Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 54- Pulang


__ADS_3

"Semoga aja yang dipikiranku salah, semoga aja dalang dari kecelakaan ini bukan Denis, suamiku.. " Batin Maya


Denis segera bangkit dari duduknya, dan masuk kedalam kamarnya dengan hati yang gembira, ia sangat puas apalagi saat reporter bilang bahwa tidak ada saksi yang melihat kejadian itu, tapi saat dia merebahkan dirinya dikasur tiba-tiba ponselnya berbunyi


"Daddy.. " Gumam Denis saat melihat siapa yang menghubunginya


Segera Denis mengangkat telfon itu, ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya


πŸ“ž"Hallo dad?!" Ucap Denis saat panggilannya sudah terhubung


πŸ“ž"Besok daddy akan kembali ke Indonesia, dan daddy ingin kalian menginap dirumah daddy.. "


πŸ“ž"Apa!! kenapa mendadak sekali dadd?? "


πŸ“ž"Daddy dapat kabar jika anak sepupu jauh daddy kecelakaan, dan daddy ingin menjenguknya.. "


πŸ“ž"Oh, ya sudah.. "


πŸ“ž"Jangan lupa pulang bersama istrimu.. "


πŸ“ž"Hemm.. "


Akhirnya panggilan itu berakhir, dan Maya yang baru masuk kedalam kamar mereka pun bertanya kepada Denis


"Ada apa?? " Tanya Maya sambil mengelus perut buncitnya


"Besok daddy gue pulang ke Indonesia dan dia minta kita tinggal di sana.. "


"Oh, okeh gue mau.. "


"Den, apa lo udah bisa menerima kehadiran gue dikehidupan lo?? " Tanya Maya yang sudah duduk di ujung kasurnya


"Jika aku bilang belum bisa, nanti dia akan bercerita kepada daddy dan ujung-ujungnya aku yang dimarahi, jika aku bilang sudah tapi didalam hatiku masih ada cinta untuk kia, tapi lebih aman jika aku bilang sudah .. " Batin Denis


"Den!! " Panggil Maya saat melihat Denis melamun


"Eh, sudah kok, gue udah bisa nerima lo.. "


"Ya udah, gue mau tidur, gue cape... " Ucap Denis yang langsung merebahkan dirinya dikasur dan memejamkan mata


"Gue tahu lo belum bisa menerima gue seutuhnya, tapi gue akan berusaha demi anak kita.. " Batin Maya yang langsung merebahkan diri disamping Denis dan memejamkan matanya


Ke esokan harinya..


"Ki, kamu gak ke kantor?? " Tanya mamah Risa kepada putrinya


"Engga mah, aku mau jengguk Erland,.. " Ucap Kia yang sedang bersiap-siap


"Mamah ikut ya ki.. "


"Iya mah,.. "


"Sebentar mamah siap-siap dulu.. " Ucap mamah Risa yang langsung pergi ke kamarnya


Kia menunggu mamahnya di sofa ruang tamu, ia sesekali melihat sosmednya, tanpa sengaja ia melihat postingan Bunda Gita yang memposting foto undangan miliknya dan juga Erland


"Apa ini pertanda jika kita tidak bisa bersatu?? " Batin Kia yang melihat foto undangan yang tertulis namanya


"Erland, cepat sadar, gue kangen lo yang siap siaga di samping gue, dan asal lo tahu setengah undangan udah disebar.. " Gumam kia dalam hati

__ADS_1


"Ayo ki.. " Ucap mamah Risa yang baru saja keluar dari kamarnya


"Kita naik motor gapapa kan mah?? " Tanya Kia kepada mamah Risa.


"Gapapa sayang, ya udah kita berangkat, keburu kesiangan nanti macet.. "


Akhirnya mereka berangkat menuju rumah sakit medika, tidak cukup lama ia sampai di rumah sakit karna Kia menggunakan motor jadi dia aman dari macet.


"Bagaimana keadaan Erland Bun?? " Tanya Kia saat sudah di dalam ruangan Erland, ia melihat Erland masih terbaring tak sadarkan diri


"Masih sama sayang.. "


"Yang sabar ya mbak.. " Ucap mamah Risa


"Iya mbak.. "


"Ki, jika Erland belum sadar sampai acara pernikahan kalian, kita undur saja acaranya ya.. " Ucap Bunda Gita sambil memegang tangan Erland


"Iya Bun, yang terpenting sekarang Erland bun.. "


"Oh ya, Ayah dimana bun?? " Tanya Kia yang tidak melihat keberadaan Ayah David.


