SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT

SENJA YANG MERINDUKAN LANGIT
Bab 75. Bintang Kejora


__ADS_3

Langit menyuapi Senja makanan yang diberikan perawat. Tampak air mata mengalir dari sudut matanya. Pria itu tidak bisa membayangkan bagaimana dan apa yang dirasakan Senja saat melahirkan Pelangi dulu. Seorang diri, hanya ditemani seseorang kenalan, ibu Riri saja.


"Kamu lapar apa doyan, Sayang," ucap Langit becanda, melihat Senja yang semangat menyantap makanannya.


"Dua-duanya, Mas," ucap Senja dengan cemberut. Langit lalu mengecup pipi Senja membuat istrinya itu tersenyum lagi.


"Terima kasih, Sayang."


"Buat apa, Mas."


"Buat semuanya. Karena telah mau mengandung benih dariku dan berjuang melahirkan."


"Aku senang dapat memberikan keturunan untuk, Mas."


"Aku baru tau jika sakit ketika akan melahirkan itu sangat dahsyat. Menurut yang aku baca badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuangan Mami saat melahirkan."

__ADS_1


"Tidak se dahsyat itu sakitnya, Mas. Karena aku melahirkan dengan perasaan ikhlas dan rela, aku ingin anak dalam kandunganku bisa lahir selamat dan sehat. Jadi aku tak merasakan sesakit itu."


"Maaf, tadi aku tidak berani menemani kamu melahirkan. Aku tak sanggup. Awalnya telah aku coba masuk, tapi aku tidak sanggup," ucap Langit. Tampak air mata mengalir dari sudut matanya.


"Sayang, Terima kasih telah membuatku menjadi pria, suami, dan seorang Papi dari tiga orang anak. Ini adalah tubuh yang menumbuhkan anak-anak kita, memberi makan anak-anak kita. Tubuh ini menghibur anak-anak kita, membuatnya hidup.Tubuhmu adalah yang aku cintai setiap hari, terima kasih, Sayangku" ucap Langit dengan menggenggam tangan Senja.


Tidak bisa pria itu gambarkan perasaan dirinya saat ini. Bahagia, terharu dan sukacita bercampur menjadi satu melihat buah hatinya.


"Mas, dulu kamu telah membuatku jatuh cinta, dari awal pertemuan kita tapi kini setelah kamu menjadi suamiku aku jatuh cinta padamu setiap saat dan berkali-kali. Banyak orang yang selalu bertanya, mengapa aku harus atau aku bisa mencintai kamu? Jawabannya sederhana saja. Karena aku menemukan diriku yang utuh setiap bersama kamu," ucap Senja pelan.


"Aku juga sangat mencintaimu, Sayang. Aku ingin hubungan kita di dunia ini berakhir bahagia, jika kita harus berpisah pun kuharap bukan karena orang ketiga atau adanya perbedaan. Tapi aku ingin kita berpisah ketika aku tak bisa berdiri dan tak sanggup bernapas lagi untukmu. Ucapan terima kasih tak cukup untuk kuucapkan, karena kamu lebih berharga dari apapun," ujar Langit.


Dia mengecup kedua pipi Senja dan berakhir dibibir. Pelangi yang baru sarapan bersama kakek dan neneknya berlari ke arah Senja dan Langit.


"Bunda, ada adik dua. Aku Udah jadi kakak," ucap Pelangi riang.

__ADS_1


Kedua orang tua Langit mendekati tempat tidur si kembar. Tampak keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Mami mendekati ranjang Senja. Menggenggam tangan menantunya itu.


"Terima kasih, Senja. Tidak ada kata yang bisa ungkapkan rasa bahagia Mami. Hanya ucapan terima kasih yang bisa mami utarakan karena kamu telah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga buat kami," ucap Mami terharu. Papi tidak mau pergi jauh dari tempat tidur si kembar.



"Bunda, Papi, siapa nama adikku?" tanya Pelangi.


"Bintang dan Kejora, Sayang," jawab Senja.


"Bintang dan Kejora?" tanya Pelangi lagi.


"Iya, Sayang. Papi dan Bunda berharap, Bintang dan Kejora akan memyinari hidup kami. Pelangi akan selalu mewarnai dan memberikan keceriaan bagi kami," ucap Langit.


Papi dan Mami hanya mengangguk setuju atas pendapat Langit. Karena mereka juga mengharapkan hal yang sama dengan Langit.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2