
"Erland.. " Ucap Erland singkat,
"Se-Sely.. " Ucap Sely yang sedikit terbata-bata saat memperkenalkan dirinya pada Erland,
Tak ada henti-henti nya Sely memandang Erland, dia sangat terpesona dengan paras Erland yang sangat tampan
Sampai di saat Kia memanggilnya, dia sama sekali tidak mendengarkanya.
"Sel?? " Panggil Kia yang melihat Selly tak berkedip memandang Erland, dan Erland pun sudah memalingkan wajahnya dari hadapan Sely.
"Woy!! Kedip!! " Ucap Kia lagi yang tak mendapat respon dari Sely.
"Sadar Sel!! " Kia mengguncang badan Sely dengan kencang.
"Ki, malaikat gua dateng.. " Ucap Sely yang masih memandang Erland dengan kagum
"Ganteng banget Ki!! " Ucap Sely lagi yang tak berkedip.
"Sayang.. " Tiba-tiba Erland memanggil Kia dengan sebutan sayang, karna Erland merasa risih dengan sikap Sely yang memandangnya berlebihan
Tetapi yang dipanggil " sayang" justru melototkan matanya, dia tidak terima dipanggil seperti itu apalagi ini di hadapan Sely
"Sa-sayang?? " Ucap Sely dengan terbata-bata,
"Ki, pacar lo dua ?? " Tanya Sely lagi yang berbisik di telinga Kia,
Kia yang mendapatkan pertanyaan itu pun langsung menggelengkan kepalanya, dia membantah ucapan Sely.
"Dia bukan pacar gue.. " Jawab Kia yang melototkan matanya pada Sely.
"Duduk dulu, nanti gue jelasin semuanya.. " Ucap Kia yang menyuruh Sely duduk di dekatnya.
Dan Sely pun menurut, dia mendudukkan dirinya di dekat Kia
Erland yang melihat interaksi kedua orang itu pun hanya diam saja, ia tidak ingin menjelaskan yang sesungguhnya, ia justru sedang memikirkan Ardi yang sedang mengintai Denis dan Maya
Dan beberapa menit kemudian, terdengar bunyi telfon di ponsel Erland, dan langsung saja Erland merogoh saku nya, setelah melihat siapa yang menelfonya, dia pun langsung bergegas meninggalkan kedua wanita itu.
"Gue angkat telfon sebentar, lo makan aja dulu" Ucap Erland yang langsung pergi keluar warung lesehan itu.
Saat Erland sudah pergi, Sely pun segera meminta penjelasan kepada Kia, dia masih bingung dengan situasi ini.
"Ki jelasin!.. " Ucap Sely yang tak sabar ingin mendengarkan penjelasan dari sahabatnya itu.
Kia pun menghembuskan nafasnya secara kasar, jujur dia kesal dengan Erland, dia pikir becanda Erland terlalu berlebihan, Kia tahu jika Erland risih dengan sikap Sely, tetapi bukan begini caranya,
"Apa yang perlu gue jelasin?? " Jawab Kia kepada Sely,
"Pacar lo dua Ki!! , bagi satu dong buat gue.. " Tanya Sely yang tak habis pikir dengan Kia, Sely pikir Kia gadis baik-baik yang tidak pernah mempermainkan lelaki.
"Mana ada!, pacar gue cuma Denis.. " Kia membantah ucap Sely,
__ADS_1
" Lalu?? kenapa dia panggil lo sayang?? " Tanya Sely lagi yang masih tidak percaya.
"I-itu Sepupu gue tapi Sepupu jauh.. " Jawab Kia dengan gugup, ia masih ingin merahasiakan masalah perjodohan nya dengan Sely, ia pikir sebelum ia memutuskan keputusan nya, ia tidak akan menceritakan kepada siapapun.
"Boleh dong buat gue, hehehe. " Ucap Selya dengan cengengesan
"Jangan!!! eh maksud gue jangan.. dia masih mudah, cari aja yang lebih dewasa dari lo.. " Jawab Kia spontan, ia merasa tak rela jika Erland bersama wanita lain, ia sudah cukup nyaman berada di dekat Erland.
"Berarti berondong dong Ki.. " Tanyaa Sely pada Kia
"Iya, cari yang lebih dewasa jangan sama berondong, dia masih kuliah, emang lo mau pacaran sama orang yang lebih mudah juga masih kuliah? ribet tau.. " Jawab Kia
"Bener juga ya Ki, ujung-ujungnya kalo jalan pasti gue yang bayar, anak kuliah kan duitnya gak banyak.. " Ucap Sely yang sudah mulai terhasut ucapan Kia.