"Ayah sedang pulang membawa baju ganti Erland dan Bunda.. "


"Mbak, mbak udah sarapan??" Tanya mamah Risa yang melihat wajah pucat calon besannya


"Aku gak nafsu makan mbak,.. " Jawab Bunda Gita


"Bun, jangan kaya gitu, Erland pasti sedih jika Bundanya sakit.. " Ucap Kia yang diangguki oleh mamah Risa


"Kia beliin Bunda makan dulu ya.. " Ucap Kia lagi


"Jangan mah, .. "


Setelah menimang-nimang ucapan Kia akhirnya Bunda Gita mau makan dan ia minta ditemani oleh calon besannya


"Mbak temani aku sarapan di kantin ya, dan Kia tolong jaga Erland.. " Ucap Bunda Gita


"Baik bun.. "


Bunda Gita bangkit dari duduknya dan melangkah pergi keluar diikuti mamah Risa dibelakangnya, setelah melihat kepergian mereka, Kia mendudukkan dirinya disamping Erland,


Dia mengecup kening Erland lalu mencium punggung tangan Erland, tanpa terasa butiran air jatuh mengalir dipipinya..


"Bangun sayang, .. " Ucap Kia tanpa terasa memanggil Erland dengan sebutan sayang


"Maaf jika aku selalu mengabaikan kamu selama ini, tolong kamu bangun, aku janji, aku tidak akan mengabaikanmu lagi.. "


"Hidupku jadi tidak berwarna melihat mu terbaring lemah disini hikss...hikss.. "


Erland yang dibawah alam sadar mendengarkan setiap ucapan Kia dan tanpa terasa ada air mata mengalir yang keluar dari mata Erland, Kia yang melihat pun segera memanggil dokter.


Setelah dokter mengecek dan memeriksa Erland, dokter tersenyum dan memberikan kabar baik kepada Kia


"Bagaimana dok?? " Tanya Kia, saat dokter sudah selesai memeriksa Erland


"Alhamdulillah ini kemajuan untuk pasien,.. "


"Maksud dokter?? " Tanya Kia yang tidak mengerti ucapan dokter

__ADS_1


"Pasien menangkap setiap kata yang diucapkan, .. "


"Jadi Erland bisa mendengar setiap ucapanku dok??? "


"Iya, lebih baik pasien sering diajak bicara, agar pasien bisa segera sadar.. "


"Baik dok.. "


"Ya sudah saya pamit.. "


Saat dokter keluar dari ruangan Erland, ternyata mamah Risa dan Bunda Gita melihatnya, segera mereka masuk kedalam ruangan dan bertanya kepada Kia, ia takut dengan kondisi anaknya


"Kia, apa yang terjadi dengan Erland nak?? " Tanya Bunda Gita dengan raut wajah yang khawatir


"Bun, Erland merespon setiap ucapanku Bun, Mah!! " Ucap Kia yang tersenyum bahagia


"Maksudmu apa ki?? " Tanya mamah Risa yang tidak mengerti


"Mah, tadi aku mengajak Erland berbicara, lalu dia mengeluarkan air mata, dan kata dokter ini kemajuan untuk kondisi Erland.. "


"Benar ki?? "


Segera Bunda Gita memengang tangan Erland, ia menangis di hadapan putranya


"Sayang, cepat sadar nak.. "


"Kami semua disini merindukan mu nak.. " Ucap Bunda Gita


.........


πŸ“ž"Daddy sudah berada di bandara soekarno-hatta.. " Ucap daddy Liam


πŸ“ž"Dady tunggu disana, aku akan menjemput daddy.. " Jawab Denis


πŸ“ž"Daddy tunggu.. " Ucap Daddy yang langsung memutuskan panggilan telfon tersebut


Setelah panggilan itu terputus ia segera menyambar kunci mobilnya, Maya yang sedang memakan buah-buahan pun melihat Denis yang sedang tergesa-gesa,


"Mau kemana lo!! " Tanya Maya saat melihat Denis terburu-buru.


"Jemput daddy... "


.


.


.


.


.


#Hay gaes terimakasih sudah mau mampir ke karya pertamaa aku


#Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


#Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki πŸ₯°


#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


........ #Happy Reading😘#.....


__ADS_2