SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 58. Jalan Bareng Pelangi


__ADS_3

Topan langsung pulang ke rumah dan menyerahkan tugas kantor pada asistennya. Dia tidak sabar ingin mengatakan semuanya pada Angel, istrinya.


"Papi serius?" tanya Angel kepada Topan seraya melihat ke arah kertas yang dibawa Topan dari laboratorium.


Topan memberi tahu Angel bahwa anak kecil yang dibilang putrinya Langit itu ternyata memang anak kandungnya Langit. Karena sudah mengetahui kenyataan itu, Topan jadi memberi tahu Angel yang sebenarnya.


"Itu buktinya, Mami. Memangnya Papi pernah bohong ke Mami?" tanya Topan sambil melihat selembar kertas di tangan Angel.


Angel tersenyum mendengar kabar Pelangi memang cucu kandungnya. Hanya mendengar saja, Angel sudah berandai-andai ingin membelikan banyak sekali mainan dan pakaian cantik buat Pelangi.


"Besok aku akan datang ke sekolahnya dan mengajaknya jalan-jalan," kata Angel sambil membayangkan kehebohan dan keseruan mereka saat membeli barang-barang cantik dan berkelas.


"Mami jangan berbuat yang aneh-aneh sama dia. Bagaimanapun juga, Pelangi itu cucu kandung kita." Topan mengingatkan Angel agar tidak berbuat sesukanya karena Topan tidak ingin terjadi hal-hal tidak diinginkan kepada cucunya.


"Memangnya, tampangnya Mami ini tampang kriminal apa? Sudah jelaslah, Mami mau ngajak Pelangi jalan-jalan itu untuk diajak bersenang-senang." Angel berlalu begitu saja dari sana dan memilih ke kamar memandangi foto Pelangi yang Topan dapat dari beberapa orang yang dia tugaskan untuk memantau Pelangi di sekitar sekolah.


***


Seperti yang dikatakan oleh Angel kemarin. Hari ini dia benar-benar pergi ke sekolah Pelangi untuk melancarkan aksinya.


Mami Angel langsung menemui wali kelas Pelangi di ruang guru. Alasan yang Angel pakai, dia bilang kalau dirinya baru tiba dari luar negeri dan waktunya di Indonesia tidak banyak karena urusan pekerjaan sehingga Angel berusaha menyempatkan dirinya di hari ini supaya bisa berjalan-jalan dengan Pelangi.


Mulanya wali kelas Pelangi bilang bahwa Angel tidak bisa membawa Pelangi begitu saja karena Pelangi tetap harus mengikuti pelajaran. Namun, saat Angel terus memohon dan mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan izin dari orang tua Pelangi maka wali kelas Pelangi pun akhirnya memperbolehkan.


Pelangi dijemput wali kelasnya dan dibawa ke ruang guru. Angel seketika memeluk Pelangi dengan erat, sementara Pelangi hanya diam seraya mengembangkan senyuman di wajah mungilnya.


"Nenek mau mengajak Pelangi jalan-jalan, kamu mau 'kan?" tanya Angel kepada Pelangi setelah Angel melepaskan pelukannya dari tubuh Pelangi.


Meski sedikit bingung, Pelangi pun akhirnya menganggukkan kepala. Tanpa Angel duga, Pelangi mau ikut bersama. Tanpa banyak kata dan basa-basi, Angel langsung pamit seraya membawa serta Pelangi bersamanya.

__ADS_1


Angel membantu Pelangi masuk ke mobil yang bakal membawanya ke mana saja. Setelah memastikan cucunya masuk, Angel pun ikut naik ke mobil. Sopir keluarga segera melajukan mobil ke mall, tempat yang dituju oleh Angel.


"Kamu tahu Nenek?" tanya Angel kepada Pelangi karena anak kecil itu langsung mau saat diajak pergi bersamanya, padahal mereka belum pernah bertemu sebelum ini.


Pelangi menganggukkan kepalanya seraya menatap Angel. "Aku pernah melihat foto Nenek di HP-nya Papi. Aku juga ingat kita pernah bertemu," jawab Pelangi lirih. "Ada fotonya Kakek juga," kata Pelangi seterusnya.


Angel tidak menyangka kalau Pelangi akan mengenal dirinya melalui foto. Dia dekap cucunya dan dia ciumi wajah Pelangi sebagai tanda sayangnya.


