SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 68. Kebahagiaan Mami


__ADS_3

Senja memasakan bubur untuk ibu mertuanya. Sementara itu Langit menemani mami di kamar. Mami merasa bahagia karena anak dan cucunya berkumpul.


"Mami nggak tahu harus mengatakan apa, yang pasti saat ini Mami bahagia," ucap Mami dengan lirih.


Langit tersenyum mendengar penuturan mami. Dia juga sangat bersyukur karena mami sudah benar-benar ikhlas menerima Senja. Hanya tinggal Papi. Namun, Langit sudah cukup bahagia melihat Papi yang mau menemani putrinya bermain.


Saat ini, Papi dan Pelangi masih berada di ruang kerja. Dia masih betah bermain berdua Pelangi. Entah apa yang mereka berdua lakukan.


Senja membawa bubur yang telah dimasaknya kehadapan Mami Angel. Istri Langit itu duduk di tepi ranjang dan menyuapi mertuanya dengan telaten.


"Seharusnya kamu nggak perlu buatkan mami bubur. Nanti kamu kecapean. Kamu sedang hamil. Kamu yang seharusnya dilayani," ujar Mami.


"Nggak apa, Mi. Aku juga di rumah masak sendiri buat Mas Langit dan Pelangi. Mas tidak mau makan di luar. Maunya aku yang masak."


Langit jadi malu karena Senja membuka rahasianya. Pria itu memang tidak mau membeli makanan di restoran atau kafe, jika tidak ada momen penting seperti ulang tahun. Bagi Langit, masakan Senja tidak ada tandingnya. Walaupun istrinya itu hanya memasakan telur dadar.


"Pasti karena masakan kamu enak banget," puji Mami.

__ADS_1


"Bukan juga, Mi. Mungkin karena Mas malas keluar rumah. Sudah capek pulang kerja."


"Senja, mami bersyukur memiliki kamu sebagai menantu. Mama menyesal karena baru mengenal siapa kamu yang sebenarnya. Jika dari dulu mami tahu kamu begini baiknya, pasti mami akan menerima kamu. Sekali lagi, maafkan Mami," ucap Mami tulus.


"Mi, tidak ada manusia yang sempurna. Aku juga tidak luput dari kesalahan. Jangan memandang kebelakang, Mi. Tetap maju. Hidup tidak selalu sempurna. Seperti jalan, itu memiliki banyak tikungan, naik, dan turun. Tapi, itulah keindahannya."


Mami memeluk Senja. Beruntung dia tidak mengikuti kata Mawar untuk memisahkan kembali Langit dan Senja.


Tidak ada manusia atau hal yang sempurna di dunia ini. Semua pasti pernah melakukan kesalahan di dalam hidupnya. Hal tersebut dikarenakan kesempurnaan hanya milik Tuhan.


Akan tetapi, cobalah lakukan hal terbaik yang kamu bisa. Walau tidak akan sempurna, yang terpenting adalah kamu melakukan hal baik yang dapat berefek positif bagi orang di sekitarmu.


Di rumah sakit jiwa, Tante Riri berjalan melewati lorong rumah sakit menuju kamar tempat Mawar di rawat. Sebenarnya Tante Riri sangat kasihan melihat nasib ponakannya. Kedua orang tua Mawar tidak ada yang perhatian padanya.


Mawar sedang duduk di dekat jendela. Pandangannya menerawang entah kemana. Saat Perawat membukakan pintu kamarnya, Mawar hanya memandangi Tante Riri dengan pandangan kosong.


"Kamu sudah makan?" tanya Tante Riri. Mawar hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. Tiba-tiba wanita itu menangis.

__ADS_1


"Tante, aku tidak gila. Kenapa aku dimasukan ke sini. Apa salahku? Aku membuat laporan palsu itu juga karena aku terlalu mencintai Langit. Aku tidak mau dia menjadi milik orang lain. Apakah mencintai itu salah?" tanya Mawar dengan terisak.


Riri yang mendengar ucapan Mawar ikut sedih. Dipeluknya tubuh ponakannya itu. Tangisan Mawar akhirnya pecah.


"Apa aku ini tidak pantas dicintai? Mama dan Papa tidak peduli. Dulu saat Langit menjadi suamiku, dia juga tidak peduli. Aku juga mau dicintai. Aku juga mau seperti orang-orang, diperhatikan dan dicintai. Apa sifat aku sangat jelek sehingga tidak ada yang menyayangi aku," ucap Mawar dengan tetap terisak.


"Tante menyayangi kamu," ucap Riri.


Mendengar ucapan Riri, wanita itu bukannya senang, dia melepaskan pelukan Tante Riri. Memandangi dengan sorot mata tajam.


"Tidak ada yang menyayangi aku. Termasuk Tante. Kau datang hanya ingin mengejek aku, menertawakan aku," teriak Mawar.


Mawar lalu menarik rambutnya dan membenturkan kepalanya ke dinding. Tante Riri yang ketakutan melihat Mawar begitu, langsung berlari menuju pintu dan berteriak memanggil perawat.


...****************...


__ADS_1



__ADS_2