
"Lihat kemejamu, bukannya ini sudah terlalu kecil, aku tidak suka melihat istriku menggunakan pakaian yang terlalu ketat.. " Ucapnya yang memandang bagian dada istrinya yang terlihat menonjol
"Ish kamu ini, ini bukan ketat, cuma modelnya aja yang kaya gini.. " Dengus Kia kesal
"Tapi lihat itu, bagian dadamu terlihat menonjol.. " Ucap Erland yang membuat Kia memukul lengan suaminya
"Sakit ki.. " Dengus Erland
"Ya kamu fokusnya kesana.. " Ucap Kia yang menutupi daerah dadanya dengan bantal
"Ya sudah sanah ganti, jangan pakai yang terlalu ketat.. "
"Erland namanya juga pakaian kerja, memangnya aku harus memakai gamis yang panjang dan kebesaran gitu?? " Gerutu Kia yang sudah berada disamping suaminya
"Gak ganti, gak kerja.. " Jawabnya yang tidak ingin dibantah
Kia mendengus kesal, dia melemparkan bantal yang di pegangnya ke tubuh Erland dan dia bangkit lalu melangkah menuju pintu kamarnya
"Kok dikunci?? " Tanya Kia yang tidak bisa membuka pintu kamarnya
"Gak ganti gak kerja.. "
"Punya suami gak asik.. " kesal Kia yang berjalan menuju lemarinya lalu mencari baju yang sedikit kebesaran
Erland hanya melirik pergerakan istrinya, dia memantau detail Kia
Kia masuk kedalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya, lalu keluar dan memperlihatkan kepada suaminya
"Sudah? " Tanya Kia cemberut,
"Emm.. " Erland berfikir lalu menganggukan kepalanya
"Mana kuncinya, aku mau sarapan.. "
"Ayo kita keluar bersama, kunci ada ditanganku.. "
"Dan ide gamis itu sangat bagus, nanti kita ke Mall, beli beberapa gamis untuk pakaian kerjamu.. "
Kia menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Aku bukan mau pengajian suamiku.. "
"Memang gamis hanya digunakan untuk pengajian?? "
"Ah sudahlah, berdebat denganmu tidak akan selesai sampai kiamat.. " Sewot Kia yang meminta kunci kamarnya
"Sebentar ki, ada yang harus aku bicarakan.. " Ucap Erland kembali
"Apa?? "
"Apa kamu sudah memikirkan ucapanku tentang pekerjaanmu?? "
"Aku belum siap resign.. " Jawab Kia yang mendudukan diri di sofa
"Aku tidak bisa memaksamu ki.. "
"Tapi, tolong pikirkan lagi, karna sekarang kamu adalah tanggung jawab ku.. " Sambung Erland kembali
"Emm aku akan mempertimbangkan lagi.. "
"Hufftt ya sudah, kamu kerja dengan baik, nanti aku yang akan mengantar dan menjemputmu.. " Erland menutup laptopnya dan berjalan menuju istrinya, lalu mendudukan dirinya disamping istrinya dan mengelus rambut istrinya dengan senyuman yang dia terbitkan dibibirnya
__ADS_1
"Kamu gak marah kan?? " Tanya Kia dengan ragu
"Tidak, aku bisa mengerti kamu.. "
"Ya sudah kita keluar untuk sarapan, pasti mamah sudah menunggu kita.. " Sambung Erland yang bangkit dari duduknya dan membuka kunci kamarnya
...........
"Daddy ingin berbicara serius kepada kalian berdua.. " Ucap Liam serius, mereka bertiga baru saja menyelesaikan sarapan paginya
"Apa dad?? " Tanya Maya dan Denis bersamaan.. "
"Daddy mau kalian ikut daddy pindah ke negara B.. "
Maya dan Denis saling tatap, mereka bertanya-tanya tentang keputusan Liam yang dadakan ini.
"Kenapa? ada apa? " Tanya Denis yang mewakilkan rasa penasaran Maya
"Daddy ingin kamu mengurus perusahaan milik Mommymu yang disana.. "
"Kenapa tidak yang disini aja dad?" Tanya Denis kembali
"Daddy belajar dari pengalaman daddy yang membiarkanmu hidup sendiri disini, dan kamu melakukan beberapa kesalahan yang menurut daddy sangat fatal... " Ucap Liam yang menatap Denis
"Maksud daddy apa?? " Kini giliran Maya yang bertanya
"Apa karna kesalahanku dan Denis yang menghasilkan Revan?? " Sambungnya lagi
"Bukan, kamu bisa tanyakan sendiri kesalahan suamimu itu.. " Liam menatap Maya lalu menatap anaknya.
