
Aku ingin mengatakan bahwa aku merindukanmu. Tapi, itu tidak akan mengubah apa pun. Jadi, aku hanya memendamnya dan berpura-pura tidak merindukanmu. Mengapa kau jadikan cintaku ini seperti kembang api, yang bersinar indah dan tidak tahan lama. Andai waktu bisa aku putar kembali, aku lebih milih gak pernah kenal sama kamu. Ku kira kau juga jatuh cinta, ternyata tidak. Kau hanya bercanda, seharusnya aku tertawa, bukan malah jatuh cinta.
Empat bulan kemudian,
Kandungan Senja makin membesar. Saat ini dia tidak merasakan mual lagi. Semua telah berjalan seperti biasanya, hanya saja ada sosok bayi dalam perutnya. Beruntung Ibu Kos yang menolong Senja begitu baiknya. Sewaktu dia ngidam tidak memberikan pekerjaan berat.
Senja ingin nanti setelah dia melahirkan akan melanjutkan pendidikan sambil bekerja. Dia harus membuktikan pada semua orang, jika dia bisa sukses dengan bayinya.
"Senja, tolong antarkan makanan ke meja nomor 6. Ada Dokter Surya," ucap Ibu Kos
Dokter Surya, seorang dokter kandungan yang sering makan di restoran tempat Senja bekerja. Dia memiliki perhatian lebih dengan wanita itu. Yang orang-orang tahu jika Senja seorang janda.
Senja membawa sepiring gado-gado dan segelas susu buat Dokter Surya. Dengan tersenyum wanita itu meletakkan menu pesanan dari pria itu.
"Silakan, Pak Dokter!" ucap Senja.
"Terima kasih, Senja. Apa kabarmu? Apa ada keluhan?" tanya Dokter Surya. Pria itu selalu bertanya tentang kesehatan Senja. Bahkan tidak jarang dia menitipkan vitamin untuk Senja dengan Ibu Kos Riri.
"Sekarang sudah nggak ada, Pak. Makan juga sudah mulai banyak. Tidak ada ngidam lagi," ucap Senja dengan semangat. Apa yang Senja katakan itu benar adanya. Seminggu ini dia tidak merasakan pusing dan mual lagi.
"Harus berapa kali aku meminta, jangan panggil aku Bapak. Rasanya tua banget. Panggil Mas saja," ucap Dokter Surya.
__ADS_1
"Baiklah, Pak ... eh Mas Surya."
Ibu Riri sangat senang melihat interaksi antara Dokter Surya dan Senja. Dia tahu bagaimana keadaan wanita itu. Cerita tentang hidup Senja.
Setelah makanan yang dipesannya habis, Dokter Surya pamit dengan Ibu Riri sekaligus membayar pesanannya.
"Bu, seperti biasa, aku titip buat Senja. Jangan katakan jika ini dariku," ucap Surya. Pria itu memang selalu memberikan uang buat Senja.
Surya teringat adiknya yang juga pernah ditinggal suaminya saat hamil, karena depresi akhirnya meninggal saat mengandung 4 bulan. Adiknya juga hamil di luar nikah. Surya tidak ingin ada wanita lain yang mengalami hal serupa adiknya.
"Baik, Dok. Terima kasih." Ibu Riri sangat mengagumi dokter Surya yang baik hati. Setiap Dokter Surya menitipkan uang buat Senja, Ibu Riri selalu berkata jika uang itu tip dari pengunjung.
***
Ibu Riri telah menganggap Senja seperti anak kandungnya. Dia menjaga kesehatan Senja, karena tahu wanita itu masih muda dan belum berpengalaman dengan kehamilannya.
Setiap hari, ibu kos yang sudah menjelma menjadi ibu kandungnya itu selalu mendoakan kelancaran persalinan untuknya, serta kebahagiaan akan selalu membersamainya.
