Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 69- Berpelukan


__ADS_3

"Tama masih kenal kan dengan Denis, teman yang selalu mengajakmu bermain sampai kamu lupa waktu.. " Liam berucap sambil mengingat kenangan mereka yang manis, agar lambat laun Erland dan Denis bisa berdamai dan jika kebohongan Denis terungkap, masih ada pengampunan atau rasa kasihan dan iba dari Erland


"Maafin gue, sumpah gue gak tahu kalo Tama itu lo.. " Denis mengulurkan tangannya memohon maaf dengan tulus


"Di-dia kak Denis????"


"Teman baikku sewaktu kecil, yang mempunyai hobi sama untuk menjahili kedua orang tuaku dan suka bermain petak umpat di halaman belakang rumah?? "


"Iya, sewaktu dulu kita suka bermain, sempat kamu menangis karna kamu tidak pandai mencariku bermain petak umpat dan beberapa kali aku juga sempat merusak mainanmu, lebit tepatnya aku tidak sengaja hehehe.. "


"Iya sekarang aku menginggatnya.. "


"Kak, maaf selama ini aku tidak mengenali kaka.. " Ucap Erland


"Aku juga minta maaf kalo selama ini aku sudah berusaha mencelakaimu.. " Denis berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Erland yang terduduk di kursi roda


"Andai kamu tahu, aku merasa bersalah kepadamu saat ini, karna aku kamu masuk rumah sakit dan sempat koma.. " Batin Denis tersenyum pada Erland


"Tam, eh Erland, boleh aku memelukmu?? " Tanya Denis yang ragu, Liam terasa tersentuh saat kedua kaka beradik ini saling akur


Erland merentangkan tangan yang tidak di infus, dia juga sangat merindukan orang yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri


Denis memeluk Erland, dan mereka kini saling berpelukan melepas rindu


"Ahh aku tidak percaya akan ada momet dimana mereka berdua bisa semanis dan seakur ini.. " Batin Kia yang melihat kedua laki-laki yang ia sayangi akur.


"Pemandangan seperti ini tidak boleh aku lewatkan.. " Batin Maya yang mengambil ponselnya lalu memotret kedua laki-laki yang dianggapnya tidak pernah akur menjadi akur dan semanis ini


"Semoga ini awal yang baik untuk kalian berdua.. " Liam tersenyum sambil bergumam didalam hatinya


Setelah cukup lama mereka berpelukan akhirnya Kia membuka suara untuk memecah situasi yang sangat mengharukan


"Ayo, kita jalan ketaman,... " Kia mengajak Erland tentang tujuan awalnya keluar dari ruangannya


"Maaf ya semua, aku pamit dulu,.. "


"Ka, sering-seringlah main kerumah, ayah dan bunda merindukanmu.. "


"Dan selamat untuk kak Denis dan mbak Maya atas kelahiran anak pertamanya.. "


"Terimakasih.. " Jawab Maya tersenyum


"Siapa nama anak kakak?? " Tanya Erland lagi pada Denis


Denis tersenyum ia memberitahu nama anaknya


"Revandra.. "


"Nama yang bagus, aku suka.. " Erland tersenyum saat melihat bayi mungil yang sedang tertidur


"Terimakasih... "


"Permisi, mari om.. " Ucap Kia yang melangkah pergi mendorong kursi roda Erland

__ADS_1


Setelah sampai ditaman, mereka sempatkan bercerita dan bercanda, disini yang bercerita lebih menonjol pada Erland, karna dia menceritakan masalalunya dengan Denis


"Oh sedekat itukah kamu dengan dia?? " Tanya Kia setelah mendengarkan seluruh cerita Erland


"Iya, sewaktu tante meninggal, dia sempat dititipkan dirumahku, walaupun hanya sebentar, lalu aku tidak pernah mendapatkan kabar lagi, aku fikir dia ikut om ke luar negeri.. "


Kia tersenyum


"Kamu pasti menyesal memilih aku?? " Tiba-tiba Erland berbicara diluar dugaan Kia


"Hah! Menyesal? Mana mungkin, kan aku sudah bilang, kalo aku menerima mu apa adanya.. "


"Yakin.. "


"Iya yakin.. "


Setelah bercerita, dan panas matahari semakin terik, Kia membawa Erland masuk kedalam ruangannya karna dia tidak ingin Erland terkena paparan sinar matahari yang berlebihan


3 hari kemudian, Erland sudah diperbolehkan pulang, Ayah, bunda dan mamah Risa sudah berada di ruangan Erland.