"Ada apa Den?? " Tanya Maya yang penasaran.
Denis menatap Liam dan Liam menganggukan kepalanya
"Tapi janji, jika aku menceritakan semuanya, kamu tidak akan meninggalkanku.. " sambung Denis lagi.
Maya semakin penasaran dia hanya menganggukan kepalanya
"Janji?? "
"Aku janji.. " Jawabnya sambil membalas genggaman tangan suaminya
Denis tersenyum, lalu berkata "Aku yang sudah membuat Erland celaka dan sampai koma.. "
Degg...
"Jadi benar dugaanku?? " Gumam Maya yang masih bisa di dengar Denis
"Apa maksud mu? "
"Iya aku sudah menduga, kecelakaan itu akibat ulahmu.. "
"Karna dari senyuman wajahmu yang melihat tayangan di televisi.. " Sambungnya lagi
"Kamu tidak akan meninggalkanku?? " Tanya Denis
"Iya, aku tidak akan meninggalkanmu, apalagi sekarang kita sudah mempunyai Revan, dia membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.. " Jawab Maya tersenyum
"Terimakasih sayang, terimakasih.. " Ucap Denis yang langsung memeluk istrinya,
Maya yang mendapatkan panggilan sayang dari suaminya pun tersenyum, dia membalas pelukan suaminya
__ADS_1
Liam yang melihat kemesraan mereka pun berdoa dan berharap agar mereka tetap seperti ini, menjadi keluarga yang harmonis sampai tua nanti
"Jadi bagaiamana? kalian mau pindahkan ke negara B bersama daddy?? " Tanya Liam yang memecahkan suasana haru
"Aku terserah Denis dad.. " Jawab Maya
"Aku mau dad, dan aku akan bekerja di perusahaan milik Mommy.. "
"Baiklah, lusa kita akan pindah.. " Ucap Liam yang diangguki oleh mereka.
Liam bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju ruang kerjanya, baru 3 langkah, Liam memutar tubuhnya dan berbicara pada menantunya
"Jangan lupa beritahu kedua orang tuamu May, .. "
"Baik dad.. " Jawab Maya yang menganggukan kepalanya
Setelah Liam tidak terlihat, Denis mengajak istri dan anaknya berjalan sekeliling komplek untuk menikmati pemandangan pagi hari, dan Maya sangat bersemangat dengan ajakan Denis.
"Ayo,.. "
"Dek, kita di ajak jalan sama Ayah.. " Sambung Maya dengan mengambil baby Revan yang di dalam stroller
"Kita jalan sekalian memberi makan baby Revan,.. " Ucap Maya yang diangguki Denis,
Maya menyerahkan baby Revan pada Denis, dan Maya segera menyiapkan makanan baby Revan, yang dia buat sendiri
Setelah beberapa menit Maya membawa makan serta susu untuk anaknya,
Baby Revan juga sudah berada didalam gendongan Denis, mereka melangkah bersama dengan rasa bahagia, setiap langkanya Denis memperkenalkan anaknya dengan lingkungan sekitar, dan Maya dengan telaten menyuapkan makanan untuk anaknya.
Lalu mereka berhenti ditaman kompleks, mereka duduk di kursi yang berada di taman.
"Terimakasih den, sudah mau menerimaku dan baby Revan.. " Ucap Maya yang menyuapkan makanan terakhir untuk anaknya lalu memberikan susu yang dibotol susunya.
"Haha, harusnya aku yang berterimakasih padamu, karna kamu sudah mau menerimaku dengan segala kekuranganku.. " Jawab Denis yang memangku anaknya
"Kita mulai yang baru di negara B ya.. " Sambungnya lagi lalu diangguki oleh istrinya
"Pasti,.. "
Oeeekkk... Oeekk...
Tiba-tiba baby Revan menangis,
"Jenuh ya dek.. " Tanya Denis
"Iya den, dia jenuh... "
"Mau pulang ya dek... "Tanya Denis yang mendapat respon dari baby Revan
"hehehe.. "
"Ihhh ketawa den, rupanya dia jenuh den.. " Ucap Maya yang diangguki suaminya
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......