Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 38- Keluarga Maya


__ADS_3

πŸ“ž"Minta bantuan apa anji*g.. " Ucap Ardi serius


Ke esokan harinya..


"Mamah pulang May!! " Ucap mamah Maya yang baru saja memasuki ruang tamu.


Maya yang sedang berada di dapur pun langsung menghampiri sumber suara itu.


"Mah, Pah.. " Ucap Maya langsung menghamburkan diri di pelukan mamahnya,


"Apa kamu sudah memberitahu laki-laki itu? " Tanya Papah Maya yang melihat perut Maya buncit.


"Sudah Pah.. " Jawab Maya


"Pah, kita akan punya cucu.. " Ucap Mamah Maya bahagia, ia memegang perut buncit Maya


"Sudah pernah cek May?? " Tanya mamah Maya


"Sudah mah, beberapa hari yang lalu.. " Jawab Maya dengan mengelus-elus perutnya.


"Lalu bagaimana dengan kuliah kamu?? " Tanya papah Maya..


Mereka kini sudah mendudukan dirinya di sofa ruang keluarga, dengan posisi Maya yang masih memeluk mamahnya.


"Pah, aku tinggal nunggu skripsi aja.. " Jawab Maya jujur


"Tapi yang namanya skripsi itu gak mudah May!! " Ucap mamah Maya kembali


"Aku bisa mengatur semuanya kok.. " Jawab Maya yang menyakinkan kedua orang tuanya


"Nanti malam ajak laki-laki itu ke rumah kita, papah ingin melihat laki-laki bej*t itu!! " Ucap papah Maya yang langsung bangkit dari duduknya, ia berjalan masuk ke kamarnya, dan di susul oleh mamah Maya.


Setelah kedua orang tua nya kembali ke kamar, maya pun bangkit dari duduknya, ia berjalan menaiki tangga dengan hati-hati,


"Telfon Denis atau Chat ?? " Gumam maya saat sudah di dalam kamarnya


"Ah kalo chat takut gak dibales lebih baik telfon aja.. " Batin Maya.


Tut.. Tut... Tut...


πŸ“ž"Hallo? " Ucap Maya saat panggilannya sudah terhubung oleh Denis


πŸ“ž"Ada apa lo telfon gue? " Tanya Denis yang sedang bermain PS di rumah Aji


πŸ“ž"Orang tua gue udah balik, malam ini lo di suruh datang kerumah buat nemuin mereka.. " Ucap Maya dengan hati-hati


πŸ“ž"Okeh, nanti gue ke rumah lo.. " Jawab Denis datar


"Gue yang akan menang, akui aja kekalahan lo Den, hahaha.. " Ucap Aji di sebrang sana, rupanya suara emas Aji terdengar sampai ke telinga Maya


πŸ“ž"Lo lagi dimana?? " Tanya Maya saat mendengar suara seseorang berteriak


πŸ“ž"Di rumah Aji udah gue tutup telfon sekarang, gue lagi banyak urusan.. " Jawab Denis dan langsung mematikan telfonnya


"Lagi dan lagi, sifat Denis memang susah ditebak, kadang baik, kadang jutek.. " Batin Maya yang sedang memikirkan sifat Denis


"Erland, gue lupa tanya ke erland.. " Gumam Maya yang teringat dengan Erland


Tut... Tut.. Tut..

__ADS_1


πŸ“ž"Haloo" Ucap erland di sebrang sana


πŸ“ž"Lo bilang kalo lo mau jaga rahasia ini, tapi kenapa lo bongkar dihadapan Denis?!! " Tanya Maya to the point


πŸ“ž"Maaf mbak, Denis udah salah, dia masih menjalin hubungan dengan Kia padahal sebentar lagi Denis dan mbak akan menikah, menurut gue pribadi nih, ini gak pantas aja, orang yang mau menikah menjalin hubungan dengan wanita lain.. " Jawab erland dengan sikap bijaknya


"Nih bocah pikirannya dewasa ternyata.. " Batin Maya yang mendengar alasan Erland


πŸ“ž"Mbak kena marah Denis??? " Tanya erland lagi


πŸ“ž"Gu-gue??? " Ucap Maya


πŸ“ž"Iya mbak Maya?? " Jawab erland


πŸ“ž"Gue lagi sibuk, gue matiin telfonnya dulu.. " Ucap Maya yang langsung mematikan telfonnya


Perkataan Erland sangat menyentuh hati Maya, ia tidak menyangka Erland akan berbuat nekat, tanpa disadari Erland telah membela Maya


"Tapi, apa pacar Denis percaya??? " Gumam Maya


"Ah, bisa stres aku.. " Gumam Maya lagi yang mengingat masalah nya


,..................