Dan Maya juga sudah diperbolehkan pulang membawa baby Revan


"Semuanya aku ingin berbicara.. " Erland mengucapkan kata demi kata dengan serius


"Kia dimana tan?? " Tanya Erland memastikan kembali calon istrinya


"Sedang di dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi sampai, karna dia pulang dari kantor langsung kesini.. " Jawab mamah Risa


"Oh.. " Erland menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti


"Aku ingin pernikahan aku dan Kia secepatnya di laksanakan, kalo bisa besok.. "


"Hah!! " Semua orang yang mendengar mengangga, mereka terkejut dan memastikan pendengarannya bermasalah atau tidak


"Mbak, aku tidak salah dengar kan?? " Tanya Bunda gita kepada mamah Risa


"Tidak, aku juga mendengarnya.. "


"Ayah mendengar juga?? " Bunda gita bergantian bertanya kepada suaminya


"Iya Ayah mendengarkan.. "


"Ada apa?? Apa kalian sudah melakukan sesuatu diluar batas??? " Ayah David mencecar bermacam-macam pertanyaan


"Kamu sudah??? " Mamah Risa menggantungkan kalimatnya


"Hei, apa pantas wajahku melakukan yang macam-macam kepada seseorang yang aku cintai.. " Erland terlihat kesal dengan tuduhan yang dilontarkan kepadanya


"Pantas saja, kan kamu terlalu mencintai Kia lalu kamu... "


"Bun, jangan pikir aneh-aneh deh, mana mungkin aku melakukan yang aneh-aneh kepada wanita yang lebih dewasa daripada aku!! " Kesal Erland karna Bundanya selalu menuduh Erland macam-macam


"Lalu?? " Mereka semua mengucapkan secara bersamaan

__ADS_1


"Aku dan Kia memang sepakat untuk memajukan pernikahan kami, apa itu tidak boleh?? "


"Oh, boleh saja, tapi, bukannya ini terlihat aneh.. " Ayah David menaruh curiga kepada anaknya


"Iya, bunda rasa juga begitu.. "


"Jadi, kalian semua tidak percaya denganku dan Kia?? " Tanya Erland


"Tidak!! " Serempak mereka mengatakan kata tidak dan membuat Erland tambah kesal


"Ya sudah, kalo kalian tidak percaya, bisa tanya ke Kia langsung.. "


Mereka bertiga saling bertatapan, dan saling melempar berbagai pertanyaan melalui sorot matanya, lalu Ayah David menganggukan kepalanya


"Okeh bunda siapkan, tapi jika ijab aja dulu tak apa kan? Resepsinya sesuai dengan tanggal diundangan karna separuh undangan sudah disebar... " Bunda gita mengusulkan pendapat yang disetujui oleh mamah Risa dan Ayah David


"Emm baiklah.. "


"Assalamu'alaikum.. " Kia masuk dan mengucapkan salam


Suasana yang sedang tegang pun menjadi lebih tegang karna kehadiran Kia, dan semua mata tertuju kepadanya seakan-akan meminta penjelasan


"Ada apa?? " Tanya Kia yang sambil menyalami semua orang kecuali Erland


"Erland tidak melakukan sesuatu yang aneh-aneh kan padamu?? " Mamah Risa berbicara dengan cemas


"Maksud mamah apa? " Tanya Kia yang tidak mengerti


"Erland minta dipercepat pernikahannya, kami takut jika kamu dan Erland sudah berbuat yang ... "


"Bun, aku dan Erland tidak melakukan apa-apa.. " Kia memotong ucapan bundanya


"Bunda percaya sama kamu, tapi Bunda tidak percaya kepada Erland.."


"Bun, yang anak Bunda siapa!! " Erland kesal karna ucapan bundanya


"Hust diam, Bunda sedang bicara dengan Kia.. " Ucap Bunda gita yang menyuruh anaknya diam


"Hemmm, terserah kalian semua... "


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁 )


....... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2