Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 73- Erland


__ADS_3

"Oh sudah, baru sore tadi dia diperbolehkan pulang dari rumah sakit.. "


"Wah bagus dong, besok aku akan menengoknya setelah pulang bekerja.."


"Aku akan mencari perhatian dari Erland sebelum aku menunjukkan foto dan rekaman ini, dengan begitu Erland bisa membenci dan meninggalkan Kia, lalu aku bisa memanfaatkan kesempatan ini, .. " Batin Sely yang tersenyum penuh kemenangan


"Sel, kamu tahukan bahwa aku dan Erland akan menikah? Undangan juga sudah kamu terima kan?? "


"Iya aku tahu, memang ada apa?? "


"Dan sebelum kamu menikah dengan Erland, aku pastikan Erland sudah meninggalkanmu dan menjadi miliku.. " Batin sely


"Emm bagaimana ya... "


"Katakan, jika aku salah, kamu bisa menegurku.. "


"Emm maaf sel, tapi lebih baik kamu tidak usah mengunjungi Erland lagi, sudah cukup dirumah sakit kamu menjenguknya,... "


"Kenapa?? " Tanya Sely tiba-tiba


"Aku hanya tidak ingin timbul fitnah jika kamu menjenguk calon suami orang.. "


"Cih, dia calon suamiku.. " Batinnya yang meremas bantal dipangkuannya


"Oh, baiklah, aku mengerti, terimakasih sudah mengingatkanku.. "


"Kamu tidak marah sel?? "


"Tidak, sebagai sahabat kamu pantas menegurku, apalagi ini menyangkut calon suamimu, seharusnya aku meminta maaf karna sudah membuatmu tidak nyaman.. "


"Terimakasih sel atas pengertianmu, kamu memang sahabat terbaik aku.. "


"Iya sama-sama ya sudah, aku tutup dulu ki, nyokap manggil aku nih.. "


"Ya, padahal ada yang aku pengin ceritain.. "


"Lain kali aja, atau besok juga boleh sewaktu dikantor.. "


"Bye.. "


Panggilan terputus, dan Kia mendengus kesal,


"Padahal aku ingin memberitahu bahwa besok aku akan menikah... "


"Sudahlah, besok aku akan telfon sely kembali.. "


........


"Besok bisa bantu gue gak?? " Tanya Erland yang sedang menghubungi Ardi


"Apa? Apa gue masih dianggap sahabat, setelah lo pulang gak kasih kabar lalu lo malam-malam bilang, kalo lo butuh bantuan dari gue??? "


"Hehehe, maaf, tapi gue lupa bener deh... "


"Iyaiya gue udah biasa dilupain lo, sekarang apa yang gue bisa bantu !! "


"Emm besok gue mau nikah, lo datang ya, tapi dirumah Kia.. "


"Hah! Apa!! Jangan ngaco, jelas-jelas di undangan tertera masih beberapa hari lagi.. "


"Hei makanya diem dulu, jangan potong ucapan orang sebelum dia selesai bicara.. " Sewot Erland


"Gini nih, gue jelasin biar jelas, dan jangan potong ucapan gue! Okeh!.. "


"Cepet katakan! Jangan kebanyakan ngomong, gak sabar gue pengin denger!! " Kesal Ardi


"Ya diem!! "..


"Hem... "


"Gue mulai cerita nih.. "


"Hem.. "


"Jangan hamm hemm terus, jawab dong!! " Sewot Erland


"Eh, anjing! Lo kata gue apa! Tadi lo bilang ke gue suruh diem, sekarang bilang suruh jawab, mau lo apa si!! " Tanya Ardi yang kesal


"Maaf hahaha.. Sengaja.. "


"Bahagia si bahagia tapi jangan buat ancur mood orang.. "

__ADS_1


"Hahahaha.... "


"Kali ini gue serius.. "


"Iya.. "


"Kia minta gue untuk mempercepat pernikahannya.. "


"Lalu? "


"Setelah gue bicara dengan para orang tua, mereka sepakat dan besok gue nikah.. "


"Wah nikah berasa mainan ya, maju mundur, salut gue.. "


"Dengerin gue dulu.. "


"Iya iya.. "


"Gue minta tolong, lo dateng ya.. "


"Iya, eh tapi undangan yang sudah disebar?? "


"Gampang, cuma ijab doang, jadi resepsinya tetap yang tanggal yang diundangan.. "


"Oh, ya udah gue ngantuk, mau tidur, gue matiin telfon, bye.. "


"Dasar, sahabat biadab,.. " Kesal Erland langsung mematikan telfonnya.


.......


Di ruang tamu terlihat Bunda dan Ayah yang sedang merebahkan tubuhnya karna lelah menyiapkan beberapa persiapan untuk anaknya.


"Apa kita harus mengundang Liam??" Tanya Gita kepada suaminya


"Hubungi saja, dan suruh dia datang bersama keluarganya.. "


"Benar, aku juga ingin melihat cucu Liam, kemarin aku belum sempat melihatnya.. "


Tutt... Tutt...


Liam yang sedang bekerja di ruang kerja pun melirik ponselnya, kacamata yang sedang bertengger di atas hidung mancungnya pun dilepas.


"Ada apa menelfon malam-malam?? " Gumam Liam dari dalam hati, Pikirannya sudah cemas, ia fikir polisi sudah bisa melacak bahwa kejadian yang menimpa Erland karna ulah anaknya.


