
"Ada yang harus aku bicarakan padamu, ini mengenai keluargaku.. " Ucap Liam pada Gita, kini mereka sedang berada di suatu restoran terdekat kantor David
"Ada apa? Tumben kamu mengajakku kesini.. " Tanya Gita sambil menyedot minumannya
"Besok lusa aku akan mengajak keluarga ku pindah ke negara B,.. "
Uhukk.. Uhukk..
Gita tersedak, Liam segera memberikan tissue pada sepupunya
"Kenapa? Kenapa mendadak sekali, apa itu artinya kalian tidak akan kembali ke negara ini lagi?? " Tanya Gita
"Memang ini terkesan mendadak, tapi perusahaanku disana sedang dalam masalah, dan aku juga ingin mengajarkan Denis dunia bisnis disana.. "
"Apa kau sudah gila Li! Denis mengambil jurusan kedokteran dan sekarang dia baru saja lulus dari gelar kedokteran itu dan kau mematahkan semangat dia untuk berpaling ke dunia bisnis, kenapa tidak dari awal saja kamu mengkuliahkan anakmu di dunia bisnis agar nanti dia tidak memulai dari nol kembali, percuma ilmu yang dia sudah dapat selama kuliah.. "Sewot Gita yang kesal
"Denis mau kok kalo mulai dari awal lagi, memang ini keputusan terbaik untuk keluargaku.. "
"Lalu kamu akan membawa cucumu dan juga menantumu? Apa menantumu sudah mendapat izin dari kedua orang tuanya?? " Lagi-lagi Gita mencecar berbagai pertanyaan
"Iya, aku akan membawanya, agar Denis tidak cemas memikirkan istri dan anaknya, lagipula Denis masih membutuhkan istrinya.. " Ucap Liam sambil meneguk kopi yang dia pesan.
"Ya sudahlah, jika ini keputusan yang benar, aku izinkan, tapi bagaimana dengan perusahaanmu yang berada disini? " Tanya Gita
"Maka dari itu aku mengajakmu bertemu disini, aku ingin menyerahkan perusahaanku untuk kado pernikahan Erland, dan sekaligus untuk meminta maaf atas kesalahan Denis pada keluarga kalian.. "
"Maksudmu apa? Aku tidak mengerti li.. "
"Kesalahan apa? Sebelumnya mereka tidak pernah bertemu, terakhir mereka bertemu hanya sewaktu kecil.. " Sambung Gita yang bingung
Liam tersenyum, lalu berkata "Semua orang pasti mempunyai kesalahan Git, yang di sengaja ataupun tidak di sengaja,"
"Aku hanya ingin mengucapkan maaf yang sedalam-dalamnya dan jaga perusahaanku dengan baik, besok sebelum aku pindah, bisakah kamu membawa Erland ke perusahaanku, agar aku bisa memperkenalkan dia kepada karyawan ku.. " Jawab Liam yang meneguk kopinya lagi
"Eh tunggu, jangan main memperkenalkan, aku belum mendapat jawaban dari anakku tentang dia menerima atau tidak,.. " Kesal Gita
"Kamu kan masih bisa membujuknya, lagipula Erland anak yang baik dan patuh?? " Kali ini Liam berharap dan memohon
"Tapi, David juga masih membutuhkan Erland untuk meneruskan perusahaannya, .. "
"Huftt, Erland sudah besar, dan aku sudah mengetahui kemampuan dia dari klien yang ditangani oleh Erland, untuk mengurus perusahaanku mungkin dia sanggup dan dia juga bisa bekerjasama dengan perusahaan David, jadi dia bisa memantau kedua perusahaan.." Liam masih membujuk sepupunya itu
"Baiklah aku akan bicarakan ini pada Erland, .. "
__ADS_1
"Aku tunggu besok kehadiran erland diperusahaanku.. " Ucap Liam tersenyum.
