
"Oh... " Denis dan Maya menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti
"Oh iya, mau lihat anak kita gak?? " Denis mengalihkan pembicaraan agar Maya tidak mengingat kedua orang tuanya
"Ayo, aku sangat rindukanya, aku baru melihat nya sekali, sewaktu diruang operasi.. " Maya berucap dengan semangat
"Sebentar, aku cari kursi roda untukmu.. "
Denis berjalan keluar ruangan dan mencari kursi roda, beberapa menit Denis kembali dan sudah membawa kursi roda.
Dia membantu istrinya menaiki kursi roda tersebut,
"Daddy ikut.. " Liam yang sudah selesai bermain ponselnya pun bangkit dan berjalan di belakang pasangan suami istri
Saat sudah sampai di depan ruangan bayi, mereka bisa melihat wajah bayi mereka yang masih imut dan menggemaskan.
"Mirip kamu den.. " Ucap Maya tiba-tiba.
"Ya jelas, kan aku yang buat.. "
"Hahaha.. " Mereka tertawa bersama,
Sejenak Denis bisa melupakan pertemuannya dengan Kia ditaman,
"Den, kasihan revan, dia pasti haus.. " Tiba-tiba Maya berbicara saat melihat anaknya menangis
"Den, lihat dia menangis.. " Maya menunjuk Revan yang menangis
"Lalu aku harus berbuat apa?? Dad bagaimana ini?? " Tanya Denis yang belum mengerti apa-apa tentang bayi
"Daddy juga tidak tahu, kan daddy belum pernah mempunyai bayi.. " Liam kesal dengan anaknya yang memojokannya
Tiba-tiba Maya berbicara, dan menghentikan dua orang yang sedang berdebat tidak jelas tanpa memberi solusi
"Apa boleh aku memberi asi ku untuk Revan?? " Ucap Maya yang membuat kedua laki-laki itu saling tatap dan diam
"Ah iya ASI, kenapa gak terpikirkan ya.. " Denis menggarukan kepalanya yang tidak gatal
"Ide yang bagus, semoga saja cucuku tidak bodoh seperti ayahnya ya May., "
"Siapa yang bodoh., " Denis tidak terima dengan ucapan Liam,
"Sudah-sudah jangan bertengkar, apa yang diucapkan daddy memang benar kok, hahah..."
"Oh sudah berani sama suamimu ini,.."
"Hahahaha....," Mereka tertawa lepas, sungguh harmonis keluarga ini
"Oeekkk..,. Oeekkk... "
Bayi Revan menangis kencang, dan Denis segera meminta persetujuan dokter untuk membawa istrinya masuk kedalam, lalu dokter itu menyetujuinya, karna dari awal memang bayi Revan belum diberikan ASI
.......
"Ki, aku bosan, boleh ajak aku berjalan-jalan disekitar rumah sakit?? " Erland membujuk Kia agar bisa berjalan menghirup udara bebas karna jujur saja dia sangat jenuh dengan suasana di kamar
"Tapi kan, kamu belum sehat.. " Jawab Kia yang ragu
__ADS_1
"Ayolah ki, please!!! " Erland memohon kembali, wajahnya dibuat memelas mungkin
"Ta-tapi... "
"Aku sudah sehat lihat ini, tubuhku sehat jika aku terbaring terus, tubuhku rasanya semakin lemas dan sakit.. "
"Emm tapi jika Bunda dan mamah datang bagaimana?? "
"Kan kamu bisa kirim pesan ke mereka kalo kamu mengajaku keliling rumah sakit.. "
"Baiklah, aku cari kursi roda dulu ya, kamu tunggu disini, gapapa kan aku tinggal sendiri.. " Akhirnya Kia menyetujui permintaan Erland, Kia mengerti jika Erland jenuh berada diruangan ini
"Gapapa... "
Kia segera keluar ruangan untuk mencari kursi roda, dan beberapa menit dia kembali membawa kursi roda
"Pelan-pelan.. " Ucap kia yang membantu Erland berpindah posisi, saat Erland hampir duduk di kursi roda, tumpuan kakinya kurang kuat sehingga dia terhuyung jatuh menyeret Kia jatuh kedalam pelukannya.
Mata mereka bertemu, tidak ada jarak diantara mereka.
Cupp..
