
Waktu sudah menujukkan pukul 4 sore, dan artinya jam kerja dikantor sudah habis, Kia yang sedang membenarkan semua berkas, tiba-tiba mendengar bunyi telfon di ponselnya..
Drrrtt..
Terdengar bunyi telfon di ponsel Kia, dia sudah bisa menebak siapa yang menelfonya..
"Tunggu, sebentar lagi aku keluar.. " Ucapnya saat benda pipih itu sudah berada di telinga kanannya
"Okeh, aku tunggu.. "
Setelah mendengar balasan dari sebrang sana, Kia mematikan telfonnya.
"Siapa yang telfon ki? " Tanya sely yang masih fokus dengan komputer di depannya
"Erland.. " Jawabnya singkat lalu menoleh pada sahabatnya.
"Kamu lembur? " Tanyanya lagi saat melihat sely masih duduk di meja kerjanya
"Iya, kerjaan numpuk.. "
"Oh kalo begitu aku balik duluan, Erland sudah menungguku.. "
"Bye.. " Sambungnya lagi yang mendapatkan anggukan dari sely
Setelah kepergian Kia, sely melihat situasi kantor, dia menengok setiap sudut ruangan yang tidak terlalu besar .
"Aman, tinggal aku disini sendiri.. "
Sely menyalakan komputer milik Kia, beruntung pasword komputer Kia, di letakan di bawah keyboard jadi lebih memudahkan untuk sely membajaknya
Dia mengambil dan memilih beberapa data yang menurutnya sangat penting,
"Mungkin data meeting untuk besok lebih bagus.. " Batinnya yang langsung mengcopy paste lalu mengirimnya lewat flashdisknya, setelah selesai, data yang berada di komputer Kia, dia hapus
"Dapat,..." Gumamnya sambil tersenyum senang, lalu dia memasukan flashdisknya kedalam tasnya.
"Tinggal tunggu hari esok, hahaha..."
"Besok aku akan menjadi dewa penolong untuk boss dan aku pasti akan naik jabatan lalu untukmu ki...aku akan menjadi devil untukmu ki.. " Seringai licik terbit di bibir sely
"Aku akan membuatmu keluar dari perusahaan ini, setelah rencanaku berhasil aku akan mengedit sedikit rekaman dan foto yang aku dapatkan agar semua orang semakin percaya... "
...........
"Sudah lama menunggu?? "
Kia bertanya pada suaminya yang berada di depan mobil.
"Gak, baru saja sampai, lalu aku menelfonmu.. "
Erland berjalan dan membukakan pintu mobil untuk istrinya, setelah istrinya masuk dia menutup dan memutar tubuhnya untuk duduk di bangku pengemudi
"Apa pekerjaanmu banyak?? " Tanya Erland karna Kia keluar kantor melebihi jam kerjanya
"Sedikit banyak, tadi boss menyuruhku membuat laporan untuk meeting besok.. " Jawabnya tersenyum
Erland menoleh dan membalas senyuman istrinya
"Kita mampir ke Mall.. " Ucap Erland
__ADS_1
"Untuk apa? Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli?? "
"Tidak.. "
"Lalu?? "
"Membeli pakaian baru untukmu.. " Jawabnya dengan santai
"Erland jadi kamu beneran mau beli gamis untuk aku bekerja! " Sekarang suara Kia terdengar kesal, tidak selembut tadi nadanya
Erland hanya menganggukan kepalanya,
"Aku gak mau! " Tolak Kia langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil
"Kamu harusnya tau gaya orang kantor itu seperti apa, jangan disamain sama gaya orang mau pengajian.. " Cerocos Kia
"Lalu?? "
"Ish!! Dasar nyebelin, buka matamu, memang kamu pernah melihat karyawanmu menggunakan gamis??.. "
"Pernah, waktu kantor mengadakan pengajian, semua karyawan perempuan diwajibkan menggunakan gamis kecuali yang berbeda keyakinan,.. "
"Ihhh terserahmu.. "
Erland berusaha mengenggam tangan Kia tapi lagi-lagi kia berusaha menepisnya,
"Dosa loh, sama suami kaya gini.. "
"-_-"
"Lihat aku.. " Ucap Erland yang masih melihat istrinya memalingkan wajahnya
"Lihat aku sayang.. "
"Hemmm.. "
"Aku hanya becanda.. " Kali ini Erland menyudahi dramanya karna melihat istrinya yang kesal
Kia menoleh, dia bertanya "maksudnya? "
"Aku tidak akan membelikan gamis untukmu, tapi aku mau membelikan baju kerja yang baru tapi tidak terlalu ketat dibadanmu.. "
"Daritadi bilang kaya gitu, kan aku enak dengernya,.. "
"Lah aku niatnya mau kasih kamu kejutan jadi gagal deh.. " Ucap Erland mencium punggung tangan istrinya dengan mata yang fokus menyetir
"Maafin aku.. " Sambungnya kembali
"Maaf kenapa? " Kia mengerutkan alisnya
"Karna aku sudah membuatmu marah seperti tadi.. " Ucapnya yang masih betah mencium punggung tangan istrinya berulang kali
"Yuk turun.. " Sambungnya lagi saat sudah berada diparkiran Mall.
Mereka turun lalu melangkah masuk kedalam Mall,
"Kita isi perut dulu yak,.. "
Kia hanya menganggukan kepalanya,
__ADS_1
Mereka langsung menuju foodcourt yang berada di mall tersebut,
"Selamat sore, mau pesan apa?? " Tanya pelayan yang memberikan buku menu.
"Kamu pesen apa lan?? " Tanya Kia
"Samain aja sama kamu Ki, .. "
"Aku pesen yang pake nasi loh.. "
"Iya gapapa... "
Lalu Kia memesan makanan dan minuman setelah pelayan pergi, Erland memulai pembicaraannya.
"Ada yang ingin aku bicarakan.. " Erland berbicara sambil menggenggam tangan istrinya
"Apa?? "
"Om liam dan keluarga kecil Denis, besok lusa akan pindah ke negara B.. "
"Apa? Kamu gak becanda kan?? "
"Gak, apa mukaku becanda?? "
"Oh iya, dia juga memberikan kita kado pernikahan, menurutmu apa kado pernikahan yang diberikan om Liam kepada kita?? " Tanya Erland
"Paling buket uang atau ucapan selamat menempuh hidup baru atau juga... "
"Atau apa?? coba tebak?? "
"Emmm memangnya apa?? " Kia menyerah, dia berbalik tanya pada suaminya
"Perusahaan milik om Liam yang ada di negara ini.. "
"Hey suamiku! kalo ngomong itu disaring dulu, gak mungkin om Liam memberikan perusahaannya kepada kita.. "
"Mana percaya dia menyerahkan perusahaannya pada kita yang masih bocah, jangan aneh-aneh kalo mau nge prank.. " Kekeh Kia
"Kamu gak percaya sama ucapan suamimu ki! "
Kia menggelengkan kepalanya,
"Permisi Nona,... " Ucap pelayan yang datang membawa makanan yang dipesan oleh Kia dan Erland.
"Makasih mbak.. "
Pelayan itu tersenyum lalu meninggalkan mereka yang kembali fokus pada pembicaraannya.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#........