SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 13. Pelangiku


__ADS_3

Berdamailah dengan keadaan, apapun yang kamu benci belum tentu harus kamu jauhi. Apapun yang kamu inginkan tak harus terkabukan. Apapun yang kamu cintai tak harus dimiliki. Sebab dunia ini sudah digariskan oleh-Nya, ketetapan-Nya adalah yang terbaik.


Tanpa rasa sakit kita tidak akan pernah belajar menjadi kuat, tanpa rasa kecewa kita tidak akan pernah belajar menjadi dewasa. Tanpa kehilangan, kita tidak akan pernah belajar arti ikhlas.



Senja pulang dengan mengendarai motor. Saat ini wanita muda itu tinggal di sebuah kontrakan tidak jauh dari kantornya.


Hari ini terasa sangat melelahkan baginya. Bukan hanya fisik tapi juga hatinya. Pertemuan yang tidak terduga dengan masa lalunya membuat Senja teringat akan perjuangannya membesarkan Pelangi seorang diri.


Jika saat hamil ada Ibu Riri yang menjadi tempat dia mencurahkan isi hati, tapi sekarang dia harus menahannya sendirian sejak Ibu Riri ikut anaknya ke luar negeri.


Pelangi telah menunggu Bundanya di depan gerbang sekolah. Senja yang melihat putrinya langsung melupakan kehadirannya. Wanita muda itu tersenyum semringah dengan putrinya.


"Bunda ...," teriak Pelangi sambil berlari mengejar Senja.


Senja merentangkan tangannya menyambut putrinya Pelangi dan mendekapnya erat. Air mata wanita itu mengalir tanpa bisa ditahan lagi.


Ya Tuhan, seandainya Langit tahu ada yang dia tinggalkan saat pergi dulu, apakah dia akan mengambilnya. Aku tidak akan bisa hidup tanpa Pelangiku. Dia yang membuat hidupku penuh warna. Aku bisa bertahan hingga hari ini karena dia, Pelangiku.


"Kenapa Bunda telat jemputnya?" tanya Pelangi, yang berada dalam gendongan Senja.

__ADS_1


"Maafkan Bunda, Sayang. Bunda tadi ada banyak kerjaan," ujar Senja dengan mengecup kedua pipi Pelangi.


"Kalau Bunda banyak kerjaan, biasanya Daddy yang jemput."


"Daddy juga lagi sibuk. Pelangi masih ingat pesan Bunda, bukan? Daddy itu sibuk. Tidak bisa menemani Pelangi terus dan tidak boleh sering-sering minta tolong Daddy."


"Tapi kata Daddy, kapan pun aku butuh, Daddy siap bantu dan datang."


"Dengar Bunda, Daddy punya banyak kesibukan. Tidak boleh merepotkan Daddy lagi. Apa Pelangi mau mendengarnya?"


"Iya, Bunda. Aku nggak akan merepotkan Daddy lagi."


Senja mendudukan Pelangi di depan. Dengan kecepatan sedang, motor dikendarai wanita itu. Sebelum sampai ke rumah, dia membeli makanan terlebih dahulu. Hari ini Senja merasa sangat lelah dan malas masak.


"Kita makan nasi goreng ini saja, Sayang. Bunda solat dulu. Apa kamu sudah solat?" tanya Senja.


Pelangi hanya mengangguk sebagai jawaban. Senja lalu masuk ke kamar. Lima belas menit kemudian mereka berdua telah berada di depan televisi sambil menyantap makanan yang di beli Senja tadi.


Ketika sedang menyantap makanan, seseorang mengetuk pintu. Pelangi langsung berdiri dan membuka pintu. Tampak sesosok pria datang dengan menenteng satu kantong.


"Daddy ...," panggil Pelangi dengan ceria.

__ADS_1


Pria itu langsung menggendong Pelangi dan mengecup kedua pipi gadis cilik itu. Pria yang dipanggilnya Daddy itu berjalan masuk dengan Pelangi dalam dekapannnya.


"Mas Surya, makan?" tanya Senja menawari makanannya.


"Lanjut saja. Aku juga bawa makanan, nih!"


Ternyata Dokter Surya, pria yang dipanggil Daddy sama Pelangi itu. Pria itu duduk di sofa yang berada disamping kirinya Senja.


"Daddy, apakah Daddy sibuk?" tanya Pelangi, kedua tangannya melingkar di leher pria itu.


"Kenapa Pelangi bertanya begitu, Sayang?"


"Kata Bunda, aku nggak boleh sering-sering minta bantuan dengan Daddy karena sibuk."


Sebelum menjawab pertanyaan Pelangi, Surya menatap ke arah Senja. Menyadari dirinya diperhatikan, wanita itu menundukkan kepalanya. Tidak berani menatap wajah Surya.


"Daddy sudah sering ngomong, apa pun kesibukan Daddy dan dimanapun Daddy berada, jika putri kecil ini minta tolong dan inginkan Daddy, pasti akan selalu siap sedia."


"Benar ya, Daddy. Aku sayang Daddy," ucap Pelangi. Bocah cilik itu mengecup kedua pipi pria itu.


Dokter Surya, bukannya Senja tidak peka atau tidak menyadari jika pria itu menyukai dirinya. Namun, Senja belum bisa membuka hatinya untuk pria mana pun. Mungkin dihatinya masih tersimpan nama Langit.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2