Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 78- Kegugupan


__ADS_3

"Bi, panggil Denis untuk sarapan bersama,.. " Ucap Liam yang sudah duduk di meja makannya


"Bilang saya sudah menunggunya.. " Sambung Liam lagi


"Baik Tuan... "


Segera bibi melangkah menuju kamar anak manjikannya yang berada di lantai 2


Tokk.. Tok..


Ketika pintu membuyarkan sepasang suami-istri yang sedang mengurus anaknya


"Siapa Den?? Tanya Maya yang sedang mengganti popok baby Revan.


"Mungkin bibi.. " Jawab Denis sambil melangkah dan membuka pintu.


Krrekk..


Pintu terbuka, dan Denis bisa melihat asisten rumah tangganya sudah berdiri di depan pintu kamarnya..


"Maaf den, saya disuruh Tuan untuk memanggil den Denis sarapan bersama... "


"Oh baik bi, suruh daddy menunggu sebentar, istriku sedang mengganti popok baby Revan.. "


"Baik den, kalo begitu saya permisi, maaf sudah mengganggu den Denis.. " Ucap Bibi yang langsung pergi dan Denis segera menutup pintu kamarnya


"Sudah selesai?? " Tanya Denis pada istrinya


"Sedikit lagi, bisa bantu ambilin popok di keranjang sana?? " Ucap Maya tanpa mengalihkan pandangannya pada anaknya


"Sebentar... " Dia mengambil popok dan memberikan kepada istrinya.


"Repot ya may.. "


"Haha, namanya juga ngurus bayi ya jelas repotnya.. " Kekeh Maya


"Sudah selesai..."


"Ayah aku sudah selesai dan anak ayah sudah ganteng nih, ayo ajak aku main.. " Sambung Maya yang berbicara menirukan suara baby revan, dan baby Revan tertawa


"Hehee.. " Tawa baby Revan yang membuat Maya dan Denis saling tatap


"Ih ketawa Den haha.. " Ucap Maya yang ikut tertawa juga


"Mana ini ketawanya anak ayah dan ibu.. " Kali ini Denis menggelitiki perut baby Revan sehingga baby Revan tertawa kembali.


"Heheheh.. "


"Ih ketawa lagi, nanti nangis, haha.. " Ucap Maya yang membuang popok bekas baby Revan


Oekkk oekkk...


"Dia nangis ditinggal kamu May.. "


"Ah biarin Den, aku mau mandi dulu, tolong jagain sebentar.. " Ucap Maya yang diangguki kepala oleh Denis


"Ditinggal ibu ya jadi nangis ya, haha.. " Ledek Denis


Oekkk Oekkk..


Setelah diledek Denis tangis baby Revan semakin kencang, akhirnya Denis menggendong dan membawanya ke balkon rumah

__ADS_1


"Cup, cup, jangan nangis, kita ke balkon yuk, liat pemandangan pagi.. " Ucap Denis yang menepuk-nepuk bokong baby Revan.


Saat sampai di balkon, Denis menunjuk berbagai bangunan besar agar anaknya melihat


"Dek, lihat tuh, bagus ya pemandangannya.. " Tunjuk Denis pada bangunan besar


Baby Revan terdiam, kini dia melihat apa yang ditunjukkan ayahnya


"Nah gitu diem dek, ibu lagi mandi... "


Oekk Oekkk..


"Haduh kok nangis lagi dek, ini ada ayah disini, tuh lihat burung diatas, banyak yang terbang.. "


Oekk.. Oek...


"Cup cup sayang, .. " Denis menepuk-nepuk dan menggoyangkan badan baby Revan..


"Diem ya dek, "


Oeekk.. Oekkk...


Tangisnya semakin kencang dan akhirnya Denis masuk ke dalam kamarnya lalu menunggu Maya menyelesaikan ritual mandi.


"Jangan lama-lama May, dia gak mau diem.. "


"Hustt sayang, diem ya.. "


"May, jangan diem aja dong, awas aja kalo kamu luluran atau berendam lama-lama di dalam kamar mandi.. " Pekik Denis yang sudah bingung menghadapi anaknya yang rewel


Oekkk... Oekkk...


"Hussstt diem ya sayang, ada Ayah di sini... "


Kreeekk


Pintu kamar mandi terbuka, dan munculah Maya yang sudah segar dengan pakaian santainya.


