
"Aku memintamu untuk menikah denganku, bukan hanya karena aku tahu bahwa kita diciptakan untuk satu sama lain, tetapi yang lebih penting karena aku tahu bahwa aku tidak dapat menjalani satu hari pun dalam hidupku tanpa kamu berada di sisiku. Maukah kamu menikah denganku?"
Setelah Dokter Surya pergi, Pelangi bermain sendiri dengan bonekanya. Senja di dapur menyiapkan makan malam mereka. Langit mendekati bocah itu. Duduk disampingnya.
"Papi boleh ikut main?" tanya Langit.
Pelangi memandangi Langit lama, sebelum akhirnya menjawab. "Apa aku harus panggil Om, Papi?"
"Iya, Sayang."
"Apa Om sayang denganku seperti Daddy Surya?"
"Papi lebih sayang kamu dari siapa pun pria di dunia ini."
Pelangi memandangi Langit kembali dengan seksama. Langit merentangkan tangan, berharap Pelangi menyambutnya dan masuk ke dalam pelukan. Ternyata harapan Langit bersambut. Pelangi berdiri dan berlari ke dalam pelukan pria itu.
Langit mendekap erat putrinya. Dalam hati pria itu berkata, jika dia tidak akan pernah pergi jauh lagi dari putrinya. Tidak akan pernah memaafkan siapa pun yang ingin memisahkan dirinya dan Pelangi.
__ADS_1
Langit bermain dengan Pelangi, hingga Senja muncul di antara mereka. Wanita itu tersenyum melihat Pelangi sudah mulai mau bermain dan berinteraksi dengan Langit, ayah kandungnya.
Senja tidak mau menerima cinta Surya bukan hanya memikirkan keluarganya yang tidak merestui mereka, tetapi juga karena memikirkan nasib Pelangi kedepannya. Senja pernah merasakan pedih dan sakitnya memiliki ayah tiri. Mereka hanya sayang sama di depan ibu kita, saat ibu tidak ada ayah tiri akan menampakkan sifat aslinya.
Bukan hanya di usir dari rumah, Senja pernah juga di pukul dengan rotan sama ayah tirinya hanya karena tidak mampu membelikan dia rokok. Uang yang Senja dapat dari berjualan kue digunakan untuk biaya sekolah sehingga dia tidak mau memberikan buat ayah tirinya.
Sebaik apa pun ayah tiri, bagi anak perempuan ayah kandung yang terbaik. Apa lagi Senja melihat rasa cinta dan sayang Langit pada putri kandungnya tidak usah diragukan lagi.
"Pelangi suka main sama ayah?" tanya Senja.
Pelangi memandangi Senja dengan dahi berkerut. Tidak mengerti dengan pertanyaan bundanya. Senja yang menyadari itu mengulang lagi ucapannya.
"Maksud Bunda, Papi. Apakah Pelangi suka bermain dengan Papi?"
"Sayang, kamu pernah tanya dengan Bunda, siapa ayah kamu. Ayah kandung kamu itu, Ayah Langit ini," ucap Senja.
Pelangi memandangi wajah Langit dan bertanya dengan pria itu. "Apa benar Papi itu ayahnya aku, seperti teman-teman. Yang tinggal serumah?"
"Betul, Sayang. Papi adalah ayah kandungmu. Papi janji tidak kan meninggalkan kamu lagi. Papi akan bersama kamu selamanya. Menemani kamu selamanya."
__ADS_1
Langit dan Pelangi saling berpelukan. Air mata Langit akhirnya turun membasahi pipi. Pria itu tidak malu menangis buat orang-orang yang dia cintai.
Beberapa menit kemudian, Langit merenggangkan pelukannya di tubuh Pelangi. Pria itu berdiri dan duduk di samping Senja.
"Senja, apa kah tidak sebaiknya kita menikah agar nanti tidak ada yang bisa mengganggu atau menuduh kita karena kita tinggal serumah. Walau ada orang lain yang bekerja di sini tinggal bersama kita tapi aku tidak mau kita berpisah lagi."
"Bukankah akta cerai kamu belum ada, Lang?" tanya Senja.
"Memang belum. Kita nikah siri aja. Biar kita bisa bebas kemana aja tanpa ada larangan. Dan juga biar enak saat tinggal se atap begini."
"Apakah nanti ini tidak akan jadi masalah? Aku takut!" ujar Senja.
"Aku sudah mengajukan surat cerai dan dalam proses. Begitu surat akta cerai keluar, kita langsung mengsahkan secara negara."
Senja terdiam dan berpikir. Memang sebaiknya mereka menikah sebelum memutuskan tinggal seatap agar tidak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan seperti dulu lagi.
Langit makin merapatkan tubuhnya dan menggenggam tangan Senja. Dia tahu wanita itu masih ragu.
"Senja, tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. Karena, syarat pernikahan yang langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Will you marry me? Saya tidak bisa menjanjikan bahwa hidup akan mulus sepanjang waktu. Akan ada saat-saat ketika hidup akan menjadi neraka... tapi, aku berjanji kita akan melewatinya bersama, selalu. Maukah kamu menikah denganku?" tanya Langit.
__ADS_1
...****************...