SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 53. Ibu Riri dan Langit.


__ADS_3

Langit yang telah menemukan dokter yang tepat sebagai dokter kandungan Senja, segera pergi dari ruang praktik. Dia segera berjalan menuju ruang tunggu, tempat di mana istrinya duduk.


Senja masih tampak berbincang dengan ibu Riri. wanita itu sedang berobat karena tekanan tensi darahnya rendah. Sudah satu minggu dia tidak tidur karena ponakannya itu sering mengamuk dengan melemparkan pecahan kaca ke dinding.


Senja juga tidak lupa mengatakan jika saat ini dia telah menikah dengan pria yang dicintainya, ayah kandung Pelangi. Ibu Riri tahu, bagaimana semua kisah cinta Senja dan kekasihnya.


Langit tersenyum dari jauh melihat istrinya Senja. Wanita itu membalas senyum suaminya. Pria itu mengecup dahi Senja, membuat wajahnya memerah karena malu di lihat dengan pasien lainnya termasuk ibu Riri.


"Langit ...," panggil Ibu Riri.


Langit yang namanya dipanggil, memandangi orang yang menyapanya. Tampak keduanya kaget. Lebih-lebih Senja. Ternyata Ibu Riri mengenal suaminya.


"Ibu, ini suamiku. Seperti yang aku katakan tadi, Langit ini ayah kandung Pelangi. Aku tidak menyangka, teenyata Ibu sudah kenal," ucap Senja.


Senja berdiri diikuti Ibu Riri. Langit mengulurkan tangannya, dan disambut wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Apa kabar, Tante? Sudah lama kita tidak bertemu."


Ibu Riri tampak masih canggung, hanya membalas dengan senyuman. Senja yang menyadari, menatap wajah ibu Riri dan Langit secara bergantian.


"Apa kamu telah lama mengenal Ibu Riri, Mas?" tanya Senja.


"Cukup lama." Hanya itu yang di jawab Langit. Dia masih tidak percaya bertemu Tante Riri di sini.


"Kebetulan banget, Mas. Ibu Riri inilah yang sering aku katakan dengan Mas. Wanita baik hati yang menolongku sejak Pelangi dari kandungan hingga lahir."


Kata-kata yang diucapkan Senja bagaikan pisau menusuk ulu hati Langit. Sangat menyakitkan. Kenapa harus wanita ini yang telah berbuat baik pada Senja dan Pelangi? Kenapa harus wanita ini yang telah menolong istrinya?


Langit tampak menghela napasnya. Berpikir kata apa yang tepat untuk mengatakan semuanya. Tidak mungkin dia sembunyikan itu lagi.


"Maaf, Tante. Sejak kapan Tante kembali ke Indonesia?" tanya Langit. Ketiganya telah duduk kembali.

__ADS_1


"Sejak Mawar dinyatakan bebas bersyarat, atau menjadi tahanan kota," ucap Ibu Riri.


Senja yang mendengar nama Mawar di sebut menjadi kaget. Menatap Langit dengan penuh tanda tanya. Pria itu mengerti. Dia lalu menganggukan kepalanya tanda membenarkan apa yang ada dipikiran Senja saat ini.


"Mawar ...?" tanya Senja.


"Iya, Sayang. Tante Riri ini, tentunya Mawar," ucap Langit. Tubuh Senja terasa lemah. Dia langsung menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku itu.


"Kenapa kamu lakukan itu pada Mawar? Jika kamu ingin menikahi Senja, tidak perlu sampai menjebloskan dia ke penjara," ucap Ibu Riri.


Langit tersenyum sinis. Dia yakin Mawar pasti telah mengarang cerita sehingga Tante Riri salah sangka. Senja hanya diam saja. Tidak tahu harus berkata apa. Dia yakin saat ini pastilah ibu Riri sangat kecewa dengannya. Pernikahan ponakan harus kandas karena Senja.


"Tante, aku tidak tahu apa yang Mawar katakan pada Tante. Tapi yang pasti aku tidak sembarangan penjarakan Mawar. Semua itu juga karena kesalahan yang dia perbuat. Mawarlah yang awalnya penjarahan Senja dengan tuduhan palsu. Penggelapan uang perusahaan. Padahal semua itu hanya fitnah darinya. Setelah aku dapat bukti, aku lalu menuntut dengan pasal pencemaran nama baik," ucap Langit dengan penjelasan yang panjang.


Tampak Ibu Riri mendengarnya dengan serius. Wanita itu jadi berpikir. Jika itu benar, berarti ponakannya memang bersalah.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2