
"Lagi pula sensi banget si.. " Iksan ikut menyahut Aji
"Mungkin dia kelamaan dirumah sakit,.. "
"Otak lo yang makin gesrek.. " Denis menimpali ucapan kedua sahabatnya
"Eh sebentar, kita boleh dong jengukin anak lo.. "
"Boleh, tapi ingat!! jangan godain istri gue lagi, cukup lihat anak gue yang ganteng kaya gue aja,...."
"Dih, cemburu nih.. "
"Mulai jatuh hati kali Ji.. "
"Diem lo semua!! " Sewot Denis
"Okeh gue diem, gue mau siap-siap sekalian mau tengokin mamah muda dari baby Revan hahaha... " Panggilan langsung terputus sepihak oleh Aji
"Aji Den, bukan gue... "
"Lo juga!! "
"Hahaha, habisnya Maya tambah berisi, sayang kan kalo dianggurin terus, haha.. " Kekeh Iksan yang langsung mematikan telfonnya
"Sial.. " Umpat Denis menendang kursi di hadapannya
"Awww... "
Denis langsung masuk kedalam dan menemui anak serta istrinya..
............
Setelah mengantarkan pulang Erland untuk beristirahat, kini mereka sudah berada di rumah sederhana yang Kia tempati,
"Telfon siapa yah?? Tanya Kia yang melihat David selesai bertelfonan
"Orang yang mengurus keperluan pernikahan kalian.. "
"Oh iya Bunda hampir lupa, Bunda hubungi dulu teman Bunda untuk mengirimkan gaun pengantin yang digunakan besok.. "
"Biar aku aja yang ambil, bagaimana bun??? " Tanya Kia
"Jangan, calon pengantin harus dirumah, jaga kesehatan, Bunda gak mau kamu keluyuran lalu di tengah jalan ada sesuatu, seperti Erland kemarin... "
"Iya, lebih baik kamu dirumah.. "
"Mbak, catering yang kita siapin, mau setengah dibuat besok atau keseluruhan buat resepsinya?? " Kini mamah Risa bertanya
"Emm, enaknya bagaimana ya??"
"Tapi kalau tidak ada makanan takutnya ada tamu yang datang seperti tetangga, atau para saksi ?? "
"Benar juga, kita ambil setengah buat besok, dan kalau kurang, kita pesan lagi saja.. "
"Emang bisa pesan dadakan Bun?? " Tanya Kia sedang duduk manis
"Kurang tahu hahaha.... "
"Bun ada yang bisa aku bantu.. "
"Kamu lebih baik duduk dan bersantai saja, persiapkan dirimu buat besok... "
"Tapi Bun... "
__ADS_1
"Apa juga yang mau disiapin, kalian aneh.. " Batin Kia
"Ki, nurut sama Bunda, mamah tidak suka kamu membantah ucapan orang tua, apalagi yang diucapkan Bunda benar.. " Mamah Risa menyetujui ucapan Bunda gita
"Hemmm iya... " Ucap Kia yang kesal dengan memasukan cemilan sebanyak-banyaknya kedalam mulutnya
Uhukk.. uhukkk...
"Air, air... " Bunda gita meminta air dan mengelus punggung Kia
Mamah Risa membawa segelas air dan menyodorkannya pada putrinya
Glek.. Glek.. Glek....
