Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 36- Perkelahian


__ADS_3

Maya yang di sebrang sana pun mengerutkan keningnya, ia heran karna Erland tiba-tiba menghubungi nya


πŸ“ž"Owh lo, ada apa telfon gue?? " Jawab Maya


πŸ“ž"Kasih tau alamat Denis ke gue mbak?? " Ucap Erland to the point


πŸ“ž"Buat apa lo minta alamat Denis?? " Tanya Maya yang penasaran


πŸ“ž"Gue minta, mbak cepet kirim .. " Ucap Erland lagi yang tak ingin memberikan alasan


πŸ“ž"Tapi, gue gak bisa ngasih alamat orang tanpa persetujuan dari orang nya, apalagi ini Denis.. " Jawab Maya yang sambil mengingat sikap Denis kepadanya,


πŸ“ž"Tolong mbak, penting!! " Ucap Erland lagi dengan memohon


πŸ“ž"Gue gak bisa, gue gak mau nambah masalah baru,.. " Jawab Maya yang tak ingin dibantah


πŸ“ž"Okeh, kalo mbak gak mau kasih, gue akan ngomong ke semua orang termasuk ke temen sekampus mbak, kalo mbak lagi hamil, mereka bisa mempercayai aku karna perut mbak yang udah terlihat buncit.. " Ucap Erland dengan tegas.


"Maafin gue, terpaksa gue harus ngancem kek gini,.. " Batin Erland


πŸ“ž"Emmm okeh, gue kirim, tapi lo janji gak bongkar rahasia ini, dan gak buat keributan di rumah Denis.. " Jawab Maya yang terpaksa memberi alamat Denis


πŸ“ž"Okeh, .. "


πŸ“ž"Gue kirim lewat chat aja.. " Ucap Maya yang langsung mematikan telfonya


Setelah panggilan itu terputus, terdapat sebuah notif pesan masuk di ponsel Erland,


Erland yang sudah mengetahui alamat Denis pun tersenyum, dia berniat menemui Denis


Setelah mengantar kepergian Ayah Bundanya, ia pun berniat pergi ke rumah Kia untuk menemui Kia, ia ingin meminta maaf pada Kia.


Setelah sampai di dekat rumah Kia, ia melihat Denis dan Kia keluar dari mobil Denis..


Erland yang melihat kemesraan itu pun mengepalkan tanganya dengan erat, dan ia memukul stir mobil..


"Gue cinta sama lo, cinta!!! " Ucapnya di dalam mobil yang melihat kemesraan mereka..


Setelah melihat Kia masuk ke dalam rumahnya, Erland langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Denis..


" Bajing*n!! " Ucap Erland pada Denis yang langsung memukul perut Denis


Bugh...


Denis yang tiba-tiba mendapat serangan mendadak pun langsung terjatuh ke tanah, ia sangat terkejut


Bugh...


"Apa-apaan ini!!!! " Teriak Denis yang tak terima di pukul oleh Erland


"Pengecut!! Bangs*t lo!! " Maki Erland dengan amarahnya yang sudah meledak seperti bom atom

__ADS_1


Bugh.. Bugh..


Tak terima dipukul oleh Erland, Denis pun membalas pukulan Erland, dan sekarang mereka beradu fisik di depan rumah Kia, Kia yang merasa mendengar keributan di depan rumahnya pun segera keluar dari rumahnya..


Ia sangat terkejut saat melihat Erland dan Denis beradu fisik, dengan cepat ia menengahi perkelahian itu..


"Berhenti........ " Ucap Kia dengan suara yang cukup nyaring dan keras,


Dan seketika kedua orang itu langsung menghentikan perkelahian nya


"Ada apa ini hah!! " Ucap Kia yang memandang kedua laki-laki di depannya..


"Gatau, aku tiba-tiba di serang sama Sepupu kamu.. " Jawab Denis yang memegang bibirnya sedikit berdarah akibat pukulan dari Erland.


"Erland!! Kenapa lo pukul Denis!!! " Ucap Kia dengan emosi.


