SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 65. Mawar dan Mami Angel


__ADS_3

Mawar telah bertekad akan mengunjungi mantan mertuanya. Dia akan membujuk Mami Angel agar membantunya kembali lagi pada Langit.


"Ada untungnya juga aku diberi keringanan, jadi aku masih bisa ke manapun sesuai kemauanku," kata Mawar seraya meletakkan pensil alisnya ke atas meja rias.


Mawar menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin di depannya. Dia tersenyum seraya berkata, "Aku memang cantik."


Tangan Mawar meraih ponselnya di atas meja rias. Mawar sudah bertekad kalau dia akan membujuk mantan mertuanya. Mawar yakin, Mami Angel tidak akan menolak dirinya.


"Bibirnya kurang merah." Mawar kembali ke depan cerminnya, dia membungkukkan badannya dan menambahkan lipstik berwarna merah lagi ke bibirnya sebanyak satu lapisan agar terlihat lebih berani. "Oke, perfect."


Mawar bergegas menuju ke garasi. Perempuan itu mengendarai mobilnya menuju ke rumah Topan. Bibirnya mengeluarkan nyanyian milik Agnes Monica yang dinyanyikan bersama Ahmad Dhani berjudul Cinta Mati. Mawar mengikuti bagian lirik yang menurutnya menyiratkan perasaannya saat ini untuk Langit.


Sebelum sampai ke rumah Topan, Mawar lebih dulu mampir ke sebuah toko yang menjual penganan tradisional yang dikemas dengan elegan. Perempuan itu membeli beberapa jajanan pasar yang kebanyakan dibeli oleh orang-orang berdompet tebal.


"Oke, lanjut ke rumah Mami," ucap Mawar setelah mendapatkan penganan yang dia cari.


"Ternyata jadi tahanan kota tidak buruk juga, aku masih bisa menikmati hidup seperti orang lain. Aku kira, aku akan mendekam di tahanan bersama orang-orang kumuh itu," kekeh Mawar mengatai bahwa tahanan itu tempat yang kumuh dan bukan tempat yang layak untuk dirinya.


Meski sebenarnya Mawar kesal karena tidak diperbolehkan keluar kota, tapi dia mencoba menikmatinya. Padahal Mawar ingin liburan ke Bali atau ke kota lain, atau malah ke negara lain. Sayangnya dia tidak bisa meninggalkan kota ini.


"Coba kalau kemarin hakimnya bisa disuap, pasti dia bakal kasih keputusan yang lain. Itu hakimnya terlalu main dengan jujur," desah Mawar. "Padahal apa salahnya, menerima suap sekali," katanya lagi.


Mawar sudah melihat gerbang rumahnya Topan, dia membunyikan klakson dan satpam segera membukakan gerbangnya. Mawar tersenyum senang bisa menyambangi mantan mertuanya lagi setelah kejadian yang menimpa dirinya.


Satu box penganan yang Mawar beli tadi, dia bawa serta turun dari mobil. Mawar berjalan masuk ke dalam rumah, kebetulan pintu rumah juga tidak dikunci. Hal itu memudahkan Mawar untuk masuk tanpa harus mengetuk atau membunyikan bel agar dibukakan oleh asisten rumah tangga.

__ADS_1


Tanpa merasa malu, Mawar mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Mawar tidak menemukan keberadaan siapapun di rumah ini. "Apa Mami lagi ada arisan di luar?" tanya Mawar entah kepada siapa.


Kaki Mawar kembali melangkah ke area taman belakang. Dia menyusuri teras rumah mantan mertuanya dan Mawar menemukan Angel sedang berjemur di bawah sinar matahari. Tubuh Angel terbalut handuk kimono putih, kedua matanya tertutup dua irisan timun.


Mawar duduk di kursi santai yang ada di sisi kolam renang, melihat Angel yang masih belum sadar akan kedatangannya. Mawar melihat jam di pergelangan tangan kanannya, ternyata sudah pukul setengah sembilan pagi.


"Mami, bukankah ini sudah terlalu siang untuk berjemur?" tanya Mawar membuat Angel kaget.


