Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 66- Perpisahan


__ADS_3

Kenapa?? "


"Aku tidak mau masuk kedalam penjara, aku takut, aku takut jika kalian semua sudah tidak mau menganggapku sebagai keluarga kalian lagi.. "


"Den, Daddy sudah menyanyangimu seperti anak Daddy sendiri, jangan pernah takut, karna sampai kapanpun kamu tetap akan menjadi anak daddy.. "


Liam melepaskan pelukan anaknya, ia melihat Kia sedang menatap kearahnya dengan tatapan aneh.


"Apa mungkin dia mendengar ucapan kita?? " Gumam Liam yang masih bisa di dengar Denis,


Denis mengernyitkan keningnya, ia menatap Liam dengan tanda tanya, Liam pun hanya memberitahu dengan ekor matanya


Denis terkejut saat melihat Kia sedang menatap kearahnya


"Kenapa kalian berpelukan disini?? " Tanya Kia saat sudah mendekat kearah mereka


"Emm Denis tadi hampir terjatuh, dan daddy cuma menolongnya, mungkin dari jauh terlihat orang yang sedang berpelukan.. " Ucap Liam yang masuk akal, karna Kia melihatnya dari kejauhan


"Iy-iya ki, yang diucapkan Daddy itu benar.. " Jawabnya yang menutupi kebohongan Daddy nya


"Tapi, kenapa tadi aku dengar kalian membawa kata penjara?? " Kia semakin penasaran, dia melontarkan banyak pertanyaan.


"Emm tidak, salah dengar kali.. " Denis mengelak lagi


"Mungkin, karna aku hanya samar-samar mendengarnya.. " Kia membenarkan ucapan Denis


"Eh kenapa aku jadi akur sama Denis ya?? " Batin Kia


"Den, ki, daddy mau menjenguk cucu Daddy dulu, kalian jika masih ingin berbincang, berbincang lah dulu, biar Maya dan Revan, daddy yang akan mengurusnya.. " Liam langsung pergi dari tempat yang menegangkan itu


"Kenapa Daddy pergi dulu, ... " Batin Denis yang terlihat kesal.


"Terima nasib Den, Daddy malas menjawab pertanyaan dari Kia, karna Kia sepertinya curiga denganmu.. " Batin Liam yang melangkah meninggalkan mereka.


Suasana semakin canggung dan tidak ada yang mengobrol atau membuka obrolan.


"Ki, boleh kita bicara sebentar?? " Ucap Denis yang mengusir kecanggungan diantara mereka


Kia tidak menjawab, ia memikirkan dulu, lalu ia menganggukan kepalanya.


"Kita bicara ditaman, tapi waktuku tidak banyak, aku bicara pada Erland untuk keluar membeli makanan untukku. " Ucap Kia yang menyetujui tawaran Denis

__ADS_1


"Mungkin tidak akan ada fitnah jika aku berbicara ditaman,.. " Batin Kia melangkah mendahului Denis


Mereka melangkah menuju taman dirumah sakit, taman yang Denis dan Liam duduki untuk menceritakan semua pengakuan Denis tadi


Lalu mereka duduk di tempat yang Denis duduki bersama Liam


"Apa yang ingin kamu bicarakan.. " Tanya Kia dengan pandangan fokus kedepan dan tidak berniat menoleh kearah Denis


Denis menoleh Kia lalu memalingkan wajahnya kembali. ia tidak ingin berlama-lama memandang wanita yang ia cintai


"Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu, karna selama ini aku sudah tega mengkhianatimu.. " Akhirnya ucapan tulus keluar dari mulut Denis


Kia menoleh, luka yang Kia sudah tutup rapat kini terbuka kembali karna ucapan Denis yang menyentuh hatinya


"Aku sudah memaafkan mu... "


"Sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, lebih baik aku pergi.. " Ucap Kia lalu bangkit dari duduknya, tetapi tanganya di cegah oleh Denis, dia belum selesai berbicara


"Jangan pergi, duduk dulu, aku belum selesai berbicara.. " Denis menyuruh Kia duduk kembali, Kia menurut ia segera duduk kembali


"Aku janji aku tidak akan menganggu hubungan kamu dan Tama eh maksud ku Erland lagi.. " Denis menoleh dan berusaha tersenyum ke arah Kia, walaupun Kia enggan menoleh kearahnya


