Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 21 - Rumah Sakit


__ADS_3

"Ayok kita mulai buka lembaran baru demi anak kita.. " Ucap Maya dengan mantap..


"Maaf May, tolong tinggalin gue!, gue butuh waktu untuk sendiri.. " Jawab Denis yang menginginkan Maya pergi dari hadapan nya.


"Tolong pikirin omongan gue tadi.. " Ucap Maya lagi dan setelah itu Maya meninggalkan Denis sendiri di danau itu


Setelah Maya pergi dari hadapannya, Denis pun langsung mencari tempat duduk, dan setelah itu Denis pun mendudukan dirinya di kursi dekat danau, dia sedang memikirkan ucapan Maya tadi.


Belum lama ia duduk, ponsel Denis berbunyi, dan sesegera mungkin Denis mengambil ponselnya yang berada di saku celananya


Saat denis melihat ponselnya, ternyata Dady nya yang menelfon nya,


Dengan malas Denis pun mengangkat telfon itu, Denis sudah paham apa yang ingin Dady nya bicarakan, dan ini pasti menyangkut Maya.


"Hallo Dad! " Ucap Denis dengan malas.


"Bagaimana semuanya?? apa sudah beres?? " Ucap Dady Liam pada anak nya.


"Apa nya yang beres Dad?? " Jawab Denis yang pura-pura tidak tau.


"Iss kau ini😒😒😒 gimana masalahmu dengan wanita itu?? " Ucap Dady Liam dengan sebal dengan sikap anaknya itu


.


"Belum Dad.. " Jawab Denis dengan singkat, sungguh ia sangat malas membahas masalah ini.


"Cepat selesaikan semuanya, atau Dady yang akan selesaikan semuanya?? " Ucap Dady Liam yang tak sabar dengan sikap anaknya


"Maksudnya?? " Jawab Denis yang bingung dengan ucapan Dady nya itu.


"Maksud Dady, Dady yang akan mengurus semuanya, dari segi pernikahan dan... " Belum selesai Dady Liam bicara dengan santai nya Denis memotong pembicaraan itu.


"Dan bilang ke Kia?? itu maksud Dady?? " Jawab Denis yang menebak dan memotong pembicaraan Dady nya.


"Ya betul .. " Ucap Dady yang membenarkan ucapan Denis.


"Aku bukan pengecut Dad!! masalahku, akan aku urus sendiri!! " Dady gak usah ikut campur!!! " Jawab Denis dengan tegas, dia tak mau menjadi seorang pengecut.


"Dady percaya itu !! " Ucap Dady Liam pada anaknya


"Dad! setelah aku pikir-pikir, aku setuju menikah dengan Maya tapi aku mau gak ada pesta atau acara yang meriah, aku hanya ingin ijab saja, jika Dady keberatan, dengan syarat itu, Dady boleh menolak dan Dady saja yang menggantikan aku untuk menikah dengan Maya!! " Ucap Denis dengan serius, ia sudah menyusun sebuah rencana untuk masa depannya.


"What!!! kamu udah gila ya Den!! kamu nyuruh Dady untuk menggantikan kamu!! yang dapat enak kamu, yang nanggung resiko Dady!!, ogah!!!.. " Jawab Dady Liam dengan sewot, dia tak habis pikir dengan pikiran anaknya yang sedikit bermasalah.


"Ya itu terserah Dady aja.. " Ucap Denis dengan santai

__ADS_1


"Masalah pernikahan kan masalah kalian berdua, kenapa harus Dady ikut mikir??? " Jawab Dady Liam pada Denis.


"Okeh, berarti Dady setuju, daannn satu lagi.... " Ucap Denis yang menggantungkan ucapannya.


"Apalagi.. " Jawab Dady Liam dengan malas.


"Jangan kasih tau Kia tentang pernikahan ini, okeh?? 😉" Ucap Denis dengan sedikit senyum.


"Why? " Jawab Dady Liam


"Gapapa, cuma takut Kia sakit hati aja Dad.. " Ucap Denis santai


"Dady gak bodoh kek kamu ya Den!! Dady tau maksud kamu itu apa!" Jawab Dady Liam yang mengerti maksud anaknya itu.


