SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 36. Pergi dari Villa


__ADS_3

Setelah menemui Mawar, Langit langsung melajukan mobilnya menuju villa yang ditempati Senja. Pria itu takut masih ada orang suruhan Mawar yang mengawasi Senja.


Sampai di halaman villa, Langit keluar dari mobil dan berlari menuju pintu utama villa itu. Pria itu mengetuk dengan tergesa secara berulang kali.


Senja yang baru saja didatangi Mawar, memang mengunci rapat semua pintu. Wanita berjalan menuju pintu dan mengintip dari sela gorden, siapa yang datang. Ketika melihat ada Langit, Senja baru berani membuka pintu.


Melihat Senja yang dalam keadaan sehat, Langit spontan memeluknya. Dia takut terjadi sesuatu dengan orang yang dia cintai itu.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Langit dengan suara gemetar karena kuatir.


"Seperti yang kamu lihat! Aku nggak apa-apa."


Tiba-tiba pria itu teringat Pelangi, putrinya. Dia melihat ke sekitar ruang tamu. Tidak tampak putrinya. Langit menjadi cemas.


"Di mana Pelangi? Dia baik-baik saja'kan?" tanya Langit semakin kuatir.


Dahi Senja berkerut mendengar pertanyaan Langit. Kenapa dari tadi dia bertanya tentang dirinya dan Pelangi. Jelas sekali jika dia kuatir.

__ADS_1


"Tidur di kamar," jawab Senja. Langit langsung berlari ke kamar. Saat melihat putrinya yang terlelap, Langit langsung memeluknya erat. Senja yang melihat itu makin keheranan. Ada apa dengan Langit? Mengapa dia tampak berbeda.


"Kamu dan Pelangi harus secepatnya pindah. Tempat ini sudah tidak aman. Aku tidak mau kamu dan Pelangi terluka. Kalian dalam bahaya. Mawar sepertinya tidak bisa menerima perceraian kami."


Mendengar itu Senja menjadi kuatir. Dia tidak ingin sesuatu terjadi dengan anaknya. Jika Pelangi mengalami sesuatu, Senja tidak akan bisa menerimanya. Wanita itu memandangi Langit dengan tatapan curiga.


"Kenapa kamu bisa tahu jika Mawar ingin mencelakai kami? Apakah kamu juga tahu tadi Mawar menemui aku?"


"Ya, aku melihatnya. Aku curiga saat melihat ada mobil yang mengawasi Villa ini. Aku meminta temanku mengawasi Mawar. Sebaiknya kamu dan Pelangi pindah saat ini juga!"


Senja menarik napasnya dalam. Mau kemana dia lagi. Kenapa hidupnya tidak pernah lepas dari masalah? Pikir Senja.


"Biar aku saja yang buka pintunya," ucap Langit. Pria itu berjalan menuju pintu dan membukanya. Tampak di balik pintu Dokter Surya yang berdiri. Langit dan Dokter Surya saling pandang.


Langit mengingat jika pria ini yang dipanggil Daddy sama Pelangi. Pria itu lalu tersenyum. Dia ingat cerita Senja, jika Dokter Surya yang selama ini membantunya.


"Selamat sore. Silakan masuk!" ucap Langit sedikit gugup. Dia menarik napas untuk menghilangkan rasa cemburunya. Dilihat dari dekat, pria yang selalu berada di samping Senja ini sangatlah tampan. Apakah sebenarnya Senja dan Dokter Surya ada hubungan sesuatu? Pikir Langit dalam hati.

__ADS_1


"Apa Senjanya ada?" tanya Dokter Surya.


"Ada. Masuklah!"


Dokter Senja masuk dan duduk di ruang tamu. Senja yang penasaran siapa tamunya langsung ke luar dari kamar.


"Siapa yang datang, Lang?" tanya Senja dengan suara sedikit besar, sambil berjalan menuju ruang tamu. Melihat Dokter Surya, Senja jadi tersenyum dan tenang. Dia pikir Mawar yang datang kembali.


Senja duduk di hadapan Dokter Surya. Dia juga meminta Langit duduk. Wanita itu mengatakan semua yang terjadi. Hingga dia harus meninggalkan Villa secepatnya.


Dokter Surya akhirnya menawarkan rumahnya yang berada di luar kota untuk Senja dan Pelangi tempati.


"Aku memiliki rumah yang berada di luar kota ini. Mungkin untuk sementara kamu dan Pelangi bisa menetap di sana. Tapi mungkin aku tidak bisa mengawasi atau menjaga kamu. Aku harus ke luar negeri besok hingga satu bulan ke depan. Rumah sakit meminta aku untuk ikut seminar dan pertemuan dengan Dokter lain se Asia."


"Biar aku saja yang menemani dan menjaganya. Aku tidak bisa membiarkan mereka berdua tanpa pengawasan," ucap Langit.


"Aku rasa itu lebih baik. Kalau begitu kita secepatnya meninggalkan tempat ini sebelum ada orang suruhan Mawar."

__ADS_1


"Aku siapkan semua barang bawaanku dulu," ujar Senja. Wanita itu kembali masuk ke kamar dan mengambil tas berisi pakaiannya. Setelah semua siap barulah Senja membangunkan putrinya Pelangi.


...****************...


__ADS_2