
"Baik tan.. " Jawab Denis dengan pasrah
.......
"Mah, kenapa Erland sampe sekarang belum sadar juga ya? Udah beberapa hari dia koma, aku tidak tega melihatnya.. " Kia bertanya kepada mamahnya, sambil tangannya menggenggam tangan Erland
"Sabar Ki, namanya orang koma itu susah diprediksi, kapan sadarnya, sekarang kita perbanyak berdoa, agar Erland cepat sadar.. "
"Tapi mah, aku merindukan sosok Erland yang selalu ceria dan selalu ada untuku.. " Kia memandang wajah Erland dengan prihatin
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Ardi saat masuk kedalam ruangan Erland
Kia yang sedang mengobrol pun langsung menghentikan obrolannya saat ada seseorang yang masuk kedalam ruangan Erland
"Walaikumsalam.. " Jawab mereka bersamaan
"Hai tan.. " Ardi menyalami wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa
"Temannya nak Erland ya?? " Tanya mamah Risa sambil membalas uluran tangan Ardi, matanya melihat seseorang yang ada dihadapannya karna merasa asing dengan wajah Ardi
"Iya tan, saya Ardi temannya Erland, bagaimana kondisi Erland?? “ Tanya Ardi kepada wanita paruh baya
"Mbak.. " Ardi menyapa Kia dengan senyuman
"Eh iya.. "
"Hanya berdua? Dimana Bunda dan Ayah?? " Ardi menaruh buah-buahan yang ia bawa ke atas meja lalu melihat Erland yang masih tidak berdaya
"Bunda sedang melihat menantu sepupunya melahirkan, dan Ayah sedang dikantor mengurus pekerjaan yang belum diselesaikan Erland.." Kia menjawab pertanyaan Ardi
"Oh.. " Ucap Ardi yang menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti dengan jawaban Kia
Lalu pandangannya fokus kepada Erland yang masih tak sadarkan diri
"Maafin gue, gue belum bisa nemuin orang yang mengakibatkan lo menderita kaya gini.. " Ardi berbicara di samping tempat tidur Erland, ia merasa iba dengan Erland
"Cepat sadar, emang lo gak mau nikah sama orang yang lo cintai hah.." Ucapan Ardi sukses membuat Kia yang dihadapannya menundukan kepalanya karna malu
"Apa lo memang senang dengan keadaan seperti ini, karna lo bisa ditemani oleh orang yang lo cintai! "
"Sadar lan sadar, kalo sampai hari pernikahan lo belum sadar juga, gue yang akan gantiin lo di acara penting lo.. " Ardi menggertak Erland, karna Ardi sudah mengetahui jika Erland bisa mendengar di alam bawah sadarnya, ia ingin Erland mendengar ucapannya yang sedikit keterlaluan
Kia yang mendengar itu semua hanya melototkan matanya, ia tak terima jika Ardi menggertak Erland seperti ini, ia takut jika Erland akan semakin drop.
"Lo tau gue kan! Gue gak pernah main-main sama ucapan gue.. " Lagi-lagi Ardi melontarkan ucapan yang membuat Kia dan mamah Risa melongo.
__ADS_1
"Aduh gue kok jadi takut sendiri dengan ucapan temannya Erland ini.." Batin Kia yang bulu kuduknya merinding
"Cepat sadar, plis! Gue gak mau nikah sama orang yang modelannya kaya begini.. " Kia setengah berbisik di telinga Erland tetapi Ardi masih bisa mendengarnya.
