
..............
"Saya tidak bersalah pak, saya sudah meminta maaf, dad tolong aku, aku tidak mau masuk ke tempat ini.. " Denis memohon dan meminta tolong, kedua tangannya sudah diborgol dan dia sedang di seret oleh polisi untuk masuk kedalam sel.
Daddy Liam hanya diam saja tanpa membela anaknya yang sedang memohon
"Karna kamu kami kecelakaan, dan karna kamu Erland koma!! " Teriak Bunda Gita yang sudah emosi, ia berusaha menghampiri Denis tetapi di cegah oleh suaminya
"Tante, maafin aku tan, aku mohon maafin aku, aku akan melakukan apapun yang pasti jangan masukan aku kedalam sini.. " Denis masih teriak memohon meminta maaf
"Masuk!! " Ucap petugas yang menyuruh Denis masuk kedalam sel.
"Tidak, aku tidak mau masuk.. "
Petugas mendorong paksa Denis agar mau masuk kedalam sel, dan berhasil, ia terjatuh dan petugas langsung mengunci sel tersebut.
Denis bergidik ngeri saat melihat teman-teman di lapas yang berbadan besar dan di penuhi oleh tato di sekujur tubuhnya.
"Hiiii... " Badan Denis merinding
"Tan, maafin aku, maafin, aku tidak tahu jika Tama adalah Erland, maafin aku, lepaskan aku dari tempat terkutuk ini.. " Masih memohon, Denis sampai menangis di hadapan keluarganya
"Hahaha apa lo bilang? Tempat terkutuk?? Ini tempat yang pantas untuk lo! Apa yang sudah lo perbuat terhadap keluarga gue itu sangat keterlaluan!! " Erland berbicara dengan raut wajah yang mengejek tetapi tetap tegas dan berwibawa
"Maafin aku maafin.. " Denis kembali meminta maaf
"Jangan pernah memaafkan anak yang tidak tahu diuntung seperti dia nak!! " Bunda Gita melarang anaknya memaafkan Denis
"Dad, tolong aku.. " Kali ini Denis meminta pembelaan dari Ayah angkatnya
"Maaf, daddy tidak bisa berbuat apa-apa, ini buah yang selama ini kamu tanam, buah kesalahan dan ke egoisanmu.. " Liam berbicara dengan tegas, Kata-kata yang diucapkan sukses membuat Denis bungkam
Kali ini Denis melihat Kia, ia harap Kia akan membantunya
"Ki, tolongin gue.. " Denis merengek dan mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya
"Memaafkan orang yang sudah melakukan kejahatan? Tidak akan pernah!! Dan satu hal lagi...gue menyesal pernah mencintai orang jahat seperti lo! Menyesal!!! " Ucap Kia
Hanya harapan Denis satu-satunya yaitu Maya istrinya yang sedang menggendong Revan anaknya
"May, tolongin aku,.. " Kali ini nadanya terdengar sangat memilukan, ia melihat anaknya sedang tertidur lelap di pelukan istrinya
"Maafin kamu? Aku gak salah dengar?? Kamu sudah melampiaskan semua kesalahanmu kepadaku dan anaku, kamu berpura-pura baik kepada kita demi menutupi kesalahanmu, jangan harap aku bisa memaafkanmu, aku akan mengurus surat cerai kita secepatnya.. " Jawab Maya yang sedang menidurkan anaknya, karna suaranya telah membangun anaknya tertidur.
Deg...
"Jangan ceraikan aku May, bagaimana nasib anak kita? Aku tidak mau Revan tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari keluarganya.. "
"Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah dari Revan, dan jangan pernah temui kami lagi, kami akan hidup bahagia berdua.. "
__ADS_1
"Silahkan bersenang-senang di tempat barumu ini teman kecilku, hahaha... " Erland berucap lalu menggandeng tangan Kia dan pergi dari tempat itu, dan diikuti lainnya,
Tersisa Ayah David yang masih mematung, dia dari tadi belum berbicara sepatah katapun,
"Om.. " Denis memohon, matanya sudah mengeluarkan cairan bening yang sangat deras
Ayah David mendekati Denis,
"Om kecewa sama kamu, kamu sudah kami anggap sebagai anak kami, tapi apa?? Ini balasanmu!! " Dia berbicara sambil mengepalkan tangannya, andai Denis tidak di dalam sel, pasti ia sudah menghabisi Denis dengan tangannya
"Maafin aku om, aku salah.. " Ucapan terakhir yang masih bisa di dengar oleh om nya sebelum meninggalkan tempat itu dan menyusul keluarganya yang sudah mendahuluinya
"Detik ini juga, jangan pernah anggap kami sebagai keluarga mu lagi, lihat ayah mu saja sudah tidak mau membantumu,.. "
Deg...
