SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 28. Pelangiku ....


__ADS_3

Langit masih ingin tahu apa yang terjadi dengan Senja selanjutnya. Rasa penyesalan membuat ulu hatinya terasa nyeri. Tidak bisa pria itu bayangkan, wanita yang dia cintai itu bekerja dengan perut yang membuncit.


"Lanjutkan! Katakan saja apa yang kamu ketahui!" ucap Langit dengan suara sedikit parau. Itu semua karena dia menahan sesak di dada. Jika saja dia tidak takut malu, mungkin Pria itu telah berteriak dan menangis karena kebodohannya.


Kedua orang kepercayaannya itu saling pandang dan saling sikut. Entah apa yang akan mereka katakan. Tampaknya mereka enggan buat bicara.


Langit dapat membaca gelagat mereka, seperti ada yang disembunyikan. Pria itu memandangi kedua orang itu secara intens, membuat mereka makin salah tingkah.


"Katakan saja apa yang ingin kalian katakan. Jangan ada yang disembunyikan!" ucap Langit dengan penuh penekanan.


"Kami takut Bapak tidak percaya dan marah!" ucap Alex.


"Jika kamu berbohong, aku akan lebih marah lagi!"


Alex dan Joni kembali saling pandang. Mereka berdua saling sikut, meminta salah satu dari mereka untuk bicara. Setelah sekian detik berlalu dalam keheningan, akhirnya Alex yang angkat bicara.


"Begini, Pak. Dari penyelidikan yang kami lakukan, sepertinya Bapak sengaja di kirim ke luar negeri karena kedua orang tua Bapak telah mengetahui tentang hubungan Bapak dengan Senja," ucapnya.

__ADS_1


Langit menarik napasnya. Tidak percaya jika kedua orang tuanya melakukan semua itu hanya untuk memisahkan dirinya dengan Senja.


Namun, Langit percaya semua itu. Selama enam tahun dirinya tidak bebas menggunakan ponsel dan paspornya di tahan. Pasti ini semua untuk tetap menahan dirinya di luar negeri.


Papi, Mami, aku tidak menyangka kalian berdua setega ini. Aku pikir orang tua adalah panutan bagi kita, tapi yang kamu perlihatkan saat ini hanyalah sifat diktator. Apakah di hati Mami tidak ada rasa kasihan. Sehingga tega memisahkan aku dengan orang yang aku cintai.


Joni dan Alex kembali saling pandang. Mereka kuatir Langit tidak percaya dan marah karena mengatakan tentang orang tuanya Langit.


"Maaf, Pak. Jika perkataan kami tadi membuat Bapak marah. Tapi semua itu benar. Kami tidak mungkin berani berbohong dengan Bapak," ucap Joni.


Langit menyunggingkan senyuman dengan terpaksa. Bukannya dia tidak percaya dengan ucapan mereka, tapi Langit merasa kesal pada dirinya sendiri.


"Katakan di mana Senja saat ini?" tanya Langit akhirnya.


Alex dan Joni memberikan alamat yang didapatnya. Langit langsung berdiri. Dia sudah tidak sabar bertemu bidadarinya.


"Uang kalian sudah aku transfer. Tetap selidiki apa pun mengenai Senja!" perintah Langit sebelum pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


Dengan kecepatan sedang, Langit mengendarai mobilnya. Jarak yang akan ditempuhnya memakan waktu 8 jam. Namun, Langit tidak peduli. Walau Alex dan Joni tadi telah menawarkan diri buat menemani.


Setelah menempuh waktu 10 jam perjalanan karena Langit beristirahat buat memulihkan tenaganya. Baru perjalanan dilanjutkan. Tepat jam 3 pagi Langit sampai di lokasi Villa. Dia terpaksa menyewa villa buat untuk bermalam.


***


Jam 8 pagi, Langit terbangun. Pria itu membersihkan tubuhnya dan setelah sarapan segera menuju Villa tempat Senja tinggal.


Saat hampir sampai di Villa yang ditempati Senja dan putrinya, detak jantung Langit seperti genderang perang. Berpacu dan berdetak cepat.


Langit berjalan perlahan mendekati Villa itu. Tampak seorang bocah sedang bermain. Tidak jauh dari anak itu, Langit melihat Senja yang duduk sambil memandangi bidadarinya. Pria itu berkeyakinan jika itulah putrinya dengan Senja.


Langit melihat bocah itu berlari ke arah dirinya sambil berteriak memanggil, "Daddy ...."


Air mata Langit tidak dapat di tahan mendengar putri kecilnya ternyata mengenal dia. Pelangi berlari makin mendekat. Langit lalu membentangkan kedua tangan untuk menyambut Pelangi dan akan membawa ke dalam pelukannya. Namun, bocah itu melewati Langit.


"Daddy Surya," teriak Pelangi. Surya yang baru turun dari mobil juga berlari menyambutnya. Pelangi digendong ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Hati Langit bagai tertusuk belati menyaksikan semua itu. Pria itu mengira Pelangi berlari karena mengejar kedatangannya, tapi ternyata semua itu hanyalah impiannya saja. Putrinya mengejar pria lain yang dipanggil Daddy.


...****************...


__ADS_2