
Langit dan Senja dalam perjalanan menuju rumah kediaman orang tuanya. Tadi pelayan di rumah Mami Angel, menghubungi pria itu dan mengatakan jika mami sedang terbaring sakit karena syok melihat kelakuan Mawar padanya.
"Kenapa Mawar jadi begitu, Mas? Apa karena kita penjarakan itu? Aku merasa nggak enak hati dengan Bu Riri," ucap Senja lirih.
"Sayang, semua itu bukan salah kamu. Mawar memang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia melakukan kesalahan dengan kesadaran penuh."
"Apa itu semua karena dia terlalu mencintai kamu, Mas?" tanya Senja. Dia teringat jika Mawar melakukan itu semua karena tidak ingin Langit berpaling darinya. Mawar menginginkan Langit hanya menjadi miliknya seorang.
Senja terkadang merasa bersalah juga karena bagaimanapun keadaan pernikahan Langit, Senja adalah orang ketiga dalam pernikahan mereka.
"Mas, aku merasa penyebab Mawar melakukan kejahatan karena dia tidak bisa terima jika aku telah merebut kamu dan menyebabkan pernikahan kalian bubar," ucap Senja lirih.
"Aku tidak ingin menyalahkan siapapun. Karena untuk masalah perasaan, semua orang ingin merasa benar. Namun, perlu kamu ingat Sayang, daun yang jatuh tak pernah menyalahkan angin. Kenapa manusia yang putus asa selalu menyalahkan takdir? Mungkin karena yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain dan yang paling sulit adalah mengakui kesalahan diri sendiri," ucap Langit bijak.
Pelangi yang duduk di kursi belakang, tampak telah tertidur dengan lelapanya. Langit dan Senja membiarkan anaknya tidur.
Satu jam perjalanan, sampailah mereka di halaman rumah nan megah itu. Setelah memarkirkan mobil, Langit mengajak Senja masuk. Pria itu bertanya dengan pelayan, dimana mami berada.
Pelayan itu menjawab jika mami berada di kamar dengan Papi. Langit memandangi wajah Senja meminta persetujuannya. Wanita itu menganggukkan kepalanya tanda setuju.
__ADS_1
Sambil menggendong Pelangi, Langit melangkah menuju kamar mami. Senja mengikuti dari belakang. Wanita itu kelihatan gugup. Memasuki kamar, tampak mami terbaring lemah. Papi duduk di tepi ranjang, sedang memijat kaki Mami.
Pelangi yang telah bangun, langsung berteriak memanggil neneknya. Mami membuka matanya mendengar suara Pelangi yang memanggil dirinya. Papi juga memandang ke arah asal suara.
Pelangi turun dari gendongan Langit dan berlari ke arah Mami. Wanita paruh baya itu bangun dan duduk bersandar kepala ranjang.
"Nenek, sakit apa?" tanya Pelangi saat berada tepat di samping ranjang.
"Pelangi, sini Sayang. Nenek tidak sakit,hanya kecapean," ucap Mami Angel.
Pelangi memeluk neneknya dan mencium pipinya. Mata bocah itu tertuju pada Topan yang duduk di dekat kaki Angel. Pelangi lalu tersenyum. Topan membalas dengan tersenyum juga.
"Kakek ...," panggil Pelangi.
Senja berjalan mendekati ranjang. Menyalami Topan dan Angel, kedua mertuanya. Sedangkan Langit masih tetap berdiri di ambang pintu.
"Duduklah! Aku mau ke ruang kerja dulu," ucap Papi, entah ditujukan untuk siapa.
"Terima kasih, Pak," ucap Senja pelan.
__ADS_1
Melihat Papi Topan berdiri, Pelangi mengikutinya. Memegang tangan pria itu, membuat Topan kaget.
"Kakek, apa aku boleh ikut dengan Kakek?" tanya Pelangi. Topan hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Setelah Topan keluar dari kamar dengan Pelangi, barulah Langit masuk dan duduk di tepi ranjang tempat Papi tadi.
Langit dan Senja bertanya tentang Mawar dan apa yang dia lakukan sehingga membuat mami ketakutan. Mami mengatakan semua yang terjadi kemarin pada anak dan menantunya itu. Mendengar cerita Mawar dari mulut ibu mertuanya itu, membuat Senja makin merasa bersalah.
Di ruang kerjanya, Topan bermain dengan Pelangi. Senyum tidak berhenti terkembang dari sudut bibirnya.
"Kamu besok mau ikut dengan kakek. Kita beli sumua yang kamu inginkan," ucap Topan.
"Tapi aku harus minta izin bunda dulu, Kek!" ucap Pelangi.
"Kalau begitu kamu minta izin dengan bunda. Kita pergi ke mal. Kamu bisa membeli semua yang kamu mau," bujuk Topan lagi.
"Baik, Kek. Nanti aku katakan sama bunda," ucap Pelangi.
Pelangi mengajak kakeknya bermain game dari laptop miliknya. Dengan telaten, Topan mengikuti semua yang anak itu inginkan. Dalam hati pria itu, mengakui apa yang istrinya katakan. Jika dia akan jatuh hati pada sosok Pelangi.
__ADS_1
...****************...