Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 47- Perkelahian 2


__ADS_3

"Itu akibatnya karna lo udah ambil Kia dari gue.. "


Bugh..


Denis menghajar tubuh dan wajah Erland kembali, kemudian Erland berusaha bangkit, ia cukup emosi dengan Denis


Erland memegang bibir dan punggungnya, darah segar mengalir di bibir Erland, Kia yang melihat kejadian itu berusaha menolong Erland tetapi Erland menyuruhnya untuk menjauh, ia takut Denis akan berbuat nekat kepada Kia


Bugh...


Erland memukul perut Denis dengan keras, dan Denis pun terjatuh


Bugh...


Bughh...


Bughh.


Keduanya saling beradu fisik, Erland yang pintar bela diri pun bisa mengalahkan Denis dengan beberapa kali pukulan,


"Denis.... " Teriak seseorang dari kejauhan saat melihat Denis terjatuh dengan beberapa luka pukulan


"Sebaiknya mbak bawa dia pergi dari sini.. " Ucap Erland memegang pipinya yang terasa nyeri


"Erland lo gak papa kan?? " Tanya Kia yang melihat wajah Erland bengkak


"Gapapa ki... "


"Lebih baik kalian pergi dari sini!! " Ucap Kia yang mengusir Maya dan Denis


"Bodoh Kia, coba kamu liat perut wanita itu yang sudah buncit, lo harus bisa lupain Denis, ingat Kia lo udah milih Erland.. " Batin Kia


"Urusan kita belum selesai, sampai kapanpun gue gak akan terima jika Kia milik orang lain.. " Ucap Denis yang bangkit lalu meninggalkan Kia dan Erland


"Maafin Denis ya land.. " Ucap Maya meminta maaf untuk mewakili Denis


"Gapapa mbak.. "


Lalu Maya segera menyusul Denis yang sudah melangkah jauh, ia tak bisa berjalan dengan cepat karna perutnya sudah semakin besar dan susah untuk berjalan


"Duduk, biar gue ambil kotak p3k, di mobil lo ada kotak p3k kan??" Tanya kia pada Erland..


"Ada kok, nih kunci mobilnya.. " Erland menyerah kunci mobilnya kepada kia, dan kia segera menuju mobil Erland untuk mengambil kotak p3k


Beberapa menit kemudian, Kia datang membawa kotak p3k dan langsung saja ia mengobati luka Erland


"Sakit ki.. " Ringis Erland


"Sebentar lagi selesai.. " Jawab Kia yang sedang memberi obat merah serta sedikit plester di area yang terluka..


"Sudah selesai.. " Ucap Kia yang membereskan dan menutup kotak p3k


"Makasih ki.. "


"Ada yang sakit lagi?? " Tanya Kia yang cemas


"Gak kok, cuma badan aku sedikit nyeri.. "


"Mau kerumah sakit?? "


"Gak usah... "


............


"Laki-laki gak tau diri, gak ada harga dirinya banget lo! Gue ingetin sekali lagi!! Lo itu udah punya istri, lo gak pantes berantem kayak tadi cuma memperebutkan mantan kekasih lo.. " Ucap Maya saat sudah berada di dalam kamar mereka.


"Keluarga lo yang maksa gue buat nikahin lo.. " Jawabnya dengan dingin


"Keluarga gue cuma takut aja kalo lo pergi dan gak bertanggungjawab atas bayi ini, lo aja yang terlalu egois!!"


"Bisa diem gak lo!!! Gue cape!!! Cape!!!.. " Ucap Denis yang membanting benda di atas nakas

__ADS_1


Praannngggg......


Prannggggg...


"Gue juga cape Denis!!!!! " Teriak Maya lebih kencang, ia sudah tidak dapat menahan emosinya


"Gue cape den cape!!! Tapi gue bisa menghargai lo!! Sedangkan lo!!liat gue aja gak pernah!!! "


"Gue dianggap apa sama lo!!! " Ucapnya lagi


"Setidaknya lo bisa belajar untuk lupain mantan kekasih lo dan belajar untuk mencintai gue Den hikss..hiksss...hikss!!! Ucap Maya yang mengeluarkan segala unek-uneknya


"Gue gak bisa!!! gak bisa!! gue cuma cinta Kia!!!! " Teriak Denis, ia mengusap wajahnya dengan kasar


"Hargai gue setidaknya demi bayi ini.. " Maya berucap dengan nada memohon


Tak ingin menjawab pertanyaan Maya, Denis keluar dari kamar mereka dengan emosi, dia membanting pintu kamarnya dengan keras sehingga asisten rumah tangganya terkejut, beruntung kedua orang tua Maya sudah kembali ke negara A


"Bi!! " Teriak Denis


"I-iya den,.. " Jawab bi Ijah dengan ketakutan..


