
Kita adalah dua orang yang pernah memiliki rasa yang sama namun tak ditakdirkan untuk terus bersama.
Masa depan adalah miliki dia yang meninggalkan masa lalu, jadikan kisahmu yang ada di masa lalu sebagai pengajaran untuk lebih kuat lagi dari biasanya, berjuang lebih kuat dari biasanya.
Dokter Surya menunggu Senja membereskan semua barang-barangnya. Senja hanya membawa pakaiannya. Selain itu tetap dikontrakan. Suatu hari dia akan membawa semuanya. Saat ini Senja hanya ingin pergi menjauh untuk meyakinkan hatinya, apakah benar masih mencintai Langit atau hanya karena terbelenggu masa lalu.
Senja telah menceritakan semuanya pada Surya, tentang Langit yang merupakan ayah kandung dari Pelangi putrinya. Surya mendengarnya dengan serius.
"Jadi apa yang ingin kamu lakukan saat ini?" tanya Surya.
"Aku hanya ingin keluar kota dan mencari pekerjaan. Jika ternyata pekerjaannya sesuai, aku akan menetap di sana."
"Senja, tawaran yang pernah aku berikan masih berlaku hingga saat ini. Apakah kamu tidak ingin memikirkan itu?" tanya Dokter Surya.
Dokter Surya, pernah menawarkan diri untuk menjadi ayah sambung buat Pelangi. Namun, Senja menolak. Hingga hari ini Surya masih berharap Senja mau menerima tawarannya.
Senja merapatkan tubuhnya ke Surya. Diraihnya tangan Surya. Wanita itu lalu menggenggamnya.
"Maaf, Mas Surya. Kamu pria baik dan berpendidikan. Pasti banyak wanita yang ingin menjadi pendamping hidupmu. Jika aku hanya mengikuti egoku, pastilah aku akan menerima tawaranmu. Namun, aku sadar Mas. Kita menikah bukan hanya untuk menyatukan dua hati saja, tetapi juga dua keluarga. Aku nggak mau gara-gara kamu menikah denganku, kamu terusir dan diasingkan keluargamu," ucap Senja.
__ADS_1
Surya pernah membawa Senja dan putrinya Pelangi ke acara pesta salah satu kerabatnya. Melihat Senja yang menggandeng seorang anak, tampak wajah keluarga Surya memandangi Senja dengan raut tidak senang.
Saat Surya pamit mengambil makanan, Mamanya Surya langsung mengenalkan seorang wanita yang bernama Bulan, seorang dokter ahli bedah. Mama Surya mengatakan jika Bulan dan Surya pasangan serasi.
Sejak saat itu, Senja menutup hatinya buat pria itu. Apa bedanya dia menikah dengan Surya atau Langit? Kedua keluarga pria itu tidak ada yang menyukai dirinya.
Senja tidak menyalahkan kedua orang tua mereka. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya termasuk Senja. Jika diminta memilih antara Surya dan Langit, tentu saja Senja lebih memilih Langit, karena di antara mereka ada Pelangi.
"Yang akan menikah aku bukan orang tuaku, Senja."
"Mas, aku nggak mau karena kamu memilih aku jadi menentang orang tua. Bagaimana nanti pada akhirnya kamu dan aku dipisahkan, seperti aku dan Langit yang dipisahkan orang tua. Biarlah aku begini saja. Mungkin aku ditakdirkan memang sendiri selamanya."
Surya membalas genggaman tangan Senja. Kedua orang tuanya memang menginginkan dia menikah dengan Bulan. Mereka memang pernah mengatakan pada Surya, tidak akan merestui pernikahannya dengan Senja jika memang pria itu tetap memilihnya.
"Mas, cobalah kamu berpikir ulang. Apakah kamu memang mencintaiku atau hanya kasihan?" tanya Senja.
Masih Senja ingat, awal kedekatan dirinya dan Surya karena pria itu kasihan melihat Senja yang hamil tanpa suami. Surya teringat adiknya Mentari yang meninggal saat hamil. Mentari yang malu dan depresi karena ditinggal kekasihnya saat hamil membuat dirinya sering sakit dan akhirnya meninggal.
Takut hal itu juga terjadi pada Senja, sehingga Surya membantunya dengan memberikan semangat agar Senja tidak depresi. Surya tidak ingin ada wanita yang bernasib sama seperti Mentari.
"Senja, aku mencintaimu bukan karena simpati."
__ADS_1
"Mas, cobalah lupakan cinta itu jika memang ada. Aku dan kamu tidak akan mungkin bersama. Kita jauh berbeda. Apa lagi saat ini kamu telah memimpin satu rumah sakit swasta. Pasti orang tua Mas akan menentang hubungan kita. Mas pria paling baik yang pernah dekat denganku. Aku tak akan pernah bisa membalas semua kebaikan Mas. Hanya doa yang bisa aku panjatkan, semoga Mas dapat menemukan wanita yang Mas cintai dan juga mencintai Mas. Atau cobalah buka hati Mas buat Bulan. Dia wanita baik yang sangat mencintai, Mas."
Cukup lama Senja meyakinkan Surya untuk melupakan cintanya dan menerima Bulan. Cukup sekali dia dipisahkan dengan orang yang dicintainya karena orang tua pria yang tidak merestui.
Akhirnya jam 10 malam, Surya mengajak Senja dan Pelangi menginap dulu di sebuah hotel. Besok baru dia membawa Senja ke Villa miliknya buat menenangkan diri.
***
Di rumah kediaman Langit, kedua orang tuanya dan Mawar masih bersikeras jika tidak akan ada perpisahan di antara keduanya.
"Suka, tidak suka, terima, tidak terima, aku akan tetap mendaftarkan gugatan cerai kita. Aku sudah tidak bisa mempertahankan pernikahan kita," ucap Langit akhirnya.
Langit berdiri dari duduknya setelah mengucapkan itu. Dia melangkah meninggalkan kedua orang tuanya dan Mawar. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar ancaman dari Papinya.
"Jika kamu tetap memilih berpisah, maka kamu bisa keluar dari rumah tanpa membawa apa pun!" ancam Papi.
Langit membalikkan badannya menghadap ketiga orang itu. Tersenyum miring pada mereka.
"Baiklah, jika itu memang keinginan Papi. Aku akan tetap memilih bercerai. Aku akan keluar hari ini juga, detik ini juga," ucap Langit.
...****************...
__ADS_1