Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 11 - Maya Hamil


__ADS_3

"Please!!! lo pergi minta temenin Iksan, gue harus jagain Maya, muka dia udah pucet bgt, emang lo gak kasian gitu sama Maya???.. " Denis memohon pada Aji.


"Emm ..kasian si...!, iya iya nantii gue beliin, kalo udah selesai ngampus.. " Jawab Aji yang merasa iba kepada Maya


Waktu berjalan dengan cepat, jadwal kuliah pun telah usai, dan kini Aji sudah bersama Iksan di apotik..


"Cari apa Kak??!. " Ucap karyawan apotik.


"Ehh Mbak.. Mbakk saya mau beli testpack ada?? " Ucap Aji malu-malu.


"Sebentar yak,.. Kak mau beli berapa??. " Tanya karyawan apotik.


"Mau beli berapa si???" Tanya Aji pada Iksan.


"Lho kok tanya gue, gue ya gak tau mau beli berapa, emang gue yang mau make..??" Sewot Iksan pada Aji, dirinya melihat sekeliling apotik karna takut ada yang melihat nya


"Sewot aja lo jadi orang!, emmm 5 aja deh mbak.. " Ucap Aji yang kesal dengan Iksan


Setelah acara beli membeli itu selesai, mereka langsung bergegas kembali ke dalam kampus, lebih tepat nya ke dalam toilet kampus, karna Denis dan Maya sudah menunggu nya, setelah sampai di dekat toilet, Aji pun langsung menyerah kan kantong keresek itu yang berisi testpack pesanan Denis.


"Udah sanah coba.. " Ucap Denis pada Maya yang menyerah bungkusan keresek yang tadi dibawa Aji.


"Gue takut Den.. " Jawab Maya, jujur dia sangat takut.


"Kita nunggu lo di depan sini, lo gak usah takut... " Denis pun menenangkan Maya, Aji dan Iksan pun mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan ucapan Denis.


Setelah berusaha menyakinkan Maya untuk mencoba alat itu,


dan sekarang mereka sedang menunggu Maya, ehh lebih tepat nya hasil dari Maya..


Beberapa menit kemudian Maya pun keluar dari toilet dan menemui Denis dan kawan-kawan nya.


"Gimana hasilnya???... negatif kan??.. " Ucap Denis dengan penasaran.


"Nih liat sendiri.. " Maya memberikan benda persegi panjang itu pada Denis dengan tangan yang bergetar dan wajah yang kusut, air matanya yang dari tadi di tahan akhirnya jatuh juga.


"Engga mungkin.. " Ucap Denis, Aji dan Iksan bersamaan saat melihat benda itu...


"Coba lo test lagi kita kan beli 5, siapa tau aja ini salah.." Ucap Aji pada Maya.


Maya pun kembali ke dalam toilet, dan setelah beberapa menit Maya pun keluar dari toilet dengan air mata yang mengalir deras.


"Gimana May?? yang tadi salah kan??. " Ucap Denis yang belum bisa terima keadaan ini.


Maya memberikan semua testpack yang tadi dibawa ke dalam toilet dan hasilnya pun sama seperti hasil yang pertama.


"Engga mungkin, ini gak mungkin.. Kia maafin aku Kia.." Denis berbicara sendiri, Dia sangat shock mengetahui hasilnya,

__ADS_1


"Gua hamilll... huuuaaa.... " Tangis Maya pun pecah, dengan sigap Denis langsung memeluk Maya,


Dan waktu yang bersamaan, ada seseorang yang melihat kejadian itu, orang itu adalah.................


"Sabar Den, May, sabar... " Iksan pun mencoba menenangkan mereka berdua.


"Gimana ini Den.., gue takut, gue takut orang tua gue tahu, mereka pasti marah besar.. " Maya bertanya pada Denis dan langsung melepaskan pelukannya


"Gue juga takut May, harus ngomong apa gue ke Bokap dan Kia.. " Ucap Denis yang frustasi.


"Nikahin gue, lo harus bertanggung jawab Den!!! please!!!," Maya memohon pada Denis..


"Engga bisa, gue gak cinta sama lo, gue juga punya Kia, ini semua kecelakaan.. " Ucap Denis yang menolak permintaan Maya


"Lo harus pikirin anak lo yang ada dirahim Maya Den!.. lo gak boleh egois, mungkin lo sma Kia engga berjodoh, lagi pula lo yang bilang sendiri kan ke kita, kalo lo yang pertama nyentuh Maya.. " Aji berkata dengan bijak.


