
"Kenapa!!!, lo gak berhak nyuruh gua resaign dari kantor.." Ucap Kia yang emosi lalu bangkit dari duduknya
Sementara para orang tua hanya menonton pertengkaran anaknya, Erland yang merasa situasi sudah tidak bisa terkendali, ia pun langsung mengajak Kia berbicara berdua
"Tante, bun, ayah, aku mau bicara dengan Kia sebentar.. " Ucapnya lalu membawa Kia keluar rumah
"Kenapa harus keluar rumah sih!! " Ucap Kia yang melepaskan tanganya dari genggaman Erland
"Lo gak mikir seberapa nekatnya Denis??? Gue cuma takut aja kalo lo masih kerja disana, Denis bisa berbuat nekat sama lo.. "
Kia berfikir sejenak, ia membenarkan ucapan Erland tetapi ia juga tidak ingin kehilangan pekerjaannya, ia cukup nyaman dengan suasana dan teman kantornya
"Please, pikirin omongan gue, gue cuma gak mau lo kenapa-napa.. " Ucapnya dengan menggenggam tangan Kia
"Tapi lo gak berhak buat ngatur hidup gue, lo itu baru jadi calon suami belum suami gue, paham!! " Jawabnya dengan melepas tangan Erland
"Please ki, jangan dilepas.. " Erland memohon pada Kia,
"Okeh, gue minta maaf, tapi ini semua demi kebaikan lo.. "
"Gue gak bisa resaign, lagipula disana penjagaan ketat, mana mungkin Denis berbuat yang tidak-tidak di kantor.."
"Gue cuma kasih tau lo aja, dia orang yang sangat nekat!! "
"Gue bisa jaga diri, lo gak usah khawatir.. "
"Terserah lo aja.. " Ucap Erland pasrah
..........
Ke esokan harinya
"Tante, tante ada apa nyuruh Kia datang kerumah tante.. " Ucap Kia yang sudah berada di rumah Erland
"Tante cuma mau kasih tau aja, undangan pernikahan kalian sudah jadi.. " Ucapnya dengan menyerahkan sebuah undangan
"Hah, ka- kapan tante pesan?? " Tanya Kia yang tak percaya, baru semalam keluarga Erland menentukan tanggal dan siang ini undangan pernikahannya sudah jadi.
"Tante pesan sudah beberapa hari yang lalu, dan sewaktu kamu menyetujui tanggal pernikahan kalian, tante langsung menghubungi toko undangannya.. "
"Dan kamu tenang saja ki, urusan weding semua sudah diatur oleh Bunda dan Ayah.. "
"Kamu mau diadakan pesta pernikahan di hotel atau di rumah ki?? " Tanya Bunda Gita yang bersemangat
"Di rumah aja tan,.. "
"Eh, kok masih panggil tante, panggil aja Bunda.. "
"Hehe, maaf tan, eh Bunda.. " Ucap Kia dengan kaku
"Gitu dong.. "
"Ya sudah bun, Kia harus pergi ke kantor karna waktu istirahat sudah hampir selesai.. " Ucap Kia yang pamit kepada calon mertuanya
"Hati-hati ya sayang, maaf Erland tidak bisa menjemput dan mengantarkan kamu, karna ada meeting mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.. "
"Gapapa Bun, " Jawab Kia dengan senyuman
Lalu ia segera mengendarai motornya dan melaju ke kantor tempat ia kerja
.........
__ADS_1
"Apa!! Mereka akan menikah 2 minggu lagi.. " Ucap Denis dengan rahang yang mengeras dan tangan terkepal..
"Ia den, gue gak sengaja liat status sosmed dari nyokapnya Erland, coba deh lo liat.... " Ucap Aji
"Sejak kapan lo berteman sama nyokapnya Erland?? " Tanya Denis kepada sahabatnya itu
"Siapa yang berteman be*o, orang dia tandai Kia, sedangkan gue berteman di sosmed sama Kia.. "
"Oh, gue cek dulu.. "
Denis segera mengecek sosmednya tanpa memutus panggilan dari Aji, dan ternyata benar yang dikatakan Aji
"Lo harus bantuin gue.. " Ucap Denis yang baru saja melihat undangan Kia
"Bantu apa?? "
"Kita harus gagalin pernikahan mereka"
"Caranya? "
"Kita culik dan sekap Kia.. "
"Ngaco lo, ogah.. " Tolak Aji
"Gue bayar.. "
"Ogah, kalo ketangkep bisa berurusan dengan polisi, gue males.. "
" Ayolah, tolongin sahabat lo ini.. "
"No den!! "
...............
"Iya mah.. "
"Mah, salah gak sih, kalo aku ambil keputusan buat nikah sama Erland.. "
"Maksudnya? "
"Mah,, mamah tau kan aku belum bisa sepenuhnya lupain denis, hubungan aku sama denis itu udah 4 tahun dan gak mudah untuk aku bisa lupain dia dengan cepat, lalu sekarang dia khianati aku, dan aku melampiaskan rasa sakit hatiku dengan cara menikah dengan Erland,"
"Aku terlalu jahat sama Erland mah.. "
"Kamu ada perasaan buat Erland?? " Tanya mamah risa dengan tiba-tiba, ia menggenggam tangan putrinya itu
"Cuma perasaan nyaman saat di dekat dia mah.. "
"Kamu suka sama Erland?? "
"Emm.. "
"Ki??? " Ucap mamah Risa yang belum mendapat jawaban puas dari anaknya
"Gak tau mah, aku mau tidur.. "
"Kalo kamu gak suka sama Erland pasti kamu bakal jawab "gak", tapi ini kamu jawab "gak tau" seakan-akan kamu ada rasa walaupun sedikit.. "
"Sudah mah,, aku ngantuk.. "
"Mamah belum selesai bicara ki, lalu soal resign bagaimana? "
__ADS_1
"Gak, aku gak akan keluar dari kantor, aku sudah nyaman dengan situasi dan teman kantor.. "
"Pasti ada alasan Erland mengatakan itu semua.. "
"Biarin aja mah, dia itu masih bocah .. "
"Ki, jangan bicara seperti itu.. "
"Memang kenyatan dia masih bocah mah.. "
"Berdebat sama kamu itu gak akan selesai, ya sudah sanah pergi tidur mamah keluar.. " Ucap mamah Risa lalu keluar dari kamar putrinya
Setelah kepergian mamah Risa, Kia pun memikirkan ucapan mamahnya
"Apa mungkin gue ada rasa sama Erland.. " Gumam Kia yang menatap langit kamarnya
"Kalo bener, tapi kenapa masih ada Denis di hati gue.. "
"Arggkkk, pusing gue mikir mereka semua.. " Gumam Kia frustasi.
Setelah lelah berfikir akhirnya Kia terlelap dalam tidurnya
....
Ke esokan harinya
"Sudah siap?? " Mamah risa bertanya kepada putrinya
"Mah, tapi aku harus kerja.. " Ucap Kia yang menghentakan kakinya dengan kesal
"Kamu ambil cuti aja Ki,.. "
"Apa wajib cuti mah?? "
"Wajib Ki, kita gak akan tau sampe jam berapa kamu fitting gaun.. "
"Iya mah, aku hubungi kantor dulu.. "
Lalu Kia menelfon seseorang dikantornya untuk memberitahu bahwa ia mengambil cuti.
Ini kira-kira contoh undangan pernikahan Erland dan Kia menurut author.
.
.
.
.
.
#Hay para readers🥰🥰
#Terimakasih sudah mau mampir dan baca karya pertamaku🥰🥰😘
#Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
#Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah..
__ADS_1
#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#......