
"Jika iya, apa motif dia?? Apa dia dendam karna aku memilih Erland, tapi ini semua kan karna dia, dulu dia yang sudah mengkhianati aku dan meninggalkanku .. " Batinnya lagi yang masih bertanya-tanya
"Siapa nak? Jika kamu belum mempunyai bukti yang kuat, lebih baik jangan nak, kumpulkam bukti dulu.. " Jawab Bunda Gita yang menyetujui pendapat suaminya
"Iya Bun, tapi sangat susah untuk mencari bukti itu, karna tempat kejadian itu sangat sepi, dan aku sudah bertanya kepada beberapa orang yang tinggal di daerah sana, dan mereka menjawab tidak melihat kecelakaan itu.. " Ucap Ardi yang terlihat sangat frustasi
"Jalan satu-satunya kita harus menunggu Erland sadar Bun, jika kita ingin tahu yang sebenarnya terjadi.. " Ardi berkata kembali
"Oh iya Bun, aku juga sudah berbicara dengan Erland kalo dia tetap tidak ingin bangun dari tidurnya, aku yang akan menggantikan dia menjadi calon pengantin laki-laki, hahaha.. "
"Oh ya! Apa Erland berekasi?? " Tanya Bunda Gita yang terdengar shock tetapi ia mengetahui jika anak ini sedang bercanda
"Tidak, dia masih ingin tidur dan tidur,.. "
"Haha, kamu ini memang lucu, jika kamu melakukan itu semua sebelum Erland sadar, dan jika Erland sudah sadar, kamu akan menerima penghargaan dari Erland, sedikit atu seluruh tubuhmu akan mendapatkan bogeman pedas dari Erland.. " Kekeh Bunda Gita
"Hahaha... "
"Oh ya Ki, apa kamu mau Erland digantikan sama orang seperti Ardi ini?? " Tanya Bunda Gita di sela tawanya
"Ih apaan Bun, lihat aku keren banget kan, haha.. " Ardi berbicara sambil merapikan kerah kemejanya, lalu bersikap cool dengan wajah yang dibuat tampan, alhasil wajah Ardi seperti anak kecil yang meminta mainan tetapi tidak dikasih,
"Ki, haha.. " Bunda Gita bertanya kembali di sela tawanya, mamah Risa yang melihat itu semua hanya menggelengkan kepalanya.
"Gak mau Bun.. " Akhirnya kia berbicara dan menolak mentah-mentah Ardi
Tawa Bunda Gita semakin pecah mendengar penolakan calon menantunya
"Hahaha.... "
"Dengarkan kia berbicara apa?? " Bunda Gita memastikan pendengaran Ardi
"Dia hanya malu-malu Bun, aslinya dia mau, ya kan mbak!! " Ardi berucap dan menggoda Kia, ia mengedipkan sebelah matanya
"Hahaha.. " Bunda Gita semakin tertawa saat melihat Ardi mengeluarkan sikap genitnya dan Kia melihatnya dengan tatapan ilfil
"Mbak, mau punya calon mantu seperti dia?? " Tanya Bunda Gita kepada mamah Risa
"Hahaha, aku terserah Kia, Kia yang mau menjalani hidup mbak.. " Kekeh mamah Risa yang terhibur dengan adanya Ardi di ruangan ini, suasana yang tadinya hening dan sedih, kini berubah menjadi tawa dimana-mana
Ardi bangkit dari duduknya, ia menghampiri Erland yang masih tertidur pulas
"Tuh, lo denger sendiri kan! Semua orang setuju dengan ucapan gue.. " Ardi berbicara sambil tersenyum
__ADS_1
Tiba-tiba mata Erland mengeluarkan cairan bening, dan Ardi melihat itu,
"Yess lo respon ucapan gue.. " Ardi menyeka air mata yang keluar dari mata Erland
Kia yang melihat pun tersnyum, artinya Erland mendengar ucapan semua orang yang ada disini
"Heh kenapa aku senyum, nanti kalo Erland drop karna mendengar ucapan anak ini bagaimana?? " Batin Kia yang tiba-tiba cemas
Sedetik kemudian tiba-tiba tubuh Erland drop, dia seperti orang yang kehabisan nafas, tubuhnya tersenggal-senggal