"Dia, dia pantes gue pukul.." Ucap Erland yang menunjuk Denis


"Dan kamu harus tau Ki!!! Dia itu udah hamilin teman sekampusnya.. " Jawab erland di hadapan Kia,


Perkataan Erland mampu membuat Denis bungkam, dia tak percaya bahwa Sepupu dari kekasihnya itu sudah mengetahui semuanya,


Dengan cepat ia mengelak, ia berusaha meyakinkan Kia karna jujur saja Denis belum sanggup untuk kehilangan Kia


"Dia bohong Ki.. " Ucap Denis yang mengelak, wajahnya penuh ketakutan tapi sebisa mungkin ia tutupi rasa ketakutan itu


"Tapi kalo dipikir-pikir dia tau dari mana semua ini?? " Batin Denis


"Gue serius, gue gak bohong, percaya sama gue Ki.. " Ucap erland yang meyakinkan Kia


"Gue, gue kenal sama cewe yang dihamilin Denis Ki.. " Ucap erland


Kia yang mendengar itu semua dari erland pun tak percaya, dia sangat mempercayai kekasihnya..


"Gue gak percaya, kalo gak ada bukti yang jelas. " Ucap Kia pada Erland, Denis yang mendengar ucapan itu seketika bibirnya menyunggingkan senyummya


"Nih, gue akan telfon cewe itu.. " Ucap Erland lagi,


Lalu ia segera merogoh ponselnya yang berada di kantong sakunya, setelah itu dia menghubungi Maya, Denis yang mendengar itu semua seketika wajahnya menjadi pucat pasi..


Tut... Tut.. Tut...


Maya yang sedang berada di dalam kamar mandi pun tak mendengar suara telfon, karna ponselnya ia silent


"Tuh dia bohong Ki, buktinya gak diangkat.. " Ucap Denis dengan wajah bahagia karna Maya tidak mengangkat telfon dari Erland.


"Gue telfon lagi Ki.. " Ucap Erland kembali, lalu ia menelfon Maya kembali, tetapi sudah panggilan ke 4,Maya tidak mengangkat telfon Erland,


"Gue tau rumahnya, kita samperin aja kesana.. " Ucap Erland yang masih meyakinkan Kia, Kia yang merasa di permainkan oleh Erland pun angkat bicara.


"Cukup!!!!! Gue gak percaya sama lo lagi!! Dan gue udah pernah bilang ke lo, kalo gue gak mau ketemu sama lo lagi, dan sekarang gue minta lo pergi dari sini!! " Ucap Kia yang mengusir Erland.

__ADS_1


"Ki, gue serius gue gak bohong.. " Jawab Erland yang memegang tangan Kia, tetapi langsung di tepis oleh Kia,


Denis yang melihat semua itu pun menyunggingkan senyumnya, akhirnya rahasianya tidak terbongkar


"Eh bocah, lo denger sendirikan, lo udah di usir sama Kia.. " Ucap Denis yang membuat emosi Erland kembali..


"Bajing*an!!, harus nya lo yang pergi anji*g!!! " Ucap erland yang sudah terpancing emosi.


"Apa lo bilang!!! Anji*g!!" Jawab Denis yang terbakar emosi dengan perkataan Erland


Keadaan semakin menegang, Denis sudah kembali melayangkan pukulan ke perut Erland, Erland pun membalas pukulan itu, keduanya saling baku hantam


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Kia yang melihat itu berusaha menghentikannya, ia memanggil para tetangga untuk membantunya,


Setelah berhasil melerai perkelahian itu, Kia mengusir Erland untuk segera pergi dari rumahnya, beruntung Mamah Risa tidak ada di rumah,


"Gue bakal tunjukin ke lo, kalo gue bener!! " Ucap Erland pada Kia.


"Dan lo Denis!! Mau se rapat apa lo tutupin bangkai, semuanya akan tercium!! Ucap Erland yang langsung pergi dari rumah Kia


Setelah Erland pergi dari rumahnya, ia pun langsung mengajak Denis masuk rumahnya untuk mengobati luka akibat pukulan dari Erland


"Duduk, biar aku ambil es batu sebentar.. " Ucap Kia yang memerintah kan Denis duduk


.


.


.


.


.


.


.


.


#hay gaes, jangan lupa tinggalin jejak kalian (like, favorite, komen)


#mohon maaf kalo ada kesalahan kata atau kalimat


#terimakasih udah mau mampir dan baca karya pertama ku

__ADS_1


#salam bahagia, semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki😁😁😁πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


................ #Happy Reading😘#.....


__ADS_2