Erland memberi kecupan singkat di bibir Kia, Kia tersadar lalu bangkit..
"Kamu gak marah?? " Tanya Erland, karna dari pengalamannya dulu saat dia mencium Kia, Kia akan menamparnya
"Marah kenapa?eh tumben gak pake bahasa lo and gue.. " Kia mengalihkan pembicaraannya
"Hahaha lebih enak aku kamu ternyata.. " Erland terkekeh.
"Iya juga si... "
"Ke taman aja ki, kasihan kamu harus mendorong aku terus.. " Ucap Erland yang disetujui Kia
"Siap bos, haha.. "
Di perjalanan sewaktu ke taman, mereka melihat Denis dan lainnya sedang memandang sesuatu dari balik ruangan tersebut.
"Ki, apa kamu sempat bertemu dengan Denis?? " Tanya Erland yang melihat denis sedang didekat seseorang yang duduk di kursi rodanya
"Iy-iya, tapi aku bertemu dia ditemani bunda.. "
"Bunda?? " Ulang Erland yang binggung
"Sedang apa dia disini? Apa keluarga nya ada yang sakit?? " Tanya Erland yang penasaran
"Emm istri Denis melahirkan.. " Jawab Kia sambil mendorong kursi roda Erland
"Apa! .. "
"Aku dengar dia melahirkan sebelum waktunya.. " Lagi-lagi Kia berbicara jujur
"Maksud kamu bayinya prematur?? " Erland memastikan pendengarannya
"Iya begitulah.. "
"Kamu sudah melihat bayinya Ki?? " Tanya Erland kembali
__ADS_1
"Belum,.. " Jawabnya singkat
"Kia benar-benar sudah bisa melupakan Denis ternyata, " Batin Erland yang terlihat bahagia
"Ki, jangan ke taman deh, nanti kita akan melewati mereka, aku tidak mau kamu bersedih.. "
"Kenapa? Kenapa aku harus bersedih, aku justru melihat mereka akur seperti itu merasa senang,.. "Jawab Kia tersenyum
"Emm aku cuma gak mau kamu membuka luka lama jika melihat mereka.. " Ucap Erland kembali, ia menggenggam tangan Kia yang berada di kursi roda
"Aku sudah melupakannya, jadi jangan pernah merasa iba atau kasihan kepadaku, ayo kita ke taman, kamu harus menghirup udara segar.. " Jawab Kia yang terlihat tegar
"Wahhh hebatnya aku bisa berbicara seperti itu kepada Erland.. " Batin Kia
Mereka melewati dimana Denis dan lainnya sedang memandang bayinya, karna bayi Revan sudah mendapatkan ASI
Liam yang melihat Kia melintas segera menyapanya
"Ki,.. " Panggil Liam dan Denis juga Maya menoleh
"Erland sudah sadar?? " Tanya liam dan Erland hanya bingung, ia pernah melihat laki-laki ini tapi ia lupa
"Apa kamu tidak mengenal om Tama?" Liam memancing Erland supaya mengingatnya
"Tama, dia memanggilku Tama, berarti dia sudah masuk kedalam hidupku sewaktu aku masih kecil.. " Batin Erland yang sedang mengingat seseorang dihadapannya
"Oh om Liam ya.. " Erland samar-samar mengenal laki-laki paruh baya ini.
"Iya, lama tidak berjumpa sampai kamu lupa dengan om., "
"Hehehe iya om, om orang sibuk, aku tidak pernah melihat om lagi semenjak tante kecelakaan.. "
"Iya, karna om mengurus perusahaan tante dinegara B.. "
"Den, kemari, apa kamu tidak mau berkenalan dengan teman kecilmu?? " Liam menyuruh Denis mendekat
Degg..
"Teman kecil.. " Batin Maya yang memandang Kia, lalu Kia mengedikan bahunya pertanda ia tidak tahu dan tidak ingin tahu
"Hah! apa-apaan aku, bisa-bisanya menjawab pertanyaan istri Denis.," Batin Kia yang segera menatap Erland
"Dia orang baik, pantas Denis tergila-gila padanya, parasnya juga sangat cantik.. " Batin Maya
Denis mendekat, Erland terkejut saat Liam memperkenalkan Denis sebagai teman kecil Erland
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#..... .