"Eh nangis ya anak ibu.. " Ucap Maya yang mendekat pada anaknya


Denis yang melihat rambut Maya yang basah segera mengambil hairdryer lalu menyuruh Maya duduk di samping box baby Revan dan mengeringkan rambutnya


"Eh Den, gak usah repot-repot, aku bisa sendiri... "


"Gak papa, kamu tenangin anak kita dulu,.. "


Maya menurut, dia menenangkan baby Revan dan Denis mengeringkan rambut Maya yang basah.


"Manis banget si, ... " Batin Maya yang tersentuh dengan perlakuan manis suaminya.


"Ki, kamu gak lagi tidur di dalam kamar mandi kan??? " Tanya Erland yang mengetuk pintu kamar mandi istrinya


"Memang diwajibkan ya perempuan kalo mandi suka lama banget, sampai heran kaum laki.. " Dengus Erland


"Ki, kamu baik-baik aja kan!! " Kini Erland berteriak sambil menggedor pintu kamar mandi.


"Iya berisik.. " Suara Kia bercampur dengan gemercik air sehingga terdengar tidak begitu jelas ditelinga Erland.


"Apa ki?? " Teriak Erland


"Sebentar!! " Teriak kia yang sudah mematikan kran air.

__ADS_1


Kreekk..


Pintu sedikit terbuka, kepala Kia sedikit dia keluarkan dan berucap pada suaminya


"Bisa pergi? " Ucap Kia


"Maksdunya?? " Tanya Erland yang mengernyitkan keningnya


"Ish! Pergi dulu aku mau pake baju, ini sudah siang aku bisa telat ke kantor!!! " Dengus Kia karna Erland pura-pura bodoh


"Ih, apa hubungannya sama aku, pake baju tinggal pake baju,.. " Jawab Erland yang menjauh dan berbaring diatas ranjangnya dan mengambil laptopnya di atas meja samping tempat tidur.


"Erland keluar sebentar!! "Ucap Kia yang masih betah di dalam kamar mandinya


"Gak mau, aku mau ngerjain tugas kuliahku, .. " Ucap Erland yang sudah fokus pada laptopnya


"Hemm diem disitu, jangan kemana-mana, dan ingat matamu tetep fokus pada laptop, awas aja sampe kamu ngintip! " Jawab Kia yang keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuknya yang dililitkan pada tubuhnya


Erland menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang pemalu.


"Awas jangan liat!! " Ucap Kia yang melangkah tapi matanya masih menatap tajam Erland


"Menunduk dan fokus pada laptopmu.. " Lagi-lagi Kia memperingatkan suaminya


"Jangan ngintip.. " Kia membuka lemari dan mencari bajunya


Setelah mencari baju yang akan digunakan, Kia segera menutup lemari tapi tiba-tiba, dia dikejutkan dengan tangan Erland yang sudah memeluknya dari belakang


"Erland!!! " Pekik Kia yang terkejut


"Kenapa hemm?? " Jawab erland yang menaruh kepalanya di ceruk leher istrinya


"Ma-mau apa kamu.. " Tubuh Kia bergetar, karna baru kali ini mereka berdekatan se ekstrim ini


"Menurutmu aku mau melakukan apa? " Lagi-lagi Erland menghirup aroma tubuh istrinya yang wangi


"Lepaskan aku, nanti aku bisa terlambat.. " Ucap Kia yang berusaha melepaskan tangan Erland yang sudah melingkar di pinggangnya


"Sebentar aja.. " Jawab Erland


"Apa maksud dari dia?? " Batin Kia yang jantungnya sudah berdegup dua kali lebih cepat.


Erland memutar tubuh istrinya agar menghadap kepadanya lalu menatap lekat wajah istrinya.


"Cantik.. " Ucap Erland yang sudah mengelus pipi Kia


Rona merah yang mulai terlihat di pipi Kia menandakan bahwa sekarang dirinya sedang malu


"Jangan seperti ini, lihat jam.. " Jawab Kia yang menutupi kegugupannya


"Kenapa?? " Wajahnya sudah di dekat Kia, tidak ada jarak diantara mereka, sungguh pagi ini Kia dilanda kegugupan karna sikap suaminya


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2