"Eh! kenapa tidak Denis saja yang mengurus perusahaanmu, daripada dia harus pindah keluar negeri? dia bisa belajar disini bersama Erland" Tanya Gita yang memberi ide cemerlangnya
"Sudah aku bilang, ini kado pernikahan untuk Erland. Dan Denis memang sudah setuju untuk mengurus perusahaan Mommynya di negara B, umurku sudah tidak muda lagi, mungkin sebentar lagi aku akan pensiun dari dunia bisnis dan bermain dirumah bersama cucuku.. " Jawab Liam yang masih meyakinkan Gita
"Dan aku ingin kesalahan Denis tidak ada yang tahu sampai semuanya bisa memaafkan Denis, karna bagaimanapun dia sudah aku anggap seperti anakku sendiri dan Revan masih membutuhkan Ayah nya.. " Batin Liam
"Baiklah itu keputusanmu, aku akan bicarakan ini semua pada Erland.. "
"Terimakasih.. "
"Sama-sama, ya sudah aku harus kembali ke kantor David, karna Erland pasti sudah menungguku disana.. "
"Baik, sekali terimakasih dan aku antar ya.. " Liam menawarkan dirinya
"Tidak usah, aku membawa mobil, dan kamu pasti repot mengurus perpindahanmu.. "
Liam tersenyum lalu menganggukan kepalanya, mereka berpisah, Gita berjalan menuju mobilnya dan Liam duduk kembali menikmati kopi yang dia pesan.
"Apa ini semua sudah benar? Tanpa di sengaja aku sudah menyogok mereka melalui perusahaanku.. " Gumam Liam
"Semoga saja, perusahaanku bisa menebus kesalahan anaku Denis.. " Ucap Liam langsung bangkit dari duduknya, tanpa di sengaja ada seseorang yang merekam ucapan Liam
............
.......
Gita sudah sampai diparkiran perusahaan milik suaminya, dia langsung melangkah dan menuju ruangan dimana suami dan anaknya sedang menunggunya
"Assalamu'alaikum.. " Ucap Gita membuka pintu ruangan suaminya.
"Walaikumsalam.. " Jawab kedua laki-laki tersebut
"Habis darimana bun?? " Kali ini Erland yang berbicara
"Bertemu dengan om Liam.. " Davit yang sedang menjelaskan data kepada anaknya segera menoleh dan meminta penjelasan kepada istrinya karna bertemu dengan laki-laki tanpa meminta izin darinya
"Ada hal yang harus bunda bicarakan.. " Ayah davit dan Erland langsung menutup berkas dan menyimak ucapan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik..
"Ada apa?? " Tanya mereka bersamaan..
"Liam dan keluarganya akan pindah besok lusa.. "
__ADS_1
"Hah!! Maksud Bunda kak Denis pindah? Atau hanya om Liam saja yang pindah.. "
"Semuanya nak.. " Jawab Gita
"Kenapa bisa mendadak seperti ini bun.. " Tanya Ayah David yang merasakan ada sesuatu yang aneh
"Tidak tahu, katanya ada masalah di perusahaan yang di negara B, jadi mereka memutuskan untuk pindah.. " Jawab Gita dengan santai
"Tapi, bukannya biasanya Liam yang menanganinya sendiri?? " Tanya David kembali.
"Tidak tahu.. "
"Dan Liam memberikan perusahaan yang di negara ini kepadamu lan.." Sambungnya kembali
Mata Erland membulat, mulutnya mengangga, keanehan semakin terlihat jelas dipikiran kedua laki-laki itu
"Kenapa? Bukannya perusahaannya yang disini sedang maju pesat?? " Tanya Erland yang masih tidak percaya
"Katanya itu kado pernikahan untukmu, dan besok om mu menyuruhmu datang kesana untuk memperkenalkan kamu sebagai atasan barunya.. "
"Aku tidak mau Bun, ini terlihat berlebihan, apa ada seseorang yang rela perusahaannya di berikan kepada orang lain saat perusahaannya sedang berkembang dengan pesat.. " Tolak Erland dengan logiknya
"Awalnya Bunda menolak tapi dia menyuruh Bunda untuk menerimanya.. "
"Ada banyak keanehan disini Bun.. " Ucap Erland
"Ambil saja, itu rejekimu, masalah keanehan kita bisa menyelidikinya secara bertahap... " Ucap Ayah Davit..
"Tapi yah, bagaimana dengan perusahaan Ayah?? " Tanya Erland yang mencemaskan perusahaan orang tuannya
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#......