Ardi tersenyum saat kia berbicara seperti itu,
"Rupanya kamu sudah menaruh nama Erland di dalam hatimu, walaupun belum sepenuhnya.. " Batin Ardi yang mendengar ucapan Kia
"Gue balik dulu, ada kelas hari ini, ingat! Cepat sadar atau calon istri lo buat gue!! " Ucap Ardi lalu berpamitan dengan mamah Risa dan Kia
Kedua perempuan itu masih diam seribu kata dengan rasa yang tidak percayanya, bisa-bisanya teman Erland berbicara seperti itu, dan menurut mereka ini sangat terang-terangan
"Tan, aku pamit ya.. " Ardi menyalami mamah Risa
"Kok cepat banget gak mau duduk dulu temani Erland.. " Akhirnya mamah Risa mengeluarkan basa-basinya setelah pikiran rumitnya
"Ada kelas dikampus, mungkin besok aku kesini lagi tan... " Jawab Ardi tersenyum
"Mbak, tolong jaga Erland ya.. " Ucap Ardi lalu berjalan keluar dari kamar Erland
"Iya.. "
"Assalamu'alaikum.. "
"Walaikumsalam.. "
"Eh Bun.. " Ardi menyalami Bunda dari Erland
"Mau kemana nak.. " Tanya Bunda Gita yang membalas uluran tangan Ardi
"Ke kampus Bun, hari ini ada jam di kampus, maaf ya Bun, baru bisa jengguk Erland sekarang.. "
"Gapapa nak, Bunda paham,.. "
Bunda gita melihat wajah Ardi yang gusar, ia menyuruh Ardi duduk sebentar untuk bertanya sesuatu yang membuat Ardi gusar
Ardi menurut, ia melihat jam dipergelangan tangannya, masih ada waktu untuk berbincang dengan Bunda dari sahabatnya ini walaupun hanya sebentar
Kia dan mamah Risa hanya menyimak dan mendengar ucapan mereka, sebenarnya mereka tidak ingin menguping tapi karna jarak mereka dekat, jadi Kia dan mamah Risa masih bisa mendengar ucapan bunda Gita dan Ardi
"Ada apa nak?? " Tanya Bunda Gita saat mereka sudah duduk di sofa, dan mamah Risa sudah berdiri berjalan mendekat kearah Kia
"Bun, maafin aku, aku belum bisa mencari dalang dibalik semua musibah yang menimpa Erland.. " Ardi berbicara sambil menundukan kepalanya, nada suaranya pun terdengar lirih
"Kamu tidak perlu mencemaskan semua ini nak, polisi yang akan mencari bukti dan dalang dari kecelakaan Erland, tapi kamu yakin kalo kecelakaan Erland ini ada sabotase dari pihak lain?? " Tanya Bunda Gita yang penasaran
__ADS_1
"Emm aku yakin Bun, karna setahu aku, Erland selalu menservis mobilnya teratur, gak mungkin tuh mobil bisa hilang kendali dan masuk ke jurang! " Ucap Ardi yang meyakinkan Bunda Gita
"Tapi, bisa aja Erland sedang mengantuk lalu dia tidak fokus menyetir?? " Ucap Bunda Gita yang masih berfikir positif
"Kalo itu aku kurang yakin juga bun, kan Erland hobi tidur malam Bun, masa iya jam segitu dia sudah ngantuk?? "
"Iya benar juga.. " Bunda Gita membenarkan ucapan Ardi
"Eh tapi bagaimana kuliah Erland nak?"
"Kemarin Ayah sudah ke kampus, dan berbicara kepada ketua yayasan kalo Erland sedang terkena musibah.. " Ardi menjawab pertanyaan Bunda dari Erland
"Kamu bertemu dengan Ayah di kampus?? " Tanya Bunda Gita
"Iya, lalu Ayah berbicara seperti itu, dan makasih banget atas bantuannya bun, maaf jika aku belum bisa membalas jasa Bunda dan Ayah.. " Ardi berbicara dengan lirih, ia menundukan wajahnya dan menggenggam tangan Bunda yang sudah dianggap ibunya
"Makasih untuk apa nak? " Tanya Bunda Gita yang tidak mengetahui apa-apa
"Terimakasih karna Ayah dan Bunda sudah membiayai kuliahku sampai aku wisuda, terimakasih Bun.. " Ardi memeluk Bunda Gita ia beberapa kali mengucapkan kata terimakasih
Bunda Gita membalas pelukan Ardi, ia mengelus punggung orang yang sudah dianggap kaka dari Erland ini, ia tersenyum
"Kamu sudah kami anggap sebagai anak kami, dan Erland juga sudah menganggap kamu sebagai kakaknya,.. " Jawab Bunda Gita
"Kamu juga sering membantu Erland jika dia tidak masuk ke kampus kan, dan Bunda baru mendengar dari mulutmu sendiri jika kamu ingin membantu Erland lagi dalam mencari dalang masalah ini.. "
"Sebenarnya aku sudah mencurigai seseorang, tapi ayah menyuruhku jangan bertindak gegabah karna tidak memiliki bukti.. " Ucap Ardi yang menatap Kia sekilas
Deg..
"Apa pikiran dia sama dengan pikiranku saat ini?? " Batin Kia yang melihat Ardi menatapnya
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#........