"Tolong bereskan kamar bi.. " Ucap Denis yang langsung melangkah pergi ke halaman belakang rumah Maya


Lalu dia segera mengeluarkan sebungkus rokok dan korek api, dia menyalakan dan menghisap rokok tersebut,


"Kia akan menikah?? " Gumam Denis yang masih tak percaya,


"Apa dia sudah bisa melupakanku??"


"Tidak, dia sangat mencintaiku mana mungkin dia melupakanku dalam waktu yang cukup singkat.. "


Tak terasa sudah cukup lama ia berada di halaman belakang rumah Maya, dan ia juga sudah menghabiskan setengah bungkus rokok.


Di kamar..


"Bi, Denis dimana?? " Ucap Maya yang duduk di samping tempat tidurnya, ia berusaha tersenyum saat bi Ijah datang


"Ya Tuhan, kenapa anak sebaik Maya bisa mendapatkan suami yang kejam seperti Denis.. " Batin bi Ijah saat melihat keadaan kamar mereka yang sudah seperti kapal pecah


"Bi, jangan kasih tau ke mamah papah tentang keributan ini ya.. " Ucap Maya dengan memohon


"Baik non.. "


.............


4 hari kemudian, Bunda Gita dan Ayah David sudah di perbolehkan pulang karna keadaannya yang sudah membaik..


"Ayah, Bunda sudah boleh pulang.. " Ucap Erland yang baru tiba di kamar rawat Bunda


"Benar kah??"


"Iya, tadi dokter bicara padaku.. "


"Oh iya Yah, Bun ada kabar baik lagi.. " Ucap Erland tersenyum


"Apa?? " Tanya mereka bersamaan


"Kia mau menikah denganku.. "


"Oh!!! " Jawab mereka dengan muka datar


"Kok oh doang?? Mana muka datar amat,.. " Tanya Erland yang sedikit curiga


"Ayah dan Bunda sudah tahu.. " Tanya Erland yang curiga


"Hemmm "


"Apa?? Kapan??? Aku bahkan belum sempat menceritakan semuanya, atau jangan-jangan Kia yang memberitahu kalian?? " Tanya Erland dengan penasaran


"Bukan.. "

__ADS_1


"Lalu??? "


"Sudah lupakan, setelah kita kembali dari sini, kita akan mengurus pernikahan kalian.. "


...............


"Ki, lo ngalamun???.. " Tanya Sely yang melihat Kia tidak fokus bekerja


"Ki!! " Ucapnya lagi dengan mengguncang bahu Kia


"Eh, iya ada apa Sel?? " Tanya Kia yang tersadar karna guncangan Sely


"Lo ngalamun?? "


"Enggak... "


"Ada masalah apa? coba cerita ke gue manatau gue bisa bantu.. "


"Emm gue mau nikah Sel.. " Ucap Kia tiba-tiba


"Hah!! serius ki?? Jangan becanda deh.. " Tanya Sely yang tak percaya


"Serius.. "


"Gak ada angin, gak ada hujan tiba-tiba lo bilang mau nikah?? "


"Iya gue mau nikah.. "


"Tapi bukanya lo udah... " Belum selesai sely berbicara kia memotong ucapanya


"Bukan sama Denis.. "


"Lalu?? "


"Besok lo tau sendiri.. "


"Jangan buat penasaran napa??? "


"Hehehe, sudah kita fokus kerja apa"


"Begini nih, sama sahabat sukanya main rahasia.. "


Setelah itu mereka fokus pada pekerjaan masing-masing tetapi Kia tetap saja tidak bisa fokus, dia teringat dengan perut istri Denis yang sudah terlihat buncit.


"Lupain dia, sekarang yang harus lo pikirkan itu erland bukan Denis.. " Batin kia


Hay gaes, yuk mampir ke karya baru aku, dan mohon dukungannya ya😄😄


Judulnya Menikah Dengan Sahabat Kekasihku"



.


.


.


.


.


#Terimakasih semua sudah mau mampir ke karya pertamaku❤


#Mohon maaf kalau ada kesalahan kata atau kalimat, harap dimaklumi ya😁😁


#Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki🥰🥰


#Dann jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


........... #Happy Reading😘#

__ADS_1


..............


__ADS_2