Angel seketika menyingkirkan timun yang ada di atas kelopak matanya. Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu menoleh ke samping kiri, tempat di mana Mawar duduk. Mawar melambaikan tangannya ke arah Angel.


"Mawar, kamu bebas?" tanya Angel kaget, dia bahkan sampai bangun dan duduk menatap ke arah Mawar.


Tangan Mawar terulur, memberikan box penganan yang tadi dia beli untuk Angel. "Itu oleh-oleh buat Mami, tentunya bukan oleh-oleh dari penjara," katanya.


Seperti yang dikatakan oleh Angel, Mawar segera berjalan ke arah ruang keluarga dan menunggu mantan mami mertuanya di sana. Seorang asisten rumah tangga datang membawakan minuman dan menyuguhkan penganan yang tadi dibawakan oleh Mawar ke atas meja.


Angel kembali dari kamar utama. Dia menemui Mawar di ruang keluarga. Angel begitu penasaran kenapa Mawar bisa bebas. "Apa masa hukuman kamu sudah selesai?" tanya Angel seraya mengambil satu lemper yang disediakan di meja.


Mawar menggelengkan kepalanya, membuat Angel jadi semakin tidak paham. "Aku masih dalam masa tahanan, tapi aku menjadi tahanan kota, Mami. Aku hanya tidak boleh ke luar kota. Makanya aku bisa mengunjungi Mami ke rumah," jelas Mawar membuat Angel mengangguk-anggukkan kepalanya paham.


"Lalu, dalam rangka apa kamu ke sini?" tanya Angel. Menurutnya wajar saja dia menanyakan itu kepada Mawar.


Raut wajah Mawar berubah ketika mendengar pertanyaan seperti ini dari Angel. Hatinya tersinggung dan tidak suka akan pertanyaan Angel.


"Apa karena aku sudah tidak menjadi menantu Mami, lalu Mami tidak suka kalau aku ke sini?" tanya Mawar sinis.

__ADS_1


"Ah, bukan begitu. Jelas saja Mami juga masih menganggap kamu seperti anak Mami sendiri meski kamu sudah bukan menantu di rumah ini. Mami senang karena kamu tidak memutus hubungan di antara kita. Mami hanya bertanya dengan lebih spesifik mengenai maksud kamu ke sini, Mawar." Angel berusaha menjelaskan sedetail mungkin agar Mawar tidak salah paham.


"Aku ke sini untuk minta Mami membujuk Langit supaya dia mau balikan lagi sama aku. Bagaimanapun juga, Mami itu ibunya Langit. Jadi Langit pasti akan mendengarkan apa kata Mami," kata Mawar menyampaikan maksud kedatangannya ke sini.


Angel menggaruk sikunya sendiri, padahal tidak gatal. Perempuan itu bingung harus bilang apa kepada Mawar.


"Mawar, lebih baik kamu mencari laki-laki lain saja yang lebih menyayangi kamu. Langit sudah bersama Senja, Mami tidak bisa meminta mereka berpisah karena mereka sudah memiliki buah hati." Tatapan Angel tentang menyarankan Mawar buat mencari laki-laki lain itu terlihat tulus.


"Aku nggak mau yang lain, Mami. Aku maunya Langit!" sentak Mawar.


Suara Mawar berhasil membuat Angel kaget. Aura di ruang keluarga langsung berubah. Mawar dipenuhi emosi. Angel tidak tahu kalau Mawar akan semudah itu berubah dari manis menjadi garang.


"Mami sudah merestui hubungan mereka, Mawar. Lagi pula Mami juga tidak bisa berpisah dengan cucu Mami," kata Angel berusaha mengiba di depan Mawar.


Tatapan Mawar kepada Angel sangat mengerikan. Seolah-olah perempuan itu siap membunuh Angel, saat ini juga. Tidak ada Mawar yang ceria seperti tadi. Raut wajahnya memerah karena marah.


"Mami yakin, kamu akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Langit," kata Angel lirih.


Emosi Mawar sudah tidak terkendali. Tangannya meraih gelas berisi minuman yang tadi disuguhkan oleh asisten rumah tangga untuknya. Mawar melemparkan gelas itu ke sembarang arah sampai membuat Angel kaget.


...****************...



__ADS_1


__ADS_2