Semua orang terkejut dengan respon Erland yang menurutnya berlebihan,
"Erland!! " Pekik Kia yang panik, ia menangis melihat kondisi Erland
Ardi segera memencet tombol sebelah tempat tidur Erland untuk menghubungi dokter dan suster
Bunda Gita dan mamah Risa pun sama paniknya dengan Kia
"Maafin gue lan, kalo becanda gue keterlaluan, tapi jangan begini dong, gue takut.. " Ardi tak kalah panik dengan ketiga perempuan tersebut
Dokter yang menangani Erland datang, dan menyuruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut untuk segera keluar,
Mereka semua menurut, mereka keluar dari ruangan dan menunggu di kursi tunggu yang di depan ruangan Erland
"Ini bukan salah kamu nak,.. "
"Tapi, kalo aku gak becanda seperti ini pasti Erland gak akan drop.. " Ucap Ardi yang masih merasa bersalah, ia merutuki kebodohannya
"Kalo ada apa-apa dengan Erland, lo orang yang pertama yang akan gue salahin, paham!! " Kia bangkit dari duduknya dan berucap dengan emosi kepada Ardi
"Ki,.. " Panggil mamah Risa, ia menyuruh anaknya duduk
"Gak mah! Ini gara-gara dia Erland jadi drop kaya gini,... " Kia tetap menyalahkan Ardi sebagai biang dari dropnya Erland
"Ki, duduk, ini bukan salah Ardi.. " Bunda Gita akhirnya berbicara, ia menyuruh calon menantunya duduk dan tidak membahas masalah ini, biar kita tunggu dokter selesai menangani Erland
Akhirnya Kia menurut, ia duduk di tengah-tengah kedua perempuan yang sudah tidak muda lagi, dan Ardi masih mondar mandir tidak jelas, ia sungguh merasa bersalah
"Kita tunggu dokter ya.. " Bunda Gita memegang tangan Kia
Setelah beberapa menit, dokter dan suster yang menangani Erland pun keluar dari ruangan Erland
Ardi yang melihat dokter itu segera mencecar berbagai ucapan kepada dokter tersebut
__ADS_1
"Bagaimana dok, Erland baik-baik saja kan!! " Tanya Ardi saat melihat dokter itu keluar dari ruangan Erland
Bunda Gita, Kia dan mamah Risa pun bangkit dan berdiri disamping Ardi
"Pasien merespon ucapan seseorang, mungkin pasien merespon ketidaksukaan kepada ucapan seseorang itu.. " Dokter berbicara tentang kondisi Erland
"Tapi, anak saya baik-baik saja kan!! " Tanya Bunda Gita yang cemas dengan kondisi Erland
"Pasien baik, justru ini mukzizat dari Tuhan untuk pasien, pasien sekarang sudah sadar!! " Dokter tersenyum, dan semua orang yang mendengarnya pun mengangga, mereka semua shock, dan beberapa kali mengucapkan kata syukur
"Dokter gak becanda kan?? " Tanya Kia yang masih tidak percaya
"Mbak, mbak ini gak seneng ya kalo Erland sadar! Atau mbak ini sebenarnya ingin menikah denganku,! " Ardi becanda lagi, dia juga sangat senang saat Erland tersadar dari koma nya, tetapi ia juga senang saat melihat Kia kesal
"Apaan sih lo! Gak jelas banget kalo ngomong! " Kia berbicara dengan kesal,
Lalu Kia langsung masuk kedalam ruangan, tanpa menunggu dokter itu pergi, setiap langkahnya ia mengumpat dan memaki Ardi
"Dasaar orang gila! "
"Gak ada akhlak banget!! "
"Harusnya sebagai sahabat itu bahagia mendengar sahabat sadar dari koma nya, bukan malah menggoda aku!! "
"Huh!!! " Kia meremas jarinya, mulutnya selalu mengeluarkan sumpah serapah untuk Ardi..
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite komen, vote dan hadiah🎁)
...... #Happy Reading😘#......
__ADS_1