SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 33. Mengikuti Mawar.


__ADS_3

Sebelum Mawar sampai di Villa, ternyata Langit telah mengikutinya. Mantan istri Langit itu tidak tahu jika diawasi.


"Mau ke mana dia? Kenapa dia putar balik?" tanya Langit sambil melihat mobil Mawar.


Saat ini Langit sedang mengikuti ke mana perginya Mawar. Langit mendapat firasat yang tidak enak mengenai gerak-gerik Mawar akhir-akhir ini.


Menurut Langit, Mawar memang mencurigakan. Apalagi setelah tadi Langit sempat melihat ada mobil tak dikenal yang terparkir di area villa tempat Senja berada. Akhirnya Langit memutuskan untuk meminta orang suruhannya mengawasi Mawar.


Orang suruhan Langit itu mengatakan jika Mawar menuju Villa tempat Senja berada. Langit lalu menunggu mobilnya Mawar dipersimpangan menuju Villa.


"Kenapa dia sangat buru-buru?" tanya Langit lagi.


Langit melihat mobil Mawar dan mengikuti dengan mengimbangi laju mobil yang dikendarai Mawar saja. Dia berusaha mempercepat laju mobilnya juga supaya tidak kehilangan jejak.


"Senja," kata Langit. Dia seketika teringat Senja yang berada di villa sendirian. Perasaan cemas dan takut Senja kenapa-napa jadi menghantui Langit.


Tangan Langit bergerak, dia memakai airpods miliknya dan melakukan panggilan kepada Senja. Namun tak lama, Langit langsung mematikan teleponnya sendiri. Langit jadi dilema, antara dia harus memberi tahu Senja atau tidak.


"Atau sebaiknya aku tidak memberi tahu Senja saja? Biar aku tahu tentang apa yang akan dilakukan Mawar kepada Senja," kata Langit tiba-tiba. "Iya, sebaiknya aku tidak memberi tahu Senja. Aku tidak boleh membuat Senja jadi gelisah. Lagi pula, belum tentu juga Mawar mau ke villanya dokter Surya." Langit akhirnya memutuskan untuk tidak memberi tahu Senja.


Airpods yang tadi dipakai oleh Langit, kini dia lepas. Namun saat Langit akan memasukkan airpods itu ke dalam wadahnya, dia melihat layar di mobilnya menyala. Ada panggilan dari Senja. Mau tak mau, Langit pun akhirnya menerima panggilan Senja. Dia juga kembali memakai airpods yang sempat dia lepaskan.


"Hallo, Senja. Ada apa?" tanya Langit pura-pura lupa kalau barusan dia memanggil Senja.


"Kamu yang ada apa? Kamu barusan nelfon aku 'kan? Ada apa?" tanya Senja balik.

__ADS_1


"Oh itu? Masa sih aku nelfon kamu? Aku lagi ada di jalan, kayaknya kepencet deh," jawab Langit, dia mengelak mengenai kebenarannya.


"Oh gitu, ya sudah deh. Aku tutup lagi ini teleponnya," balas Senja.


"Iya, kamu hati-hati ya di villa. Kalau ada apa-apa, kamu harus langsung menghubungi aku." Langit hanya ingin memberi peringatan kepada Senja agar lebih berhati-hati saja.


"Iya, kamu nggak perlu khawatir. Aku pasti hati-hati kok. Ya sudah, aku tutup teleponnya. Aku nggak mau ganggu kamu yang lagi berkendara," ucap Senja. Tak lama, sambungan telepon terputus.


Langit kembali fokus pada jalanan. Dia masih mengikuti Mawar dan hebatnya lagi, Mawar tidak sadar kalau sekarang sedang dia ikuti. Langit berharap, Mawar tetap tidak tahu supaya usahanya mengikuti Mawar tidak sia-sia.


Jaraknya sekarang sudah semakin dekat dengan villa yang ditempati Senja. Langit juga sengaja mengurangi laju kecepatan mobilnya. Sekarang, Langit menghentikan mobilnya di depan gang yang menuju ke arah villa milik dokter Surya. Dari dalam mobil, Langit melihat Mawar menghentikan mobilnya di depan villa.


"Dia benar-benar ke sini untuk menemui Senja," kata Langit.


