
Papi dan Mami Langit datang dengan membawa banyak hadiah. Mereka hanya tiga hari di luar negeri. Karena tidak bisa jauh dari cucu mereka.
Senja yang sedang menidurkan Kejora kaget saat seseorang masuk. Ternyata mami Angel yang datang. Wanita paruh baya itu menggendong Bintang yang berada di dalam tempat tidur bayi.
"Mami, kapan pulang? Katanya seminggu di Singapura. Ini baru tiga hari sudah kembali. Apa sudah selesai urusannya?" tanya Senja sambil menyusui Kejora.
"Papi kamu cepat-cepat selesaikan semua urusannya. Dia selalu saja ngomong kangen sama Pelangi dan si kembar," ucap Mami dengan wajah cemberut.
Senja tersenyum mendengar ucapan mertuanya itu. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika anak-anaknya akan sangat dicintai seperti saat ini.
"Terus papi dimana sekarang, Mi?"
"Bermain dengan Pelangi."
Senja kembali tersenyum. Merasa bahagia karena anaknya dapat merasakan kasih sayang lengkap dari seluruh keluarga Langit.
Mami mengambil Kejora yang telah tertidur setelah meletakkan Bintang di tempat tidur. Mami tampak telaten sekali melakukan semua itu.
__ADS_1
"Sebelum ke Singapura, kemarin mami dan papa mengunjungi Mawar," ujar Mami hati-hati.
Mami takut Senja tidak menyukai pembahasan mengenai Mawar. Namun, dia ingin juga mengatakan apa yang dilihatnya. Sebenarnya dari hati terdalam mami kasihan melihat keadaan Mawar saat ini.
Senja menarik napasnya. Sesungguhnya Senja juga merasa kasihan pada wanita itu. Pasti dia sangat mencintai Langit sehingga membuat Mawar begitu terobsesi memiliki suaminya itu.
"Bagaimana keadaannya Mawar, Mi? Apa sudah ada perubahan?" tanya Senja.
"Dia sudah mulai bisa menguasai emosi dan mengendalikan diri. Walau terkadang kambuh jika dia sedang sendirian."
"Maaf, bukan mami ingin membuat kamu jadi kepikiran."
"Nggak apa, Mi. Aku juga sebenarnya ingin tahu keadaannya saat ini. Aku selalu berdoa dan berharap Mawar bisa sembuh dan menyadari kesalahannya," ucap Senja.
Mami tersenyum dengan menantunya itu. Merasa bahagia karena memiliki menantu seperti Senja yang tidak pernah menyimpan dendam pada siapapun, walau orang itu pernah menyakiti dirinya.
"Mami sangat bersyukur kamu yang menjadi istrinya Langit. Memiliki hati yang seluas samudera."
__ADS_1
"Mi, aku juga sangat bersyukur memiliki suami seperti Langit. Aku yang harusnya berterima kasih pada Mami," ucap Senja tulus.
Seringkali dikatakan bahwa memiliki mertua yang baik adalah anugerah yang patut disyukuri, karena tak semua pasangan bisa mendapatkannya. Hubungan yang harmonis dengan mertua juga dapat membantu meminimalisir kesalahpahaman dan konflik yang tak berarti.
Senja merasa salah satu orang yang beruntung karena memiliki mertua yang sangat baik, walau awalnya Senja tidak diterima dengan baik.
"Mi, terima kasih sudah melahirkan putra yang tampan dan sabar dalam segala hal seperti Langit.Terima kasih sudah menganggapku seperti anak kandung Mami sendiri. Aku sangat beruntung dan diberkati memiliki mami sebagai ibu mertua. Terima kasih atas dukungan Mami, senyum Mami, dan semua cinta yang Mami bawa ke keluarga kami. Aku tahu bagaimana sayangnya Mami pada anak-anakku. Mereka sangat beruntung memiliki nenek seperti mami."
Mami mendekati Senja, menggenggam tangan menantunya itu. Terkadang ada rasa malu karena dulu pernah menentang hubungan Senja dan Langit. Jika saja dia tahu akan seindah ini, pasti Mami tidak pernah memisahkan keduanya. Dalam hatinya mami berjanji akan menebus semua kesalahan masa lalu dengan berusaha menjadi ibu mertua seperti ibu kandungnya Senja.
"Mami hanya ingin kamu mengerti dan paham, seperti apapun sikap dan sifat mertua, semua itu hanya karena pola pikir yang sangat berbeda. Mungkin kalau kamu mengisi posisinya, kamu bisa bersikap sama bahkan lebih buruk darinya. Kalau kamu jadi mertua kelak, jadilah temannya, bukan ibunya. Pahamilah kenyataan bahwa dialah istri anak laki-lakimu dan perlakukanlah dia sebagaimana kamu menginginkannya memperlakukanmu."
Senja membalas genggaman tangan Mami dan memeluknya. Dia bisa mengerti jika dulu mami pernah menentang hubungan mereka karena sebagai ibu pastilah mengharapkan semua yang terbaik bagi putranya .
...****************...
__ADS_1