
Sampai Kia sudah di dekat tempat tidur Erland, ia memanggil Erland
"Sayang!! " Diluar dugaan, mulut Kia memanggil Erland dengan sebutan "sayang"
Erland berusaha menoleh, ia melihat siapa yang mengucapkan kata sayang kepadanya, Erland tersenyum saat melihat Kia sedang berjalan menujunya
"Syukurlah kamu sudah sadar.. " Kia mengecup kening dan punggung tangan Erland
Erland merasa aneh dengan sikap wanita yang berada di dekatnya, terselip rasa bahagia di dalam hatinya, dan juga sempat ia terfikirkan jika ia sudah berada disurga karna perlakuan manis Kia
"Mungkin aku sudah berada di surga.. " Ucap Erland yang tersenyum bahagia saat melihat Kia tersenyum untuknya
"Tapi kenapa Kia ada di surga? Apa dia sudah meninggal seperti aku?? " Ucap Erland yang sedang berfikir, Kia yang mendengar itu segera mencubit lengan Erland dengan keras, agar dia sadar dengan ucapannya yang tidak masuk akal.
"Aw!! " Ringis Erland yang kesakitan, ia berusaha memegang bekas cubitan Kia tetapi tangannya yang satunya sedang di infus
"Ki... " Teriak Bunda, mamah dan Ardi bersamaan, mereka kesal karna melihat Kia mencubit orang yang baru sadar dari komanya,
"Eh maaf.. " Kia tersenyum kikuk saat kelakuannya terlihat oleh penghuni ruangan ini
"Hah mereka? Apa mereka sama seperti aku yang.. "
Kia memotong ucapan dan mencubit lagi lengan Erland dengan keras kali ini keluarganya mendukung Kia, mereka juga kesal dengan ucapan Erland terutama Bunda Gita
"Aww sakit ki!! " Erland meringis kesakitan
"Masih bilang kalo kita semua udah mati hah!! " Terdengar suara Kia yang kesal karna ucapan Erland yang ngelantur
"Ja-jadi aku masih hidup?? " Tanya Erland terbata-bata tapi matanya berbinar
"Iya!!!! " Jawab mereka semua bersamaan
"Lo ngaco!! Lo bilang apa!! Mati!! " Ardi mendekat kearah Erland
"Aku lagi dimana Ki?? " Tanya Erland yang menyadari dia sedang di infus
"Eh lo juga ada disini.. " Ucap Erland pada Ardi
"Lo ada dirumah sakit, lo habis kecelakaan.. " Jawab Kia
"Dan lo, dinyatakan koma!! " Ardi menimpali ucapan Kia
"Hah rumah sakit?? koma?? " Gumam Erland yang merasakan pusing dikepalanya
"Jangan dipaksa sayang.. " Bunda Gita terlihat cemas saat Erland memegang kepalanya
"Bun, aku kecelakaan?? "
"Iya,.. "
"Ini, kenapa Ardi ada disini?? " Tanya Erland yang masih menahan sakit
"Dia datang untuk menjengukmu nak.. "
"Dan gue bolos demi lo!! " Ucap Ardi yang melihat jam di pergelangan tangannya, dia sudah terlambat untuk ke kampusnya
__ADS_1
"Emm makasih, lo sahabat terbaik gue!! " Erland mengucapkan terimakasih kepada Ardi yang mau meluangkan waktunya sampai-sampai dia mau membolos demi menjenguknya
"Cepat sembuh ya nak.. "Kini gantian mamah Risa yang berbicara
" Eh tante juga ada disini.. " Jawab Erland yang masih lemas
"Terimakasih sama Ardi nak, karna dia yang sudah membuat kamu sadar dari koma.. " Bunda Gita mendekat dan memeluk anaknya
"Bunda kangen. " Ucapnya sekali lagi
"Aku juga kangen bun.. “
"Eh, tapi maksud dari perkataan Bunda apa ya?? Dia buat aku sadar?? " Tanya Erland yang masih bingung
"Iya, karna dia kamu sadar.. "
"Sebentar Bun, aku sempat bermimpi, dia mau rebut calon istri aku.. " Erland menceritakan mimpinya kepada semua orang
"Itu bukan mimpi bambang! Kalo lo gak mau bangun, gue yang akan gantiin lo.. " Kekeh Ardi
Erland terkekeh, ia ingin bangkit tapi tubuhnya masih terasa lemas..