"Ta-tapi om.. " Teriak Denis karna om nya sudah berlalu meninggalkan dirinya sendiri di sel bersama dengan napi lainnya
"Aku minta maaf, aku mengakui kesalahan ku, maafkan aku, hiks..hiks.. " Denis bergumam, tubuhnya merosot kebawah, ia sudah mengakui kesalahannya
"Maafin aku, aku menyayangi kalian, jangan buang aku, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kalian hiks..hiksss.. "
"Eh lo!! " Salah satu napi memanggil Denis tetapi Denis tetap menangis dan bergumam, ia fikir napi itu sedang berbicara dengan temannya
"Budeg apa tuli hah!!! " Napi itu mendekat dan menyuruh Denis bangkit berdiri
"Ada apa? Aku tidak mempunyai urusan dengan kalian.?? " Ucap Denis yang ingin menghindar
"Wah bisa-bisanya lo nantang bos kami.. " Napi lainnya bangkit dan berdiri di samping napi yang sudah dianggap boss di sel tersebut
"Patuhi aturan di sel ini, maka hidupmu akan jauh berarti, jika tidak, berarti kamu sudah siap mengantarkan nyawa kamu sendiri.. "
Gleekkk...
Denis menelan ludahnya, ia mencerna kata-kata yang diucapkan dari boss napi tersebut..
"Laki lemah! Baru saja mendekam sebentar sudah menangis merengek kepada keluarganya, hahaha.. " Ejek napi lainnya
"Bos, tadi juga kita sempat mendengar bahwa dia sudah tidak diakui oleh keluarganya, hahaha... "
"Hahaha, lemah, .. "
Denis tersulut emosi, dia tidak terima dikatakan lemah, dia menantang dan memberi sebuah bogeman, tanpa sadat dia sendiri yang akan terkena masalah.
Buggh...
Bogeman mendarat di perut boss napi, anak buah yang melihatnya segera membalas bogeman yang bertubi-tubi ke tubuh Denis
Bugh..
__ADS_1
Bughh..
Bugh..
Denis tergeletak dengan wajah yang sudah babak belur, terdapat darah segar yang keluar dari pelipis dan bibir nya
"Tiiiiiiddddaaaakkkk..... " Teriak Denis yang dilihat oleh pasien dan orang-orang yang sedang berjalan
"Aku tidak mau masuk penjara, aku tidak mau.. " Denis bergumam sendiri seperti orang gila
"Ini rumah sakit juga menangani pasien gila ya?? " Tanya orang yang sedang melihat Denis bergumam tidak jelas.
"Mungkin, baru tahu juga aku, kalo disini menangani orang gila.. " Jawab orang itu yang menimpali ucapan orang
"Serem deh, orang gila dibiarkan bebas di sini, takut kena amuk.. "
"Iya, benar juga, rumah sakit ini sudah tidak aman.. "
"Iya betul.. "
Kira-kira seperti itu tanggapan orang yang melihat tingkah Denis yang aneh
"Kamu kenapa Den?? " Tanya Liam yang ingin menjenguk cucunya tapi melihat anaknya teriak tidak jelas, sambil tubuhnya merosot ke bawah dan bersender di dinding tembok.
"Dad.. " Denis bangkit lalu berdiri memeluk Liam
"Ada apa hem.. "
"Aku takut dad, aku takut.. "
"Ini yang Daddy takutkan nak, daddy tidak mau melihat kamu terpuruk seperti ini.. " Batin Liam membalas pelukan anaknya
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......
__ADS_1