"Pelan-pelan kalo makan ki.. " Ucap Bunda Gita
"Maaf Bun, habisnya aku Bete.. " Kia menaruh gelasnya di meja hadapannya
"Ya sudah Bunda mau mengurus yang lain dulu, lain kali hati-hati, tidak ada yang mau meminta makananmu,.. "
"Hehehehe... "
"Mah,.. "
"Duduk, dan makan, jangan sampai besok kamu sakit, apa kamu mau menikah dengan sahabat Erland?? "
"Ti-tidak mah, aku duduk disini dengan manis.. "
"Bagus, mamah akan mengurus yang lain.. "
Setelah beberapa menit, akhirnya Kia ijin pamit, toh daripada di ruang tamu dia hanya melihat orang yang sedang mondar mandir dan membuat dia jenuh karna tidak boleh membantu menyiapkan untuk acaranya
"Semuanya, Kia masuk ke kamar ya... " Ucap Kia yang sudah jenuh
Kia masuk kedalam kamarnya, di dalam kamar dia menjatuhkan tubuhnya kedalam kasur empuknya
"Sungguh lelah hari ini.. " Gumamnya sambil menatap langit kamarnya
"Denis, ucapan Denis sudah membuktikan bahwa dia benar-benar serius,.. "
"Aku akan mencoba melupakanmu dan berusaha mencintai istriku.. " Kata-kata itu terngiang-ngiang di otak Kia
"Sudahlah, lebih baik aku mandi, mungkin jika aku mandi, pikiranku ini bisa sedikit tenang... "
Sebelum ia bangkit, sebuah nada dering ponsel terdengar di dalam tasnya
"Siapa lagi si!, .. " Gerutunya yang kesal
"Erland? untuk apa dia menelfonku?? "
Segera dia menggeser tombol hijau lalu mendekatkan ponselnya ke telinga
"Hallo, ada apa?? "
"Hallo ki, apa kedua orang tuaku masih ada dirumahmu??" Tanya Erland setelah sambungan telfonnya terhubung
"Iya, masih kok, ada perlu apa?"
"Emm tidak ada, aku hanya jenuh dirumah, aku ingin melihat persiapan dirumahmu.. "
"Jangan! Jangan pernah datang kerumah ini sendiri!! "
"Maksudnya?? "
__ADS_1
"Ingat kejadian sebelum koma, emang kamu mau tiba-tiba di tengah jalan di tabrak orang lagi.. "
"Ya ampun, kalo doa itu yang baik ki, masa iya kamu doain aku ketabrak mobil lagi, apa kamu suka ya kak disuruh nikah sama Ardi???... "
"Eh, mana ada, ogah! nikah sama orang yang setengah gila, bisa-bisa dia buat aku gila... "
"Hahaha, ya udah, jangan doain calon suamimu ini yang aneh-aneh.."
"Iya iya maaf, lebih baik sekarang kamu istirahat, aku mau mandi dan tidur.. " Ucap Kia yang merasakan tubuhnya lengket karna seharian bekerja
"Iya sayang.. "
Kia memutuskan panggilannya, posisinya yang menatap langit kamar membuatnya berada di zona nyaman
"Hufttt rasanya masih kaku jika aku memanggil dia dengan kata sayang.. "
"Ada perasaan nyaman jika aku didekat Erland, dan ada perasaan yang tidak rela jika Erland didekati orang lain.."
"Tapi kenapa, aku masih teringat dengan Denis, bahkan aku sampai menangis dan dengan tidak malunya aku memeluk dia lebih dulu... "
Arrggggkkhhhh..
"Sebenarnya perasaanku seperti apa sih! Kenapa susah sekali untuk memantapkan satu hati.. "
"Daripada aku pusing memikirkan 2 laki-laki itu, lebih baik aku mandi dan berendam di air yang dingin, mungkin aku bisa mendinginkan pikiranku..
Segera Kia mengambil handuknya lalu melangkah kedalam kamar mandi.
"Ternyata berendam di dalam air yang dingin bisa merilekskan pikiran dan otaku juga.. " Gumamnya saat merasakan kesejukan di dalam tubuhnya
Setengah jam dia berendam dan membuat tubuhnya mengigil karna terlalu lama berendam,
"Hii ternyata berendam terlalu lama membuat tubuhku kedinginan.. " Nesa bergumam sambil bangkit, tangan dan seluruh tubuhnya gemetar karna merasakan dingin.
Segera ia menyambar handuknya untuk menyudahi ritual mandinya,
Setelah mengenakan pakaian, dia mengeringkan rambutnya yang basah,
"Ah lama sekali, biasanya juga cepat kering rambutku.. " Dengus Kia yang sedang mengeringkan rambutnya
Drrttt... Drtt...
Ponsel Kia menyala terdapat nama sahabatnya dilayar ponselnya
"Sely.. Ada apa dia menelfonku malam-malam seperti ini.. " Gumamnya sambil mematikan hairdryer dan menaruhnya, lalu mengambil ponselnya
"Haloo sel, ada apa telfon malam-malam.. " Ucap Kia saat menggeser tombol hijau di layar ponselnya
"Hehe, tidak ada apa-apa, aku cuma mau bertanya tentang kondisi Erland, apa dia sudah membaik?? " Tanya sely dari sebrang sana
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........... #Happy Reading😘#.......