"Hei Li, besok datang ke acara nikahan Erland, acaranya diadakan siang hari, dan jangan lupa bawa Denis dan lainnya.. "


"Hah besok? Kenapa kamu memberikan kabar bahagia dimalam hari ini?kenapa bukan esok atau 5 menit sebelum acara berlangsung dan aku tidak mempunyai kesempatan untuk membeli kado terlebih dahulu.. "


"Hahaha, okeh lain kali aku memberitahumu setengah jam sebelum acara dimulai.. "


"Dan besok jangan lupa datang.. "


"Baik, aku harus datang kemana? Kau menyuruhku datang datang tanpa menunjukkan alamat jelas.. "


"Oh iya aku lupa, nanti aku kirim alamat rumah menantuku.. "


"Baik, .. "


Akhirnya panggilan itu berakhir, Gita mengirimkan alamat kepada Liam dan Liam segera membukanya.


"Tanpa kamu mengirim alamatpun anakku sudah mengetahuinya.. " Gumam Liam yang langsung bangkit dari duduknya dan mencari anaknya


Liam menuruni tangga, dia bisa melihat Maya sedang di dapur, dan Denis entahlah mungkin dia sedang menikmati status barunya


"Dad, mau apa? Biar aku ambilkan.. " Tanya Maya yang melihat kedatangan Liam


"Dimana Denis?? "


"Oh, dia ada dikamar, sedang menjaga baby Revan, ada apa?biar aku panggilkan jika ada sesuatu hal yang penting.. "


"Jangan, biarkan dia menikmati status barunya, bilang ke dia, besok kita akan pergi menghadiri acara pernikahan Erland dan Kia.. "


Maya yang sedang meminum pun tersedak karna ucapan Liam


Uhuukkk...


"Hati-hati May,.. "


"Hehe.. Daddy serius kan?? "


"Iya, lihat wajah daddy, apa terlihat sedang becanda.. "

__ADS_1


"Dad, apa Denis mau datang?? " Tanya Maya yang ragu.


"Pasti, karna ini menyangkut Tama... "


"Baiklah, aku akan bicarakan ini pada Denis, .. "


Maya pergi melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai 2, disepanjang langkahnya ia berfikir apakah suaminya mau datang keacara pernikahan mantanya?


Cekreekk..


Pintu terbuka, terlihat Denis sedang menemani baby Revan tertidur di kasur


"Den, tadi aku bertemu daddy.. " Ucap Maya yang berbisik dan melangkah ke ranjangnya


"Lalu?? " Denis masih setia memandang anaknya


"Daddy memberitahu bahwa besok Erland dan Kia akan menikah, dan menyuruh kita datang.. "


Kini tatapan Denis berpaling pada Maya,


"Kita akan datang.. " Ucap Denis mantap, lalu menatap baby Revan kembali


"Tapi... "


"Tapi apa may?? "


"Aku takut kamu sakit hati.. "


"Hahaha mana ada, aku sudah melupakan dia, dan aku juga sudah membuka lembaran baru yang di dalamnya hanya terdapat aku, kamu dan baby Revan.. "


Maya melihat mata Denis, sedikit kebohongan terpancar dari matanya, senyum yang dia paksakan membuat Maya semakin tidak tega.


"Aku tahu, kamu sedang berbohong, tapi aku percaya dengan ucapanmu yang mau membuka lembaran baru dengan ku.. " Batin Maya dengan menatap suaminya


"Hei kenapa melamun? Masih tidak percaya juga?? " Tangan Denis mengayun di depan wajah istrinya


"Eh gak, aku percaya kok hehe.. "


"Ya sudah, kamu tidur aja dulu, biar aku yang jaga baby Revan,... "


"Baik, jika dia menangis atau haus, bangunkan aku.. "


Denis menganggukan kepalanya, dia menepuk bokong baby Revan dan memikirkan ucapan istrinya


"Menikah?? Pertemuan kemarin, memang pertemuan terakhir ku dengan dia sebelum semuanya berubah.. " Batin Denis


..........


"Setelah pernikahan itu, aku akan membawa Denis beserta keluarganya pindah ke negara B, aku akan menyuruhnya mengurus bisnisku yang disana, dan mungkin dengan cara ini, kehidupan tama dan keluarganya akan bahagia.." Liam berbicara di dalam kamarnya, ia memandang foto alm. istrinya yang sedang tersenyum.


"Maaf, maaf aku tidak bisa menjaga Denis dengan baik, sampai-sampai dia melakukan kesalahan yang fatal.. "


"Tapi kamu tenang aja, aku akan membawa Denis pergi dari negara ini, dan mulai mendidiknya di negara B, dimana banyak kenangan kita disana.. "


Liam menaruh foto istrinya kembali ketempat semula, ia membaringkan tubuhnya lalu mulai memasuki alam mimpinya.


Ke esokan harinya..


Tokkk... Tok..


"Ki, bangun ki!! " Teriak mamah Risa di depan pintu kamar anaknya


"Ki, bangun!!!! " Kini bukan teriakan lagi melainkan gedoran pintu yang sangat keras..


Cekreekk...


.


.


.


.


.


.


Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


....... #Happy Reading😘#....


__ADS_2