"Siapa yang telfon bro?? " Tanya Aji yang masih fokus dengan permainannya


"Maya.. " Jawab Denis singkat,


"Masalah apalagi?? " Ucap Aji yang sudah jenuh dengan masalah mereka


"Orang tua nya mau ketemu sama gue.. " Jawab Denis dengan santainya


"Hah!! Serius lo?? " Ucap Aji yang terkejut


"Gawat Den, gawat!! " Ucap Aji mendadak histeris


"Gawat kenapa?? " Jawab Denis, mereka kini sudah menghentikan permainannya itu


"Eh gawat be*o!! lo mau ketemu sama orang tua Maya dalam kondisi seperti ini!! liat muka lo!! gak ada ganteng-gantengnya sama sekali,.. " Ucap Aji yang menunjukkan bekas luka di muka Denis


"Awh sakit, gak usah di pegang juga!! " Ringis Denis kesakitan


"Eh lo serius mau nikahin Maya??? " Tanya Aji lagi


"Iya gue serius nikahin Maya, .. " Jawab Denis dan Aji pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya


"Hah?? Apah!! " Seru Aji dengan mata yang membuat, dia sangat terkejut dengan ucapan Denis.


"Hah, heh, hah, heh.. " Jawab Denis


"Serius be*o, terus Kia mau di taruh mana? " Tanya Aji yang sedikit lemot


"Gak tau, gue masih belum bisa mikir untuk kedepannya,.. " Jawab Denis lagi


"Hadeuh, kasih ke gue aja tuh Kia, manatau dia naksir gue, haha.. " Kekeh Aji


Plukk...


"Sakit be*o!!! " Seru Aji memegang kepalanya

__ADS_1


"Rasain lo!! " Ucap Denis


"Motivasi lo mukul gue apa hah!! " Ucap Aji dengan sewot, ia tak Terima di pukul oleh Denis


"Kia itu punya gue, gak ada yang boleh ambil dia dari gue! " Sewot Denis


"Tapi kan, lo mau nikah sama Maya.. " Jawab Aji dengan muka polosnya


"Udahlah gue mau balik dulu,.. " Ucap Denis ..


.........


πŸ“ž"Masih sakit?? " Tanya Kia saat panggilan video call itu terhubung


πŸ“ž"Sedikit yank.. " Jawab Denis yang sudah sampai di rumahnya


πŸ“ž"Ke rumah sakit aja yuk, takutnya ada luka dalam.. " Ucap Kia dengan khawatir


πŸ“ž"Gak usah, gak papa.. " Jawab Denis


πŸ“ž"Ya sudah, sanah istirahat.. " Ucap Kia


Setelah telfon itu terputus, Kia segera melihat jam di layar komputer nya,


Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 15.00, yang artinya sebentar lagi waktu pulang telah tiba


"Nanti setelah pulang dari kantor, aku mau masakin makanan kesukaan Denis, lalu aku antar deh kerumahnya, pasti dia suka.. " Batin Kia


Setelah pulang dari kantor, ia langsung menuju dapur, ia ingin membuat kan sop daging kesukaan Denis


Perlu waktu setengah jam untuk membuat makanan itu, setelah selesai, ia langsung bergegas mandi, ia ingin menyegarkan badanya yang terasa lengket..


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan sekarang Kia sudah siap pergi kerumah Denis..


"Mah, aku pergi kerumah Denis, buat antar makanan.. " Ucap Kia yang berpamitan pada Mamah Risa


"Iya hati-hati Ki.. "


"Jangan naik motor malam-malam, pesan taksi online Ki!!" Ucap Mamah Risa lagi yang mengingatkan anaknya


"Iya mah, itu taksinya udah datang, aku pergi mah!! " Ucap Kia yang langsung menghampiri taksi online


Saat sudah di dalam perjalanan rumah Denis, Kia tak henti-hentinya tersenyum, ia membayangkan ekspresi Denis saat ia datang kerumahnya, ia ingin membuat kejutan untuk Denis


Tiba-tiba saat sudah di dekat rumah Denis, ia melihat mobil Denis keluar dari rumahnya..


"Bukanya itu mobil Denis?? Mau kemana dia?? " Gumam kia


.


.


.


#Yuk tinggalin jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah)


#Mohon maaf kalau ada kesalahan kata atau kalimatπŸ₯°πŸ₯°


#Terimakasih sudah mau mampir ke karya pertamakuπŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


#Salam bahagia, semoga kita semua diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah 😍😘😘


......... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2