Pelangi sering membuka galeri foto ponsel milik Langit. Beruntung berisi foto kedua orang tuanya, foto Bunda Senja dan dirinya.


"Hari ini, Nenek akan mengajak kamu beli apa pun yang kamu mau," kata Angel.


Wanita paruh baya itu berjanji, kalau dia akan memberikan setiap apa yang terucap dari bibir cucunya. Meski dia memberikan banyak hal, menurut Angel itu tidak akan bisa menebus banyaknya waktu yang sudah dia lewatkan tanpa bersama cucunya.


Pelangi menurut saja. Dalam hati Pelangi, diajak jalan-jalan bersama neneknya saja sudah membuat Pelangi senang. Hal yang Pelangi impi-impikan selama dia sudah mengerti apa itu sosok seorang nenek dan kakek.


Pelangi tertawa riang seraya lempar-lemparkan bola ke udara. Angel juga terlihat menjaganya di sisi tempat permainan. Beberapa kali Angel mengabadikan foto kebahagiaan Pelangi saat bermain.


"Pelangi! Ayo kita beli baju cantik!" seru Angel seraya melambaikan tangan ke arah cucunya.


Pelangi pun langsung menyudahi permainannya. Dia mengikuti neneknya yang mengajak dirinya membeli pakaian cantik. Angel membawa Pelangi ke sebuah store yang menjual pakaian anak kecil dengan merek terkenal.


Seorang pelayan memberikan beberapa gaun cantik dan pakaian branded kepada Angel. Tentu saja itu sesuai permintaan Angel.


"Apa ada yang limited edition? Masa cucu saya harus pakai pakaian yang dipakai banyak orang sih, Mbak?" tanya Angel dengan gaya sosialitanya.


"Ada, Bu. Tunggu sebentar ya," jawab pelayan tadi kemudian berlalu buat mengambilkan beberapa pakaian limited edition untuk Angel.


"Nenek, limited edition itu apa?" tanya Pelangi karena dia tidak tahu.

__ADS_1


Angel menatap cucunya lalu tersenyum cantik. "Limited edition itu artinya barang yang terbatas, jadi tidak banyak yang punya. Makanya Nenek mau kamu memakai pakaian yang limited edition. Biar yang samaan dengan orang lain itu cukup seragam sekolah saja," jawab Angel sedikit menjelaskan.


Pelangi cuma mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Untuk ukuran anak kecil, Pelangi memang terhitung pandai. Jadi dia bisa menangkap apa kata orang lain dengan mudah asal dijelaskan secara gamblang.


Pelayan tadi kembali sambil membawa beberapa pakaian limited edition sesuai ukuran Pelangi. Tanpa pikir panjang atau meminta Pelangi mencobanya terlebih dulu, Angel langsung meminta semua pakaian yang sesuai ukurannya Pelangi itu dibungkus. Lagi pula, hanya ada enam yang limited edition dan ukurannya sesuai. Menurut Angel, itu bukan hal yang sulit.


"Pelangi, kamu lapar? Kamu mau makan?" tanya Angel yang baru sadar jika hari sudah siang. Mereka terlalu lama berada di dalam store pakaian anak kecil tadi.


"Mau, Nek. Aku mau makan apa saja," jawab Pelangi seraya mengangguk beberapa kali.


Angel mengiyakan, dia langsung mengajak Pelangi ke sebuah tempat yang menjual makanan cepat saji di dalam mall. Lagi pula, Pelangi juga tidak protes. Dia tetap suka.


"Nenek, aku boleh minta es krim?" tanya Pelangi kepada Angel saat mereka sedang mengantre makanan.


"Boleh." Angel langsung memesankan satu cup es krim ukiran sedang untuk Pelangi.


Wanita paruh baya itu mengajak Pelangi duduk di salah satu meja yang kosong.


Pelangi bahkan terlihat pandai saat makan makanannya. Angel suka melihat itu. Beberapa kali Angel juga mengelap saus yang sedikit mengenai ujung bibir Pelangi.


"Nenek tidak makan?" tanya Pelangi saat tahu bahwa Angel hanya melihat ke arahnya tanpa makan.


"Iya, ini Nenek baru mau makan," sahut Angel.


Meski Angel tidak suka pada Senja, dia tetap menyukai Pelangi karena darah Langit mengalir di sana. Bahkan Angel merawat Pelangi dengan sangat baik.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2