"Bener Sel, bisa-bisa duit lo habis.. " Jawab Kia puas, didalam hatinya ia merasa lega karna Sely berhasil dia hasut,
Di tempat Erland berada
π"Lo udah ari tau semuanya kan?? " Ucap Erland kepada Ardi, karna sekarang Ardi sedang menelfonya.
π"Gue belum dapet informasi apa-apa!, yang gue liat si cewe sama tuh cowo masuk ke dalam rumah, gue gak tau itu rumahnya siapa, tapi nyampe sekarang mereka belum keluar" Jawab Ardi yang memberi sebuah informasi.
π"Apa!!, jadi mereka masuk ke dalam rumah dan sampai sekarang salah satu dari mereka gak ada yang keluar?? " Ucap Erland yang terkejut.
π" Fix ini ada yang gak beres.. " Ucap Erland lagi dengan lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Ardi.
π"Apanya yang gak beres" Tanya Ardi yang mendengar Erland bergumam.
Ardi yang masih penasaran pun terus bertanya, dia tidak ingin memutuskan telfonnya dari Erland, sebelum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
π"Sebenarnya hubungan lo sama mereka apa si?? , kenapa gue harus sampe ngikuti mereka segala?? ". Tanya Ardi yang penasaran dengan Erland.
π"Belum waktunya lo tau, kalo gue udah punya bukti kuat, baru gue kasih tau lo.. " Ucap Erland yang masih ingin merahasiakan masalah Kia.
Saat Erland akan memutuskan telfonnya, Erland terfikirkan oleh sikap Sely,sehingga dia tidak jadi mematikan telfonnya. Dia mempunyai sebuah rencana di dalam otaknya
π"Lo masih di deket rumah mereka kan?? " Tanya Erland pada Ardi, dan hanya dijawab deheman oleh Ardi.
π" Hemm" Jawab Ardi
π"Lo cepet kesini, gue sharelok" Ucap Erland yang sudah mempunyai rencana, dia akan menyuruh Ardi untuk mengalihkan perhatian Sely, karna Erland merasa risih dengan sikap Sely yang memandang nya penuh tanya.
π"Emang gue dikasih apa kalo gue nurutin lo" Jawab Ardi yang meminta imbalan.
π"Gue traktir lo makan sepuasnya. " Ucap Erland pada Ardi
π"Otw sayang." Jawab Ardi dengan semangat.
π"Bang*at lo!" Ucap Erland dengan kesal.
π"Dalem njiingg, gue otw ini.. " Jawab Ardi yang langsung mematikan telfon nya..
__ADS_1
Erland yang belum selesai berbicara pun mendesah kesal karna telfonnya sudah di matikan sepihak oleh Ardi, sesaat kemudian ia pun bergidik ngeri karna sikap Ardi yang begitu aneh
"Ih amit-amit dah, semoga aja dia masih waras" Ucap Erland yang membayangkan ucapan Ardi.
Setelah selesai membayangkan sikap Ardi pada nya, ia pun langsung masuk dan menemui Kia,
Sely yang sudah diceritakan tentang Erland pun memandang nya dengan tatapan sendu, hatinya sakit, dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok Erland tetapi dia juga tidak mau menjadi ATM berjalan berondong, karna dia sudah terlanjur terhasut ucapan Kia
"Ki, ntar ada temen gue yang bakal kesini, lo gak keberatan kan?? " Ucap Erland kepada Kia, ia masih mengabaikan Sely
"Gapapa Land, kan jadi rame.. " Jawab Kia yang menyetujui ucapan Erland..
"Maaf mas, mbak, ini pesanannya..." Ucap sang pedagang yang membawa sebuah ayam bakar +nasi dan menaruhnya di meja tersebut, karna pesanan Kia sudah datang lebih awal..
"Lo gak pesen Sel.. " Tanya Kia kepada Sely
Sely yang mendapat pertanyaan itu pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, rasanya ***** makanya itu sudah tiada,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#hay gaes aku up lagi nih,
#maaf ya jika ada kesalahan kata atau kalimat
#terimakasih udah mau mampir ke karya pertama akuππ
#jangan lupa like, favorit, vote nya kakakππ₯°π₯°
#salam bahagia, semoga kalian semua diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah
β€β€β€β€π₯°.
__ADS_1
............ #Happy Readingπ#.........