"Digugurin aja kali yak huhuhuhu.. " Ucapan tak berfaedah yang keluar dari mulut Maya membuat mereka bertiga menatapnya dengan tatapan aneh.


"Lo gila ya, lo mau bunuh anak lo sendiri.. " Ucap Iksan pada Maya.


"Mau gimana lagi?? Ayahnya gak mau bertanggung jawab, gue malu punya anak yang gak punya Bapak huhuhuhu" Ucap Maya sesenggukan pada Iksan.


"Den, lo kudu bisa ambil keputusan, jangan mikirin diri lo sendiri,.. " Ucap Iksan pada Denis..


"Kasih gue waktu buat mikirin ini semua.. " Jawab Denis, dan langsung meninggalkan tempat itu..


........................................


πŸ“ž"Aku jemput kamu ya.. " Jawab Denis pada Kia. sekarang Denis sedang menelfon Kia, Denis pikir jika dia bersama Kia, masalah tentang Maya bisa terlupakan ya walaupun hanya sebentar.


πŸ“ž"Ta-tapi, aku naik motor yank.. " Ucap Kia dari sebrang sana.


πŸ“ž"Gini aja deh, kita ketemuan aja gimana.. " Kia memberi tawaran pada Denis.


πŸ“ž"Engga usah, kamu pulang dulu, ntar aku jemput kamu kerumah abis itu kita jalan.." Ucap Denis lagi


πŸ“ž"Kamu kenapa si??? kaya lagi badmood.. " Tebak Kia pada Denis.


πŸ“ž"Engga, aku cuma suntuk aja dirumah, aku pengin main sama kamu, aku kangen sama kamu.. " Ucap Denis yang berbohong pada Kia.


πŸ“ž"Ya udah, nanti malem kita jalan ya, aku mau pulang dulu, dadah sayang.. " Ucap Kia pada Denis.


πŸ“ž"Dah... Love you❀" Jawab Denis


πŸ“ž"Love you to ❀.. " Kia


Telfonpun dimatikan, dan Kia bergegas menuju parkiran, lalu dia mengambil sepeda motornya dan segera pulang kerumah.

__ADS_1


Dan setelah perjalanan yang cukup lama, Kia pun sudah sampe dirumah.


................................................................................


"Anter makanan ini kerumah Kia ya nak... " Bunda Gita memberikan kotak nasi yang berisi macem-macem sayur pada anaknya itu.


"Sebentar Bun, nanggung... " Jawab Erland yang fokus dengan game online nya


"Emang kamu gak ada kerjaan hari ini nak???! Bunda liat kamu santai banget, dari tadi cuma tiduran sama main game online.. " Ucap Bunda Gita yang penasaran dengan kegiatan anaknya hari ini karna Bunda memperhatikan Erland seharian dirumah hanya main game saja.


"Gak ada kuliah Bun, tadi cuma ke kampus buat numpuk tugas, trus mau langsung ke Kantor Ayah tapi Ayah lagi meeting diluar kota, juga di suruh Ayah aku suruh libur dulu, ya udah mending nge game aja, mau main keluar males bun, gak ada temennya, Ardi lagi ngurusin Ibunya yang sakit... " Ucap Erland yang memberitahu aktivitas nya hari ini


"Kenapa kamu gak coba ajak Kia jalan nak??? siapa tau dia mau!!!??..." Bunda memberi saran pada Erland.


"Takut dia gak mau Bun, juga pasti Kia sibuk kerja, kan hari ini bukan weekend.. " Ucap Erland yang masih fokus dengan game online nya itu.


"Kan belum dicoba sayang, sekarang kamu mandi terus nganterin makanan ini ke Kia sekalian coba ajak jalan, katannya cinta, tapi kok males si???!!.." Ledek Bunda Gita pada anaknya


"Nanti Bun, belum selesai ini.. " Erland berbicara pada Bundannya dengan tatapan yang masih fokus pada game online nya.


"Bun jangan Bun, nanti kalah ini,.... aahhh Bundaaaa... kalah kan.... Bunda nyebelin banget, kan aku bilang nanti.." Sewot Erland karna Bunda Gita jahil, Bunda Gita mengambil ponselnya lalu menelfon Erland sehingga membuat sinyal Erland lemah.


.


.


.


.


.


.


.


#mohon dukungan like dan vote nya kawan


#mohon maaf jika ada penulisan kata atau kalimat yang salah


#terimakasih sudah mau membaca karyaku.


#salam bahagia, semoga semuanya slalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah..


#😊😊😁😁


.............. #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2