"Mau minum??" Tanya Kia
Erland tersenyum, lalu menganggukan kepalanya,
Mamah Risa dan bunda Gita menjauh dari para pemuda ini dia mendudukan dirinya di sofa
"Bantu aku duduk ki.. " Ucap erland yang badannya kaku
"Baru aja sadar, udah buat ulah.. " Gumam Ardi yang masih bisa di dengar Erland
.............
"Udah sadar May?? " Tanya Denis yang baru masuk kedalam ruangan istrinya
Maya tersenyum, dan bertanya "Dimana anak kita"
Denis menghampiri Maya dan duduk di dekatnya, Daddy Liam masih berjaga di dekat ruangan bayi Denis
"Ada, dia sedang tidur.. "
"Mau minum?? " Tanya Denis lagi, dan Maya hanya menganggukan kepalanya
Denis membantu istrinya untuk bangkit dari tidurnya minum, lalu menidurkan kembali, sikap Denis dimata Maya saat ini terkesan aneh
"Oh ya, apa kamu sudah mempunyai nama untuk kita??" Maya bertanya dan menghiraukan sikap perhatian Denis
"Kamu apa sudah menyiapkan nama?? " Tanya balik Maya kepada suaminya
"Emm bagaimana jika nama anak kita... " Denis berfikir sejenak, ia mencari nama yang menurutnya bagus dan cocok
"Siapa?? " Tanya Maya yang penasaran
"Revandra Surya Saputra.. "
__ADS_1
"Bagaimana?? Tanya Denis dengan usulan nama yang difikirnya secara mendadak
"Emmm bagus, kita panggil Revan.. " Maya mengusulkan nama panggilan yang pas.
"Itu bagus.. " Denis tersenyum, dan ini membuat Maya sedikit menaruh curiga dengan sikap Denis
"Apa Denis sudah berubah karna kehadiran Revan diantara kita?? " Batin Maya yang merasa aneh dengan perubahan sikap suaminya
"Ah sudahlah, jika itu semua benar, aku berharap ini bukan sementara... " Batin Maya kembali lalu tersenyum pada Denis
"Aku ingin melihat anak kita Den!! "
"Lebih baik kamu istirahat dulu, nanti kita akan menemui anak kita.. "
"Denis benar-benar berubah.. " Batin Maya
"May!! " Panggil Denis yang tiba-tiba mengenggam tangan istrinya
"Iya.. " Maya menoleh dan tersenyum,
"Mari mulai dari awal, aku janji aku akan berubah dan berusaha menjadi ayah yang baik, dan satu lagi jangan panggil aku dengan sebutan lo.. " Ucap Denis, Denis merasa bersalah karna sikapnya terhadap Erland, ia berusaha menebus kesalahannya dengan cara mengikhlaskan Kia untuk Erland, dan dia berusaha menerima Maya sebagai istrinya
"Maksud mu apa?? " Maya tersenyum, tetapi ia tetap bertanya maksud dari ucapan suaminya itu apa, takutnya ia salah dengar
"Kita mulai dari awal lembaran baru kita bersama Revan anak kita, mau kan kamu menerima aku yang jahat ini,.. " Denis mengecup punggung tangan istrinya dan itu membuat Maya menganga, ia shock dengan perlakuan manis suaminya
Tiba-tiba Maya mengeluarkan cairan bening dari matanya, kata-kata suaminya sungguh menyentuh hatinya, tanpa sadar ia menganggukan kepalanya pertanda ia mau membuka lembaran baru
"Terimakasih May.. " Denis mengecup beberapa kali punggung tangan Maya, dan Maya hanya tersenyum, ia sangat bahagia
"Seandainya jika aku di jebloskan ke penjara, aku sudah bisa memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak dan istriku.. " Batin Denis tersenyum melihat Maya yang tersenyum
"Den, boleh aku bertanya.. " Akhirnya Maya yang penasaran pun mengeluarkan pertanyaan yang dari tadi ia pendam
"Apa?? " Tanya Denis yang sudah menatap istrinya
"Apa ini semua hanya sesaat?? "
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon dukungannya yak, mohon maaf juga kalo ada salah kata atau kalimat
Salam bahagia semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#......
__ADS_1