
Kadang hati tak sejalan dengan pikiran. Apalagi jika masalah itu datang karena cinta yang entah bisa dipertahankan atau tidak. Hubungan cinta ini seharusnya tentang kita, kita berdua, aku dan kamu. Bukan tentang kamu dan kamu. Lebih menyakitkan diabaikan daripada dibenci karena itu membuatmu merasa seperti tidak berarti.
Mendengar Langit yang rela meninggalkan rumah dan akan menceraikannya, membuat Mawar menjadi takut. Wanita itu langsung berdiri dan mengejar Langit yang melangkah ingin menaiki tangga menuju lantai atas dimana kamarnya berada.
Mawar menahan langkah Langit dengan memegang pergelangan tangannya. Dia tidak akan melepaskan dan membiarkan pria itu meninggalkan apa lagi menceraikan dirinya.
"Jangan pergi, Langit. Aku mohon. Jika kamu memang ada wanita lain, tidak apa. Aku rela di madu asalkan kamu tidak pergi dan menceraikan aku. Aku tidak akan sanggup jika harus pisah denganmu!" ucap Mawar memohon.
Dia memohon agar Langit tidak pergi hingga berlutut. Papi dan Mami mendekati Mawar yang berlutut sambil memegang erat tangan Langit.
"Apa gunanya pernikahan ini dipertahankan? Kita juga tidak bisa seperti pasangan lain. Pernikahan yang kita jalani selama ini hanya di atas kertas. Jangan menyiksa diri sendiri, Mawar. Aku tahu dari dalam hatimu juga tersiksa dengan pernikahan kita. Lebih baik kita berpisah dan mencari kebahagiaan masing-masing."
Mami dan Papi melepaskan pegangannya Mawar di tangan Langit. Mami lalu membawa Mawar ke dalam pelukannya. Tangisan wanita itu pecah dalam pelukan Mami.
__ADS_1
"Aku nggak mau pisah, Mi," ucap Mawar sambil menangis.
Langit melangkah menaiki dua tangga agar sedikit menjauh dari Mawar. Setelah itu dia menghentikan langkahnya dan memandangi Mawar yang menangis. Ada rasa iba di hati Langit Namun, dia harus tetap. berpisah untuk. kebaikan bersama.
"Maafkan aku, Mawar. Di depan kedua orang tuaku, aku talak kau. Kita tidak lagi pasangan suami istri," ucap Langit menjatuhkan talak buat Mawar.
Mendengar Langit mengucapkan talak, tangis Mawar makin kenceng. Dia berteriak akhirnya.
"Tidakkk ... aku tidak mau terima kau mengtalak aku!" teriak Mawar.
Langit menyeret koper berisi pakaiannya. Ketika akan melewati Mawar, kembali wanita itu menahannya. Mawar memeluk Langit erat.
Dalam hati wanita itu, bagaimana mungkin dia bisa melepaskan Langit. Semua temannya tahu jika dia dan Langit saling mencintai. Lagi pula, dia dan Langit belum menjadi suami istri yang sesungguhnya.
"Jangan pergi, aku tidak akan menghalangi hubungan kamu dengan wanita itu asal kamu tetap bersamaku. Kamu bisa langsung menikahi wanita itu secara siri," ucap Mawar.
__ADS_1
"Maaf, Mawar. Pernikahan bukanlah buat mainan. Sudah cukup waktu satu tahun bagiku mempermainkan ikatan yang sakral itu. Saatnya aku bangkit dan tersadar. Aku doakan kamu mendapatkan pria yang benar-benar mencintai kamu. Sekarang lepaskan aku," ucap Langit, dia berusaha melepaskan pelukan Mawar yang erat.
Papi mendekati putranya itu. Tangannya terangkat, ingin menampar wajah Langit, tapi tangannya di tahan pria itu. Langit dan Papi Topan saling memandang dengan tatapan tajam.
"Dasar anak tidak tahu terima kasih. Apa kurangnya Mawar? Kamu telah dibutakan cinta dengan wanita ja*lang itu. Seharusnya kamu bersyukur karena Mawar memilih kamu diantara banyak pria yang ingin menjadi suaminya. Selangkah kau meninggalkan rumah ini, jangan harap kau akan bisa kembali. Cobalah kau hidup di luar sana tanpa fasilitas dariku atau Mawar!" ucap Papi dengan suara tinggi.
"Akan aku buktikan jika aku juga bisa hidup tanpa fasilitas Papi. Walau aku harus memulai dari nol. Bukannya aku tidak bersyukur mendapatkan cinta dari Mawar, tapi aku tidak bisa membohongi hatiku jika aku mencintai wanita lain. Aku melakukan ini juga demi kebaikan Mawar. Biar dia tidak tertekan terus hidup denganku! Maaf, Mawar. Papi dan Mami, bukannya aku ingin menjadi anak durhaka, tapi sudah saatnya aku mengejar cintaku. Terima kasih untuk semua yang telah diberikan!"
Langit kembali mrlangkahkan kakinya, tanpa menghiraukan tangisan Mawar. Tubuh Mawar ditahan kedua orang tua Langit ketika dia akan mengejar pria itu.
"Langit, jangan pergi. Kau akan menyesal jika memilih meninggalkan aku. Jika aku tidak bisa memiliki kamu, aku bersumpah, wanita manapun juga tidak akan bisa memiliki kamu!" teriak Mawar histeris.
Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan kedua orang tua Langit. Mawar mengejar mobil Langit yang mulai berjalan meninggalkan halaman rumah.
"Langittt ... kau akan menyesal karena lebih memilih wanita itu dari pada aku!" teriak Mawar.
__ADS_1
...****************...