Hanya pada ibu kos, Senja menceritakan segala yang terjadi. Dari awal ibunya meninggal dan akhirnya dia tahu jika sedang hamil. Lalu diusir ayah tirinya.
Semuanya Senja ceritakan. Tak ada satupun yang belum Senja ceritakan. Termasuk saat awalnya dia menyerahkan mahkotanya, yang saat itu mereka sedang berada di puncak mencurahkan rasa sayang.
Semua itu tidak ada satu pun yang ibu kos komentari. Ibu kos hanya mengatakan layaknya seorang ibu kandung yang akan mengatakannya pada anaknya.
__ADS_1
"Semua yang kamu lakukan itu pasti ada konsekuensinya. Ada sebab ada akibat. Ada kejadian ada alasan. Dan semua itu terjadi karena kehendak Tuhan. Yang terpenting kamu menyadari atas kesalahan yang pernah kamu lakukan.” Ibu Riri mengusap rambut Senja layaknya anak kandung.
“Kamu selalu ada ibu yang bisa kamu jadikan tumpuan saat merasa dirimu tidak baik-baik saja. Ibu tidak akan membiarkan kamu merasa jika semua terjadi karena salah kamu sendiri. Ibu yang akan berdiri di depan jika ada orang yang mengatakan itu padamu."
Senja langsung memeluk ibu kos, dia terharu mendapat kasih sayang seorang ibu kembali. Rasa-rasa ibunya hidup kembali.
Senja sangat merindukan ibunya, ia selalu merasa kasih sayang yang ibu kos berikan padanya sama dengan kasih sayang yang ibu kandungnya berikan dulu.
Setidaknya, rasa itu masih bisa Senja rasakan agar perasaannya tidak mati karena rasa sakit hati karena ditinggal Langit dan diusir ayah tirinya. Awalnya Senja berpikir jika dunia ini begitu kejam padanya.
Semua masalah seolah datang secara bersamaan. Setelah kepergian ibunya, dia harus kehilangan Langit yang pergi tanpa pesan. Belum luka dan sakit hati itu hilang, dia harus menerima kenyataan jika di rahimnya tumbuh seorang janin. Di saat yang bersamaan dia juga diusir ayah tiri.
Senja menghapus air matanya, dirinya berdiri dengan bantuan tangan ibu kos. Menggunakan daster saat-saat hamilnya telah membesar seperti ini memang terasa mengasyikkan, pikirnya.
Terlihat seperti ibu-ibu pada umumnya yang hamil selalu memakai daster, yang nantinya keterusan hingga anaknya telah lahir. Bagi ibu-ibu, daster adalah pakaian ternyaman yang mereka pakai. Seperti yang dikatakan ibu kos baru saja.
"Nak Senja, daster ini nanti ibu yakin akan terus kamu pakai meskipun badanmu sudah ramping lagi. Saat anakmu sudah keluar, kamu akan lebih nyaman memakai daster ketimbang setelan atasan bawahan."
Senja menoleh, menatap ibu kos yang ikut berdiri di belakangnya. Dia akan mengambil air minum yang ada di galon yang ada di dapur umum. Ibu kos mengikutinya berjalan beriringan sambil menggenggam tangan Senja.
"Nanti, saat akan lahiran semua persiapan baju, bedong serta sarung tangan dan kaki dedek bayinya harus ditaruh ke dalam tas. Nanti biar ibu yang membawanya. Harus sering-sering jalan tanpa alas kaki." Senja langsung menatap kakinya yang memakai sendal. Dia pun tersenyum menunjukkan giginya yang rapi.
Senja mengelus perutnya yang membuncit, kembali teringat dengan Langit. "Apakah kamu masih ingat denganku. Apa kamu juga merasakan rindu yang aku rasakan? Semakin aku mencoba melupakan kamu, semakin aku sadar jika cinta ini memang telah kuserahkan sepenuhnya padamu!"
__ADS_1
...****************...