja, Jay percaya tidak percaya kalau itu Katlyn. Jay meneruskan langkah kakinya sementara Katlyn belum menyadari bahwa didepannya Jay berjalan semakin dekat.


Hingga keduanya berpapasan setelah 3 tahun lamanya, Jay kembali bertemu dengan Katlyn. Katlyn sangat terkejut mendapati Jay berdiri dihadapannya hingga permen lollipop itu jatuh kelantai.


Hatinya kembali mengingat saat-saat menyakitkan didalam hidupnya, rasanya ingin sekali dia luapkan kemarahan yang selama ini dia pendam, tapi untuk apa? Toh semua sudah berlalu dan percuma.


Katlyn menundukkan wajahnya lalu melewati Jay begitu saja.


"Kenapa kau harus disini?"


Membuat Katlyn berhenti melangkah.

__ADS_1


"Aku bersusah payah mengubur mu dalam hatiku! Kenapa kau harus muncul disini?"


"Kau tidak berhak bertanya apapun padaku! Karena seharusnya akulah yang bertanya tentang semua rasa sakit yang sudah kau tinggalkan tiga tahun lalu," ungkap Katlyn sambil merematt jas berwarna putih yang dia kenakan.


Tubuh Katlyn bergetar hebat karena menahan emosi yang tidak ingin dia keluarkan disini.


"Aku pimpinan baru di rumah sakit ini,"


Deg.


Mendengar Jay adalah pimpinan baru di rumah sakit ini membuat kedua bola mata Katlyn memutar, bagaimana bisa dia menghindar lagi jika Jay adalah pimpinan disini, untuk keluar dari rumah sakit pun Katlyn tidak tau harus melamar kemana lagi ditambah lagi Katlyn terlanjur menghabiskan seluruh uangnya untuk membeli apartemen yang dekat dengan rumah sakit Weissense ini.


"Aku tidak peduli, dan aku tidak mau tau kau siapa disini! Aku hanya bekerja di rumah sakit ini, tidak ada urusannya dengan anda!" Katlyn pergi berlalu meninggalkan Jay yang masih berdiam diri mematung.


Jay berbalik melihat wanita yang dia cintai itu kian hilang dari pandangannya.


"Bagaimana bisa aku berusaha belajar untuk mencintai Leya, jika kau malah hadir kembali didalam hidupku Kat?" Jay meninju dinding disampingnya.


Sementara itu Anna yang baru saja tiba langsung menemui Katlyn untuk menagih janjinya mengadakan perayaan kecil di apartemen barunya.


"Pagi suster cantik!" goda Anna.


Hiks.


Hiks.


"Kat kau kenapa? Apa ada yang berbuat jahat pada mu? Senior disini reseh pada mu?"


"Kenapa kau tidak bilang An kalau Jay adalah pemilik rumah sakit ini,"


"Hah? Aku sungguh tidak tau Kat, yang aku tau rumah sakit ini bukan milik Jay hanya saja memang pemiliknya sudah meninggal sehingga anak-anaknya menjual saham rumah sakit ini dan mendatangkan pimpinan baru!"


"Jay pimpinan baru di rumah sakit ini An, aku baru saja melihat wajah brengsekk itu!"


"Maaf Kat, aku sungguh tidak tau! Lalu dia bicara apa?"


"Tidak ada, kami tidak banyak bicara, aku sudah muak duluan melihat wajahnya,"


"Nanti aku akan bicara pada Bright, dan memintanya menemui Jay agar Jay jangan lagi mengganggu mu!"


"Sudahlah An tidak perlu sampai melibatkan Bright, abaikan saja Jay! Toh aku hanya bekerja mencari uang disini tidak ada maksud lain,"

__ADS_1


"Kau benar Kat, jangan pedulikan dia ada disini! Rasanya ingin sekali aku keluarkan pukulan maut untuk meninju wajah si Jay itu, kesal juga kenapa harus dia pemilik baru rumah sakit ini!"


__ADS_2