SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 77. Kebahagiaan Senja


__ADS_3

Langit melihat Senja sedikit repot saat mengurus kedua bayi kembar mereka jika Mamanya telah kembali ke rumah.


Pria itu ingin ada seorang perawat membantu Senja menjaga bayinya. Namun, Senja menolaknya. Dia bisa sendiri menjaga sikembar seorang diri. Di rumah mereka juga sudah ada yang membantu memasak dan membersihkan rumah.


Sepulang kerja, Langit melihat Senja yang sedang menidurkan si kembar. Langit ikutan naik ke ranjang.


"Sayang, kamu yakin nggak perlu perawat buat membantu menjaga bayi kita. Mulai besok mama akan ke luar negeri, mengurus pekerjaan dan jika aku kerja, kamu sendirian menjaganya?" tanya Langit lagi.


"Yakin, Mas. Aku pasti bisa menjaga sendiri. Aku tidak ingin melewati perkembangan anak kita, Mas. Kalau malam kamu juga bisa membantu menjaganya'kan, Mas?" tanya Senja


"Tentu aja bisa, Sayang!" jawab Langit.


"Kalau begitu, aku nggak butuh perawat. Aku juga kurang percaya jika masalah anak di pegang orang lain."


"Jika kamu memang tidak percaya jika orang lain menjaga anak kita, terserah kamu saja. Asal kamu tidak kerepotan aja. Belum lagi jika Pelangi libur. Kamu akan menjaga tiga anak sekaligus."


"Aku bisa mengatasi, Mas. Aku menikmati peran menjadi Ibu. Ini tidak akan lama. Hanya hingga mereka sedikit besar saja," ucap Senja.


"Aku makin bangga memiliki istri seperti kamu, Sayang." Langit mengecup dahi istrinya Senja.


Langit melihat putranya Bintang yang tertidur dengan pulas mengganggunya. Di pegang dan di cium ters tangan mungil putranya.


Kejora telah Senja pindahkan ke tempat tidurnya. Kedua anak kembarnya tidaklah rewel. Mungkin tahu, jika ibunya seorang diri menjaganya.


"Jangan di ganggu, Mas! Nanti menangis Bintang-nya!" ucap Senja sedikit kesal melihat Langit yang terus saja mengganggu putra mereka.


Langit terus saja mengganggu putranya sampai akhirnya menangis. Senja yang kesal mencubit lengan Langit.

__ADS_1


Bintang lalu di gendong dan di peluk Senja "Mas, jadi menangis'kan Bintang-nya!" ucap Senja dengan cemberut. Dia cepat menenangkan Bintang agar Kejora tidak ikut terbangun.


"Gemas banget, lihat tangan mungilnya itu!" ucap Langit dengan cengegesan.


Senja bersandar di kepala ranjang buat menyusui bayinya. Langit juga ikutan bersandar dan duduk di samping Senja dengan memegang tangan Bintang yang sedang menyusui.


"Berarti secara naluri dari kecil lelaki sudah suka menghisap put*ing susu ya, Sayang. Dewasa makin pintar deh mengemut dan menghisapnya, dengan istrinya!" ucap Langit sambil memperhatikan putranya yang sedang menyusu.


"Mas ngomong apa? Mesum banget!"


"Kok mesum? Aku'kan cuma menyampaikan apa yang aku lihat. Baby boy, jangan terlalu lama ya menguasai milik Bunda! Nanti Papi bisa lama puasanya!" ucap Langit dengan tetap memegang tangan bayinya.


"Mas, ngomongnya makin ngelantur aja!"


Langit tertawa melihat raut wajah istrinya yang cemberut. Langit sangat senang jika melihat istrinya sewot begitu. Dia sering membuat Senja kesal.


"Ada sih ulama yang mengatakan boleh, ada yang mengatakan tidak boleh. Jadi menurut aku lebih baik jangan! Ini hanya untuk si kembar!"


"Berarti masih lama banget dong giliran Papi-nya?" tanya Langit dengan suara pelan.


"Mas ... pikirannya mesum aja!"


Langit kembali tertawa melihat kekesalan istrinya itu. Dia mengecup pipi istrinya lama.


"Kenapa ciumnya lama banget?"


"Wangi wanita baru lahiran, enak banget."

__ADS_1


"Jangan lama lama ciumnya, Mas," ucap Senja, lalu mendorong pelan wajah Langit agar menjauh dari pipinya.


"Kenapa nggak boleh sih mencium kamu. Kamu udah nggak sayang?"


"Nanti pikiran Mas jadi mesum!"


"Pikiran kamu tuh yang mesum, aku juga tahu kamu baru habis lahiran. Nggak mungkin aku berpikiran mesum, aku sudah lihat bagaimana kamu berjuang ketika lahiran. Dan aku tahu sekarang mengapa istri yang baru lahiran ngga boleh melayani suami, agar istrinya bisa istirahat memulihkan kondisi tubuh dan juga rahimnya ,Sayang," ucap Langit dan mengacak rambut istrinya itu.


"Itu kamu tahukan, Mas? Jadi jangan minta macam macam hingga 40 hari."


"Nggak lah, Sayang.Akan tetapi kalau minta cium masih bolehkan?" ucap Langit dan langsung mengecup bibir Senja. .


"Mas, hati hati! Nanti kena Bintang!"


Langit dan Senja terus saja becanda. Hingga Senja meletakkan Bintang di tempat tidur. Kebagiaan akhirnya dapat Senja rasakan setelah melalui banyak cobaan hidup.


Dalam hidup ini setiap kita pasti pernah merasa bahwa terkadang cobaan dan masalah kehidupan silih berganti menghampiri? Tanpa aba-aba, tanpa bertanya siap atau tidak, mereka selalu saja berhasil membuat kita bersedih dan berputus asa.


Kita semua mungkin percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini ‘digilirkan’ oleh Tuhan yang Maha Esa. Seperti siang dan malam yang akan tiba pada waktunya, seperti roda yang berputar kadang dibawah dan kadang diatas.


Tidak selamanya kita merasakan kesedihan, percayalah cepat atau lambat jika kita mampu bersabar maka hal itu akan indah pada waktunya.


Nikmati hujanmu maka pelangi impianmu akan datang. Jika ingin melihat pelangi yang indah, maka bersabarlah menanti redanya hujan, karena Pelangi tidak akan muncul tanpa hujan dan bintang tidak akan bersinar tanpa malam.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2