"Sebenci ini kamu sama aku ki.. " Batin Denis, hatinya terasa sakit


Jujur saja Kia belum bisa sepenuhnya melupakan Denis, karna bagaimanapun Denis pernah mengisi harinya kurang lebih 4tahun


Denis memutar posisi tubuhnya, Kia menoleh dan memutar posisi tubuhnya, kini mereka saling berhadapan


"Ya Tuhan, aku harus melepaskan dia demi menebus kesalahanku, walaupun aku tidak rela tapi aku percaya kepada Tama, dia akan menjaga Kia sepenuh hati.. " Batin Denis memandang lekat wajah Kia


"Ya Tuhan, sekarang aku benar-benar sudah kehilangan orang yang paling aku cintai, pengkhianatan dia memang mengecewakan tapi jika mengingat perlakuan dia yang manis dan perhatian, aku sangat merindukannya.. " Batin Kia menangis


Perlahan Denis mengenggam tangan Kia, Kia tahu ini genggaman yang terakhir sebelum ia menikah dengan Erland, Kia pun tidak menolak, karna sejujurnya ia merindukan Denis


Kekecewaan dan rasa cintanya ternyata lebih besar rasa cintanya, tetapi ia sadar, ia sudah memilih Erland dan berusaha membuka hati untuk Erland


"Aku sekali lagi meminta maaf.. " Denis mengenggam tangan Kia, ucapannya tulus dari hati, ia rasa ini terakhir pertemuannya dengan Kia sebelum semuanya berubah


"Jangan dilepas, biarkan saja, mungkin ini terakhir kalinya aku menemui kamu.. " Ucap Denis lagi yang semakin erat menggenggam tangan Kia


"Aku sudah memaafkanmu.. " Setelah lama terdiam akhirnya Kia menjawab pertanyaan Denis

__ADS_1


"Iya, aku tahu kamu akan memaafkan ku, tapi aku tidak yakin jika kamu masih menyimpan rasa kecewa atas perbuatanku.. "


"Mungkin aku sudah gila, aku masih mencintai orang yang sebentar lagi akan menikah, dan mungkin aku juga orang pertama yang tidak rela jika kamu menikah dengan orang lain, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur, kita tidak berjodoh ki,.. "


"Dan benar kata orang, cinta tidak harus memiliki, tapi kamu tenang aja, aku akan berusaha melupakanmu dan mencintai istriku.. " Denis berbicara panjang lebar, ia mengeluarkan isi hatinya


Kia meneteskan air matanya, ia melihat ketulusan di setiap kata ucapan Denis,


"Kenapa aku gak rela, jika dia bicara seperti itu?? " Batin Kia yang melepaskan genggaman tangan Denis dan menyeka air matanya yang sudah menetes di pipinya


"Jangan menangis, mungkin ini berat bagiku, tapi ini karna kesalahanku, aku harus bertanggungjawab atas kesalahan ku.. " Lagi-lagi Denis mengucapkan kata yang membuat hati Kia tersentuh, bukannya dia berhenti menangis, tetapi malah dia menangis kencang dihadapan Denis


Denis menyeka air mata kia dengan jarinya, ini adalah perpisahan dan pertemuan terakhir bagi dua orang tersebut, mungkin mereka akan bertemu dengan status yang berbeda di lain hari, Kia yang sudah menjadi istri Erland dan Denis yang sudah mencintai Maya


"Boleh aku peluk?? " Tanya Denis yang lirih tapi terdapat nada permohonan


Kia menganggukan kepalanya, lalu memeluk Denis terlebih dahulu, dan Denis segera membalas pelukan Kia


"Mungkin kamu akan kecewa jika kamu tahu aku dalang dari kecelakaan calon suami mu.. " Batin Denis mengelus punggung Kia, ia meneteskan air matanya lalu menyekanya kembali agar dia tidak terlihat lemah di depan orang yang ia cintai


Setelah puas berpelukan, Kia meninggalkan Denis ditaman sendiri, ia tidak ingin berlarut-larut dalam masalalu, dan ia harus menjaga perasaannya untuk Erland, bayangan Erland yang berbicara dimakam Ayah nya tiba-tiba terlintas


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Salam bahagia semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


.......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2