"Kalo Dady udah tau ngapain Dady tanya alasannya ke aku.. " Ucap Denis yang sebal dengan sikap Dady nya.


"Terserah kamu!! ya sudah Dady ada meeting, nanti kita lanjutin lagi.. " Ucap Dady Liam dan langsung memutuskan telfon nya..


"Hemm kebiasaan, mau ngomong langsung di matiin.. " Gerutu Denis yang sebal dengan sikap Daddy nya


..........................................................................


Di dalam mobil...


"Aww sakit aww.. " Ringis Maya yang merasa perutnya sakit.


"Sayang, maafin mamah ya nak.. " Ucap Maya yang sedang berbicara dengan kandungan nya sendiri,


"Aww.. " Ringis Maya lagi sambil mengelus perutnya


"Iyaiya ayok kita kerumah sakit.. " Ucap Maya dengan mengelus-elus perutnya yang masih datar itu.


Dengan pelan tapi pasti Maya pun melajukan mobilnya, dia berniat pergi ke rumah sakit, karna dari awal kehamilan dia sampai sekarang dia belum pernah mengecek kehamilan nya.


Setelah sampai di rumah sakit, ia pun langsung mengambil nomer antrian, dan saat dia sedang mengantri di depan ruangan, seketika Maya merasa kesepian, Maya melihat beberapa orang yang sedang mengantri untuk periksa kandungan di dampingi oleh pasangannya, sedangakan ia?? hanya seorang diri


Ia merasa kasihan pada nasibnya dan juga anaknya, harusnya Denis menemani nya di sini tetapi apa daya, Denis pasti tidak mau.


Setelah menunggu beberapa menit, sekarang giliran dia untuk di periksa.


"Gimana dok?? apa dia sehat? " Tanya Maya sambil mengelus perutnya yang masih rata, karna Maya baru saja melakukan USG


"Mau di print hasil USG nya sekalian bu?? " Ucap Dokter Tiara pada Maya


"Boleh Dok.. " Jawab Maya sambil tersenyum

__ADS_1


"Ini usianya sudah menginjak 8 minggu ya Bu, bayi nya sehat Bu, cuma Ibu tidak boleh terlalu lelah karna akan mengakibatkan kram pada perut ibu, dan ini saya tuliskan resep vitamin penguat kandungan, ibu bisa menebus nya di apotik.. " Ucap Dokter Tiara sambil memberi hasil USG itu, Dokter Tiara adalah dokter kandungan di rumah sakit tersebut.


"Baik dok, terimakasih.. " Jawab Maya yang menerima hasil USG itu dari Dokkter cantik itu.


"Suami ibu mana?? " Ucap Dokter Tiara yang tak melihat suami atau kerabat dari pasien nya itu.


"Su-suami?? owh suami saya sedang sibuk, jadi tidak bisa mengantar saya.. " Jawab Maya dengan gugup dan mengelus perutnya.


"Ya sudah, saya pamit, trimakasih dok" Ucap Maya lagi


"Silahkan bu, ingat jangan kecapean.. " Ucap dokter itu lagi


Setelah itu Maya pun pergi dari ruangan dokter kandungan, dan dengan segera ia pergi ke apotik untuk menebus resep tadi yang diberikan oleh Dokter


Setelah selesai menebus resep, Maya segeraa pulang ke rumahnya.


tetapi di dalam perjalanan dia melihat pedagang penjual es kelapa muda dan dengan segera ia menepi dan membeli es yang terlihat begitu menggoda itu,


Ia sangat bahagia, senyum nya slalu terukir di bibirnya,


"Kamu lagi pengin makan ini ya nak.. " Ucap Maya yang berbicara pada perutnya itu.


"Kita pulang ya nak, kita minum dirumah.. mamah beli 3 untuk kita berdua.. " Ucapnya lagi.


Lalu ia bergegas pulang, rasanya tak sabar ingin menikmati es kelapa muda ini, sungguh ia sedang merasakan yang namanya nyidam,


.


.


.


.


.


.


#hay gaes aku up 2 bab ya..


#mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


#daann jangan lupa kasih like dan vote nya❤❤


#dan semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki

__ADS_1


#terimakasih sudah mau mampir ke karya pertama aku😘


............ #Happy Reading😘#.........


__ADS_2