Langit yang sudah hampir turun dari mobil, dia jadi mengurungkan niatnya saat melihat ada mobil yang mengintai villa dokter Surya pergi dari sana. Mobil anak buahnya Mawar.


Dengan langkah pelan, Langit mengikuti Mawar. Dia juga berjalan masuk ke dalam villa lewat pintu belakang. Sekarang Langit mendengar Senja sedang bertanya kepada Mawar. Langit berdiri di luar kamar, dia menyalakan rekaman di ponselnya untuk merekam apa yang Mawar katakan di dalam kamar kepada Senja.


Untung saja, pintu kamar yang ditempati Senja sekarang ini tidak dalam keadaan tertutup. Jadi Langit bisa mendengar dengan jelas mengenai apa saja yang sedang Mawar katakan. Rekaman itu pasti juga akan terdengar jelas, semoga saja.


Tangan Langit mengepal, dia marah saat mendengar Mawar mengancam Senja. Bahkan Mawar juga tidak segan-segan ingin mencelakai Senja.


Awas saja kalau kamu berani melakukan perbuatan kejam kepada Senja. Aku akan membalasmu dengan tanganku sendiri. Batin Langit.


Langit menghentikan rekamannya. Dia segera pergi dari sana karena Langit mendengar jika Mawar sudah selesai bicara. Langit berlari tanpa suara ke arah mobilnya agar tidak ada yang mendengar.

__ADS_1


Setibanya di mobil, Langit langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi sembunyi dari sana. Langit tidak mau ketahuan oleh Mawar kalau barusan dia sudah berhasil merekam apa yang Mawar katakan untuk dia jadikan sebagai barang bukti atas ancaman Mawar kepada Senja.


Langit sudah berhasil sembunyi. Sekarang dia tinggal menunggu mobil Mawar keluar dari gang itu dan Langit akan lanjut ke rencana berikutnya.


Rekaman tentang ancaman Mawar kepada Senja tadi kembali didengarkan oleh Langit. Usahanya tidak sia-sia. Langit bisa mendengar dengan jelas suara Mawar yang sedang mengancam Senja.


"Dasar perempuan jahat," umpat Langit kepada mantan istrinya sendiri.


"Kenapa dia lama sekali? Apa dia sudah mencelakai Senja?" tanya Langit lagi karena mobil yang dikendarai Mawar tak kunjung terlihat.


Langit ingin menelepon Senja. Namun saat Langit sedang mencari kontak Senja, mendadak dia melihat mobilnya Mawar keluar dari gang. Langit segera menyalakan mobilnya lagi dan mengikuti Mawar.


"Aku akan memberi kamu kejutan, Mawar," kata Langit antusias.


Karena jalanan berkelok dan kondisi sedang ramai oleh pengendara lain yang sedang ingin menikmati akhir pekan mereka di puncak, Langit jadi sedikit sulit ketika dia akan menyelip mobil yang dilajukan oleh Mawar.


Setiap ada kesempatan, pasti harus terhenti karena ada pengendara lain dari arah lawan. Jadilah Langit mengurungkan niatnya untuk menyelip mobil mantan istrinya itu.


"Aku harus bisa menyelip dia." Langit bertekad untuk menghentikan Mawar di tengah jalan.


Langit sampai di area pelebaran jalan yang sudah selesai. Dia akan berusaha buat menggunakan momen ini dengan sebaik mungkin. Ketika di depan tidak ada pengendara lain, Langit langsung menyelip mobil Mawar dan berhenti mendadak. Hal itu membuat Mawar menginjak rem mobilnya secepat kilat agar tidak menabrak mobil yang berhenti secara dadakan di depannya.


Di dalam mobil, Mawar sudah marah-marah tak karuan karena ulah pengendara yang mendadak menghentikan mobilnya secara tiba-tiba. Mawar masih belum sadar kalau itu mobilnya Langit. Mawar pun turun dari mobil dan siap melempari pengendara mobil itu dengan kata-kata kasar. Namun niat Mawar harus terhenti saat dia melihat siapa yang keluar dari dalam mobil di bagian kemudi.


"Langit?" Mawar kaget bukan main saat melihat mantan suaminya yang sudah menghadangnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2